Pemerintahan

pariwisata kabupaten jember
space ads post kiri
Topik Terhangat

Drama Kolosal Ramaikan Peringatan Pemberontakan PETA

  • Kamis, 15 Februari 2018 | 19:52
  • / 29 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 65 kali
Drama Kolosal Ramaikan Peringatan Pemberontakan PETA
Drama kolosal pemberontakan PETA peringati hari PETA ke 73 di monumen PETA Kota Blitar

Memontum Blitar – Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk memperingati Hari Ulang Tahun Pembela Tanah Air (PETA) yang jatuh pada 14 Februari. Pemerintah Kota Blitar menggelar drama kolosal di halaman Monumen PETA Kota Blitar. Drama Kolosal yang diperankan ratusan pelajar se Kota Blitar dan PNS ini, menggambarkan pemberontakan tentara PETA yang dipimpin Soedanco Soeprijadi terhadap penjajahan Jepang 73 tahun silam.

Wali Kota Blitar, Muhamad Samanhudi Anwar melalui Wakil Walikota Blitar, Santoso dalam sambutannya mengatakan, 73 tahun yang lalu, di tempat ini, menjadi saksi bagaimana rakyat dan PETA Daidan Blitar dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi telah melakukan pemberontakan terhadap jepang.

“Orang–orang yang saat ini patungnya kita abadikan adalah orang–orang penting di balik terjadinya pemberontakan PETA. Tempat yang malam ini kita jadikan pementasan drama kolosal PETA adalah palagan terjadinya peristiwa heroik pemberontakan PETA”, kata Samanhudi Anwar, Rabu (14/02/2108).

Lebih lanjut Samanhudi Anwar menandaskan, peristiwa pemberontakan PETA Blitar telah membangkitkan kembali semangat bangsa indonesia untuk terus berjuang merebut kemerdekaan, yang akhirnya benar–benar terwujud, 6 bulan setelah peristiwa itu. Dan selanjutnya, setiap tahun, masyarakat Kota Blitar dan sekitarnya senantiasa memperingati peristiwa pemberontakan Peta.

“Mari kita tanamkan kepada generasi muda, bahwa 14 Februari itu adalah hari peringatan pemberontakan PETA, bukan peringatan hari yang lain. Peringatan ini menjadi sangat penting, karena pemberontakan PETA sarat dengan nilai–nilai historis dan membawa dampak perjuangan pergerakan nasional yang sangat besar”, tandas Samanhudi Anwar.

Menurut Wali Kota Blitar, sangat layak kiranya jika pemberontakan PETA Blitar disejajarkan dengan pertempuran–pertempuran bersejarah dan monumental lainnya. Seperti pertempuran Surabaya 10 November 1945, pertempuran 5 hari di Semarang, Palagan Ambarawa, Bandung Lautan Api dan Puputan Margarana.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional