Pemerintahan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

Dinas Pertanian Bekali Warga Jembul Cara Pengolahan Biji Kakao

  • Sabtu, 21 Juli 2018 | 00:07
  • / 8 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 56 kali
Dinas Pertanian Bekali Warga Jembul Cara Pengolahan Biji Kakao
Suasana penyuluhan pengolahan biji kakao oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto

Memontum Mojokerto – Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke – 102 Tahun 2018 Kodim 0815 Mojokerto Di Desa Jembul Kecamatan jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sejumlah kegiatan fisik dan non fisik kian dimaksimalkan.

Kali ini kegiatan non fisik berupa penyuluhan pengolahan/fermentasi biji kakao/coklat oleh Penyuluh Pertanian Madya dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Setyo Dwi Darto, SP, Kamis (19/07/2018) sore. Kegiatan yang berlangsung di rumah Kasi Kesra Desa Jembul yang sementara waktu difungsikan sebagai Kantor Desa Jembul, diikuti 25 orang peserta.

Dalam paparan materinya, Setyo Dwi Darto, SP., diantaranya menjelaskan tentang, pengolahan pasca panen biji kakao melalui fermentasi. Ada sejumlah tahapan pengolahan pasca panen kakao, yaitu fermentasi, pencucian, pengeringan, sortasi, pengemasan dan penyimpanan, papar pemateri.

Menurut Setyo, tahap fermentasi biji dilakukan untuk meluruhkan lendir (pulp) yang terdapat pada kulit biji sehingga setelah biji kakao disangrai akan lebih beraroma, bercitarasa kuat dan memiliki nilai jual tinggi, “Melalui fermentasi ini dapat meningkatkan mutu biji kakao sehingga kadar air, kadar jamur dan kadar kulit biji semakin rendah,” terangnya.

Dijelaskan pula tata cara fermentasi, dengan meletakan biji-biji kakao segar ke dalam kotak kayu yang sudah dilubangi bagian bawahnya dengan diameter 1 cm pada setiap jarak 10 cm. Lubang ini berfungsi sebagai jalan keluar masuknya oksigen, karbondioksida, dan air yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Kemudian tumpukan biji kakao dalam kotak tersebut ditutup menggunakan karung goni atau penutup lainnya. Selama proses fermentasi, tumpukan biji kakao diaduk setiap satu hari sekali agar panas yang dihasilkan dari proses fermentasi merata. Proses fermentasi ini memakan waktu antara 6 hingga 7 hari.

Para peserta tampak sangat antusias selama menerima materi tersebut, terbukti dengan adanya para peserta yang silih berganti mengajukan pertanyaan dan meminta pemateri menjelaskan ulang tentang tahapan-tahapan fermentasi.

Di tempat terpisah Pasiter Kodim 0815 Kapten Arh Supriyono, menuturkan, kegiatan pelatihan pengolahan/ fermentasi biji kakao ini, merupakan bagian dari sasaran non fisik dalam TMMD Reguler Ke-102 TA. 2018. “Penyuluhan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif bagi masyarakat Desa Jembul,” ungkapnya.(den/gan/ono)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional