Pemerintahan

pariwisata kabupaten jember
space ads post kiri
Topik Terhangat

Razia Gabungan, Imbau PKL Tidak Jualan di Trotoar

  • Minggu, 4 Februari 2018 | 20:26
  • / 18 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 231 kali
Razia Gabungan, Imbau PKL Tidak Jualan di Trotoar
A syamsul A, Kabid Parkir bersama petugas dari TNI usai melakukan razia gabungan. (gie)

Memontum Kota Malang — Demi menciptakan ketertiban parkir di Kota Malang, Dishub Kota Malang terus melakukan razia. Seperti yang terlihat pada Sabtu (3/2/2018) siang, petugas gabungan yang terdiri dari Dishub Kota Malang, TNI dan Polri melakukan sejumlah razia. Yakni merazia mobil dan motor yang diparkir di trotoar.

Supaya tidak tebang pilih, petugas juga melakukan peneguran kepada para PKL (Pedagang Kaki Lima) dan juga tukang tambal ban yang memakai trotoar sebagai tempat usaha. Begitu juga dengan para pedagang yang berjualan menggunakan pikup atau mobil box yang di parkir di trotoar. Mereka semua dihimbau supaya tidak lagi berjualan dan memarkir kendaraan di trotoar supaya masyarakat bisa menikmati fasilitas trotoar sebagai tempat untuk berjalan kaki.

Belasan pelanggar dijumpai oleh petugas dari JL LA sucipto, Jl Soekarno-Hatta hingga Dinoyo, Kota Malang. Mereka mendapat teguran tegas supaya tidak memakai trotoar sebagai sarana parkir dan berjualan. Bagi yang kedapatan memarkir kendaraan di trotoar, pihaknya langsung meminta supaya kendaraan langsung diturunkan.

M Syamsul A, Kabid Parkir Dishub Kota Malang, saat ditemui Memo X di Jl Soekarno-Hatta, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan giat operasi penertiban kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4 yang menggunakan trotoar sebagai parkir.

“Kalau seperti ini jelas mengganggu pejalan kaki. Tadi kita mengimbau tegas supaya tidak lagi ada yang memarkir kendaraan di trotar. Sebab jika trotoar dipakai sebagai parkir, maka pejalan kaki akan lewat bahu jalan dan ini sangat berbahaya kalau sampai terjadi kecelakaan,” ujar Syamsul.

Dalam razia kali ini, pihaknya hanya mendapatkan 1 jukir yang memakai trotoar sebagai lahan parkir. Namun yang paling banyak adalah masyarakat umum, pemilik toko dan para PKL.

“Kebanyakan yang parkir di totoar adalah orang yang belum sadar bahwa fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki. PKL, tukang tambal ban dan juga orang-orang yang jual makanan dengan menggunakan mobil.

Mereka memarkir kendaraannya di trotoar. Memang penertiban PKL buka kewenangan kami, namun karena mereka sudah memakai trotoar sebagai lahan, maka kami ingatkan,” ujar Syamsul.

Pihaknya akan terus melakukan penertiban hingga masyarakat pelanggar benar-benar sadar bahwa fungsi trotoar untuk pejalan kaki.

”Jangan tebang pilih Jukir saja yang ditertibkan, tapi pihak-pihak lainnya juga perlu ditertibkan. Ada PKL disitu, maka akan muncul Jukir. Kami menghimbau untuk semuanya bekerja sama dalam menciptakan ketertiban,” ujar Syamsul.

Saat ditanya terkait PAD dari Jukir, Syamsul mengatakan bahwa target PAD dari parkir sebesar Rp 7,5 miliar untuk tahun ini. “Target PAD tahun ini Rp 7,5 miliar, bisa lebih. Optimis, nanti jika Perda yang mengatur sudah jadi, pasti hasilnya semakin bagus,” ujar Syamsul. (gie/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional