Pemerintahan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
iklan Ucapan HUT RI Gerindra Kota Batu
iklan Ucapan HUT RI BPC Laskar Nusantara Lumajang
lenjag

Desa Gayam Botolinggo Raih Sertifikat Desa ODF Tahun 2018

  • Kamis, 20 Desember 2018 | 21:43
  • / 11 Rabiul Akhir 1440
Desa Gayam Botolinggo Raih Sertifikat Desa ODF Tahun 2018
Kades Gayam Saat Menerima Sertifikat ODF Tahun 2018

* Gebyar Open Defecation Free 2018

 
Memontum Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali gelar Gebyar Open Deferation Free ( ODF ) Tahun 2018 dengan Tema Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), bertempat di Aula Hotel Ijen View dengan dihadiri oleh Perwakilan Dinkes Jawa Timur, Wakil Bupati Bondowoso, Dinkes Bondowoso, Camat, Danramil dan jajaran Kepala Desa Se-Kab.Bondowoso, Rabu (19/12/2018).

Wakil Bupati Bondowoso H Irwan Bachtiar Rahmat SE MSi dalam sambutannya mengatakan Pada tahun 2018 jumlah desa masuk kategori Open Defecation Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar (BAB) sembarangan mencapai 30 desa dan kelurahan dari 219 jumlah Desa se Kabupaten Bondowoso. Masih ada 189 Desa masyarakat masih buang air besar sembarangan. “Melihat kondisi ini, kami mengharapkan agar dalam kurun waktu dua tahun desa-desa yang lain pun bisa menjadi ODF. Bondowoo ini, betul-betul sudah jadi ODF,” harapnya.

Tak hanya itu, Ia pun meminta kepada semua Kepala Desa (Kades) yang hadir di acara tersebut, untuk mengalokasikan Dana Desa (DD) khusus untuk penanganan akses jamban. Tentu dengan penanganan kendala sanitasi ini maka program-program yang lain akan lebih mudah diatasi.

“Seperti kasus stunting, tatanan Kabupaten sehat, teratasinya kasus penyakit menular, dan beberapa hal lain yang terkait erat dengan masalah sanitasi,” jelas Wabup.

Ia juga mengharapkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, untuk memberikan reward lebih di desa-desa, Koramil maupun Puskesmas yang telah ODF. Alasannya agar ada motivasi terhadap desa-desa yang belum ODF.
“Bondowoso akan ada reward bagi desa-desa yang sudah ODF. Tolong itu ditingkatkan rewardnya. Kalau ditingkatkan, ini akan memacu semangat Kades, termasuk camat yang wilayahnya sudah ODF. Selain camat juga, Danramil, Puskesmas, dan Kapolsek,” tandasnya.

Sementara menurut Kepala Desa Gayam Rendi Sapta Setiawan Amd.Kep selaku penerima Sertifikat Desa Open Deferation Free (ODF) mengatakan sangat bersyukur dan bangga dari 30 Desa dan Kelurahan masuk katagori ODF, Salah Satunya adalah Desa Gayam bisa menerima sertifikat ODF Tahun 2018 di Aula Hotel Ijen View.

“Merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Desa Gayam bisa menerima Sertifikat ODF Tahun 2018, Hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak, Baik dari Kecamatan, Kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta dukungan pihak lain mensosialisakan Stop BAB Sembarangan. Dibutuhkan perjuangan untuk mengubah kebiasaan masyarakat sebelumnya dengan komitmen untuk Stop BAB Sembarangan. Pemerintah Desa Gayam siap mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk Jambanisasi demi terwujudnya prilaku hidup bersih dan sehat, ” Jelas Kades.

Camat Botolinggo Suhaji S.Sos mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa Gayam bisa mewakili Kecamatan Botolinggo menerima Sertifikat Desa ODF Tahun 2018. Desa Gayam mampu mengubah pola pikir masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat, hal ini perlu dipertahankan dan kami semua stake holder akan terus bersinergi memberikan sosialisasi kepada masyarakat, sebagaimana kita ketahui 41 persen masyarakat Se Bondowoso masih BAB Sembarangan. Kami berharap tujuh desa yang belum ODF, di tahun depan bisa mendeklarasikan menjadi desa ODF, “tegas Camat Botolinggo. (sws/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional