Pemerintahan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

Bupati Blitar Hadiri Soft Opening Layanan Command Center

  • Selasa, 24 Juli 2018 | 18:59
  • / 11 Djulqa'dah 1439
  • Dibaca : 31 kali
Bupati Blitar Hadiri Soft Opening Layanan Command Center
Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan Soft Opening Layanan Command Center

Memontum Blitar – Guna menunjang tata kelola Pemkab Blitar agar lebih berjalan lancar dan maksimal, Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan Soft Opening Layanan Command Center. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar yang beralamat di Jalan Sudanco Supriyadi No 14 Kota Blitar, Selasa (24/07/2018). Acara Soft Lounching tersebut dihadiri langsung Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM.

Usai acara Bupati Rijanto mengatakan, bahwa pihaknya mendukung program ini. Karena menurut Bupati, ini merupakan salah satu langkah lebih maju untuk membangun tata kelola pemerintahan lewat penataan birokrasi maupun pelayanan masyarakat berbasis ITE. Sehingga, seluruh aktivitas di Pemerintahan Kabupaten Blitar akan dapat terpantau dan terintegrasi langsung di Dinas Kominfo Kabupaten Blitar.

“Pastinya kita mendukung sekali dengan adanya ini. Demi menuju semuanya serba digital, jadi perlu dukungan dari semua pihak,” kata Rijanto, Selasa (24/7/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto mengatakan, tujuan dilakukan Soft Opening Command Center ini adalah agar seluruh aktivitas yang ada di Kabupaten Blitar bisa terintegrasi dan bisa dilihat oleh masyarakat luas.

“Tujuan kita melakukan Soft Opening Command Center yang sebenarnya adalah, agar seluruh aktivitas yang ada di Kabupaten Blitar bisa terpantau secara berkala dan maksimal,” jelas Eko Susanto.

Lebih lanjut Eko Susanto menyampaikan, saat ini Kabupaten Blitar sudah memiliki sebanyak 54 aplikasi. Namun, yang sudah terintegrasi dengan command center baru 17 aplikasi. Yaitu meliputi real-time harga sembako, real-time kondisi cuaca, real-time pengadaan, real-time pencairan anggaran, real-time pencapaian pendapatan asli daerah, real-time cctv, serta aplikasi tata kelola smart goverment.

“Jadi, dari 54 aplikasi yang ada saat ini yang sudah terintegrasi baru 17 aplikasi sedangkan sisanya sekitar 37 aplikasi yang lainnya belum bisa terintegrasi dengan command center,” tandasnya.

Eko Susanto mengaku, ada beberapa kendala yang menyebabkan masih banyak aplikasi milik OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar yang belum terintegrasi. Diantaranya adalah perlu dilakukan peningkatan kualitas dari SDM, menyamakan visi misi dan lain lain.

“Sebenarnya masih ada kendala, tetapi itu semuanya tidak kita sebut sebagai kendala, namun menjadi sebuah tantangan. Dan kita yakin itu nanti on progress dan secara bertahap bisa segera terintegrasi,” pungkas Eko Susanto. (fzi/hms/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional