Pemerintahan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

Pengenalan Weather Information Display ke Nelayan

  • Jumat, 30 November 2018 | 18:38
  • / 21 Rabiul Uula 1440
Pengenalan Weather Information Display ke Nelayan

Memontum Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menggelar pembinaan keselamatan dan pengenalan Weather Information Display (WID), kepada 75 orang perwakilan dari kelompok nelayan di Surabaya. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada sejumlah nelayan, serta kesadaran tertib pelayaran.

Juga menggandeng beberapa instansi terkait, seperti BMKG Maritim Tanjung Perak, Kesyahbandar Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim.

M Taswin selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya mengatakan ada lima materi utama yang disampaikan oleh masing-masing narasumber. Pertama terkait aspek keselamatan berlayar di laut; Kedua legalitas perizinan (pass kecil perahu) bagi nelayan; Ketiga pemanfaatan teknologi informasi dan peringatan dini. Keempat, perawatan dan kelayakan kapal, baik kapal wisata maupun kapal nelayan. Dan terakhir, yakni strategi terkait pengembangan kawasan pesisir dan asuransi bagi para nelayan.

“Inti dari pembinaan nelayan ini, supaya (nelayan tahu) bagaimana cara mengatasi apabila terjadi keadaan-keadaan ombaknya naik dan sebagainya. Sekarang kita juga telah menyediakan informasi (layanan) tentang keadaan cuaca (WID),” kata Taswin di Sentra Ikan Bulak (SIB) Surabaya, Kamis (29/11).

Menurut Taswin, terdapat tiga hal penting untuk ditekankan kepada para nelayan sebelum melakukan aktivitas di laut. Yang pertama berupa informasi terkait faktor alam (kondisi cuaca, ombak dan angin), kedua teknis mengenai kapal, terakhir faktor manusia.

Faktor manusia menjadi hal utama yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, sebab jika faktor ini sendiri kurang disiplin, pastinya akan berpengaruh terhadap keselamatan ketika di lautan.

“Sehingga kemudian diberikan pelatihan ini. Harapannya biar nelayan ini bisa mencari nafkah tetap dalam kondisi aman. Baik pada waktu berangkat ke laut maupun kembalinya,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan kepada para nelayan berupa alat-alat keselamatan ketika di laut, di antaranya adalah life jacket pelampung dan senter. Bahkan, Pemkot Surabaya juga mengenalkan kepada para nelayan papan informasi cuaca digital, berupa Weather Information Display (WID).

Pun Irvan Wahyudrajat, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan BMKG telah memasang alat informasi berupa WID di tiga titik lokasi pesisir pantai Surabaya. Lokasi pertama, berada di Tambat Labuh Sontoh Laut, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo. Serta dua alat lain, dipasang di Taman Suroboyo dan Area Masjid Al Mabrur, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Surabaya.

“Tujuannya untuk memberikan transformasi data dan informasi prakiraan cuaca atau iklim (khususnya daerah maritim), berupa media digital sebagai layanan kepada para nelayan,” ucapnya Irvan.

Dengan adanya WID, Irvan mengharapkan menjadi media digital videotron dan aplikasi informasi awal prakiraan cuaca atau iklim bagi para nelayan. Terlebih saat ini kondisi cuaca ekstrem, sehingga alat tersebut dapat bermanfaat bagi para nelayan sebelum memulai aktivitas di laut.

“Dengan begitu, nelayan ketika memulai bekerja, dia sudah dibekali dengan informasi tentang keselamatan maupun informasi cuaca,” tambahnya.

Untuk kedepannya, Kepala Dishub mengharapkan WID menjadi sebuah media edukasi bagi masyarakat sekitar. Bahkan WID akan dilengkapi dengan berbagai informasi lain, seperti informasi tentang gempa, kondisi satelit dan event-event lain Pemkot Surabaya. “Kami berharap tidak ada kecelakaan di laut yang menimpa kita,” harapnya. (est/ano/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional