Connect with us

Jombang

Pemkab Jombang Ajak Masyarakat Perangi Rokok Ilegal

Diterbitkan

||

Pemkab Jombang Ajak Masyarakat Perangi Rokok Ilegal
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Memontum Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika mengajak masyarakat aktif dan menjadi bagian penting dalam pemberantasan peredaran rokok illegal. Hal ini karena Keterlibatan aktif masyarakat dalam memberantas peredaran rokok illegal diyakini bisa membersihkan kota santri dari peredaran rokok illegal.

Kepala Dinas Kominfo Budi Winarno, ST Msi, mengungkapkan guna memerangi peredaran rokok illegal, pihaknya menggalakkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat desa. Sosialiasi tersebut, jelasnya, terkait bentuk dan ciri rokok illegal serta sanksi hukum bagi produsen maupun pengedar rokok ilegal.

“Harapan kita ada partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah dan menghambat peredaran rokok illegal,” ujarnya.

Dikatakan, rokok illegal memiliki ciri yang bisa langsung dikenali masyarakat. Salah satunya, rokok yang dijual atau diedarkan tanpa dilengkapi dengan pita cukai.

“Ada beberapa ciri, diantaranya kemasan tidak sesuai dan tidak dilekati dengan pita cukai. Partisipasi masyarakat sangat penting, dengan cara tidak membeli produk yang seperti itu,” papar Budi Winarno.

Selain ciri rokok illegal yang disampaikan dalam sosialiasi ini, Pemkab Jombang juga menyampaikan sanksi bagi produsen dan pengedar rokok illegal.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Jombang

KPM Dapat Telur Rusak, Kadinsos Jombang Tegaskan itu Tanggungjawab Agen

Diterbitkan

||

KPM Dapat Telur Rusak, Kadinsos Jombang Tegaskan itu Tanggungjawab Agen
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Memontum Jombang – Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan pangan non tunai (BPNT) dusun gedong Desa gedung Ombo kecamatan Ploso kaget. Pasalnya telor yang ia terima dari program tersebut diantaranya ternyata busuk dan berbelatung.

“Ajenge kulo cuci, kok bolong, terus dipecah wonten set e (belatung.red), akhire kulo bucal, Ujar Indah (37) warga dusun gedong ,saat ditemui wartawan dirumahnya, Selasa (20/11/2018).

Indah menjelaskan, dari Program tersebut ia mendapatkan 7 kg beras dan 1 kg telur. Dari telur yang berjumlah 15 butir itu satu busuk namun yang lainnya bagus, dan itu ia nilai wajar. Ia hanya berharap kedepan para KPM tidak lagi mengalami hal seperti itu

“Wajarlah mas, cuma satu, tapi lek saget mboten terulang, lintune sae, niki wau kulo masak ngge sae,” pungkasnya.

Sementara itu, ditempat lain penyaluran BPNT di dusun gedang, Desa Jatigedong, juga tengah digelar. Uniknya, penyaluran BPNT tersebut tidak dilakukan disalah satu toko agen E -Warung sesuai dengan ketentuan pedoman penyaluran BPNT 2018, melainkan di lumbung pangan dusun Gedang Desa Jatigedong Ploso.

Menanggapi hal tersebut sekertaris desa Jati gedong, saat ditemui dilapangan megatakan, hal ini terpaksa dilakukan dilumbung pangan karena agen yang ditunjuk mengundurkan diri , sedangkan agen yang ditunjuk desa tidak siap karena agen belum memiliki mesin electronic data capture (EDC)

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Lanjutkan Membaca

Jombang

Bupati dan Wabup Jombang, Gelar Audensi dengan Puluhan Jurnalis

Diterbitkan

||

Bupati dan Wabup Jombang, Gelar Audensi dengan Puluhan Jurnalis

Memontum Jombang – Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang menggelar audensi dengan puluhan wartawan cetak dan online dari berbagai organisasi se Kabupaten Jombang di ruang swagata pendopo Jombang. Acara tersebut, di gelar sebagai wujud apresiasi pemerintah terhadap kinerja wartawan atas informasi yang disampaikan selama ini, Jumat (16/11/2018).

Bupati Jombang, Mundjidah wahab dalam sambitannya menyampaikan peran penting Jurnalistik sangat penting untuk mensosialisasikan kinerja pemkab Jombang kepada masyarakat, selain itu wartawan lebih cepat dalam menggali informasi dan berbagai peristiwa di wilayah kabupaten Jombang Dan informasi teraebut sangat membantu pembangunan pemerintah daerah yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

“Antara wartawan dan pemerintah daerah kabupaten Jombang memiliki visi yang sama yaitu, membangun Jombang yang berkarakter dan berdaya saing. Dengan adanya media tidak hanya menjadikan masyarakat kabupaten Jombang yang cerdas, baik, bertambah ilmu dan pengetahuan, tetapi yang diingat juga harus ada Tabayyun atau kroscek dari pihak terkait,oleh wartwan , agar tidak menjadi fitnah dan hoak,” ujar Mundjidah Wahab

Senada dengan bupati jombang, Sumrambah wakil bupati jombang, melihat media sebagai suport penyamapi informasi keberhasilan pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Apapun bentuknya dalam pembangunan daerah, tanpa media terasa hambar. Media yang mensosialisasikan itu memiliki arti yang besar. Kita bisa saling support dalam melaksanakan tugas untuk kemajuan kabupaten Jombang,” ujarnya.

Lebih lanjut dalam audensi itu, Perwakilan wartawan meminta agar Humas Pemda lebih efektif atau menunjuk dari SKPD untuk memberikan informasi atau kroscek data yang valid. Selain itu meminta pertimbangan agar insentif wartawan ditambah atau diberikan alasan yang jelas tentang insentif.

Warjito salah seorang wartawan juga Humas MPN Jombang menyampaikan dalam melaksanakan tugas di lapangan masih di temui oknum aparatur pemerintahan yang arogan yang belum paham tugas dan peran wartawan. “Oknum yang arogan seperti ini membuat kinerja wartawan mengalami ketidaknyamanan, untuk itu mohon hal – hal seperti ini tidak perlu terjadi,” harapnya

Sementara itu Wahyudi, Ketua MPN Jombang, menyampaikan hingga kini MPN Jombang belum memiliki kantor yang di fasilitasi oleh pemkab Jombang sebagai mana organisasi wartawan yang lainnya yang ada di Jombang.

” Kami mohon kepada ibu Bupati agar dapat memberikan fasilitas kepada kami untuk bisa kami pergunakan dalam melaksanakan tugas tugas wartawan, sebagaimana rekan rekan dari organisasi wartawan yang sudah mendapat fasilitas tempat. pungkasnya.

Disisi lain, kepala dinas kominfo Jombang, Budi winarno , Pemerintah daerah akan membangun ruangan media center untuk dijadikan sebagai tempat pertemuan dan ngopi bareng dengan Kabag Humas dan jubir dari Pemda agar ada infestigasi tentang informasi yang ada, juga menampung apa yang menjadi problem wartawan untuk menyajikan berita yang berimbang ,sehingga tidak menimbulkan berita hoax di masyarakat. (yud/ham/yan)

Lanjutkan Membaca

Jombang

Jatah Pupuk Subsidi Dikurangi, Hidup Petani Makin Berat

Diterbitkan

||

Nur bambang, petani asal pojok rejo, kesamben Jombang

Memontum Jombang – Pengurangan jatah pupuk subsidi oleh pemerintah provinsi Jawa Timur dinilai tidak tepat oleh petani dikabupaten Jombang. Justru pengurangan tersebut akan berdampak pada penghasilan para petani di kabupaten Jombang, Kamis (8/11/2018).

Seperti yang disampaikan Nur Bambang, petani asal Desa Pojokrejo, Kesamben Jombang yang selalu menggunakan pupuk subsidi itu untuk kebutuhan tanamnya. Ia mengaku jika pengurangan itu terjadi maka akan memberatkan para petani dan nantinya akan berdampak pada biaya yang dikeluarkan petani akan meningkat akan tetapi mengurangi penghasilan petani.

Hadi purwanto, Kadis Pertanian Kabupaten Jombang

Hadi purwanto, Kadis Pertanian Kabupaten Jombang

“Saya kira petani itu sudah berat mas, kalau dikurangi lagi malah tambah berat mas, kalau dikurangi (Pupuk subsidi.red) biaya meningkat namun akan mengurangi penghasilan petani,” ujar Nur Bambang, kepada sejumlah awak media. Nur bambang, berharap agar pupuk bersubsidi tidak dikurangi, ia juga berharap pemerintah daerah lebih tepat sasaran dalam memberikan pupuk sesuai kebutuhan petani. Tidak hanya itu, menurutnya pemerintah daerah juga harus lebih memperhatikan masalah air khusunya di jombang timur.

“Kami minta pupuk subsidi tetap,terus ketepatan kebutuhan petani terhadap pupuk juga tetap, kalau itu tidak tepat saya kira akan mengurangi hasil panen, selain itu ,di Jombang timur masalah air sangat kekurangan sekali, saya kira itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala dinas pertanian kabupaten Jombang Hadi Purwanto, membenarkan adanya pengurangan pupuk bersubsidi di kabupaten Jombang. Ia mengetahui jatah pupuk bersubsidi tersebut berkurang setelah mengajukan penambahan kuota pupuk bersubsisdi untuk Jombang, namun pengajuan itu tidak sesuai dengan harapannya.

“Permintaan kita diawal tahun itu sudah dipenuhi sekian persenya, di akhir tahun kita minta tambahan tidak ditambahi malah dikurangi, dikurangi untuk urea saja 275 ton, dan itu tidak terjadi di Jombang saja, hampir seluruh kabupaten juga sama. Oleh karena itu saya menghimbau agar petani lebih efisien lagi dalam menggunakan pupuk bersubsidi,” ujar Hadi Purwanto. (ham/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending