Pemerintahan

pariwisata kabupaten jember
space ads post kiri
Topik Terhangat

Bosda Kota Batu Cair

  • Selasa, 13 Februari 2018 | 00:20
  • / 27 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 39 kali
Bosda Kota Batu Cair
BOSDA: Walikota Dewanti Rumpoko didampingi Wawali Punjul santoso dan Ketua DPRD Batu Cahyo Edi Purnomo. (Foto By Karel)

Memontum Kota Batu — Ratusan sekolah dari berbagai tingkatan menerima dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Pada tahun 2018, total pemberian Bosda tahap 1 sebesar Rp 20,453 miliar. Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Dra Mistin menyebut, Bosda diberikan kepada institusi pendidikan mulai kelompok bermain (KB) hingga sekolah luar biasa.

Tercatat sebanyak 93 KB/SPS; 93 TK/RA/KB; 89 SD/MI negeri dan swasta; 30 SMP/MTs negeri dan swasta; 27 SMA/SMK negeri dan swasta; serta 2 Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri dan swasta. Lebih lanjut, rinciannya sebagai berikut: KB/SPS diberikan biaya operasional Rp 3 juta per lembaga selama setahun.

“TK Negeri/Pembina sebesar Rp 24 juta per lembaga selama setahun, ditambah nutrisi susu sebesar Rp3.200 per siswa yang diberikan maksimal 36 kali selama setahun, ” ungkap Mistin, Senin (12/2/2018). Untuk TK/RA Swasta, biaya operasional sebesar Rp6 juta per lembaga selama setahun, ditambah nutrisi susu sebesar Rp 3.200 per siswa, maksimal 36 kali selama setahun.

Selanjutnya, SD/MI negeri dan swasta sebesar Rp 25 ribu per siswa setiap bulan selama setahun. Ditambah makanan sehat Rp 5 ribu per siswa, diberikan maksimal 36 kali dalam setahun. Juga nutrisi susu sebesar Rp 3200 per siswa, maksimal 36 kali selama setahun. Begitu pun dengan SMP/MTs negeri dan swasta. Anggaran untuk makanan sehat dan nutrisi susu sama dengan SD. Bedanya, biaya operasional pembelajaran sebesar Rp 35 ribu per siswa per bulan selama setahun.

Sedangkan untuk SMA/MA negeri dan swasta, biaya operasional pembelajaran sebesar Rp 120 ribu per siswa per bulan selama setahun. Untuk SMK negeri dan swasta, sebesar sebesar Rp 200 ribu per siswa per bulan selama setahun. Untuk SLB, di Kota Batu ada dua sekolah, yakni SLB Negeri dan SLB Eka Mandiri. Masing masing mendapat Bosda dengan nilai berbeda.

Biaya operasional dengan nilai tertentu juga diberikan kepada sekolah terpencil, sekolah yang memiliki kelas olahraga, dan PKBM. Mistin menambahkan, meski SMA/SMK sudah menjadi kewenangan provinsi, namun Pemkot Batu tetap memberikan Bosda.

“Pemerintah Kota Batu berkeinginan mewujudkan wajib belajar 12 tahun tuntas di Kota Batu,” ujarnya. Dewanti Rumpoko Wali Kota Batu berharap dana yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pihak sekolah demi kelancaran belajar mengajar bagi guru dan murid.

“Kami berharap dengan bosda wali murid lebih semangat dalam menyekolahkan putra putrinya dan membuat kualitas pendidikan di Batu meningkat dan semakin baik,” pungkasnya. (lih/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional