Connect with us

Probolinggo

Instruksi Mendagri, Disdukcapil Musnahkan Ribuan e KTP Invalid

Diterbitkan

||

Instruksi Mendagri, Disdukcapil Musnahkan Ribuan e KTP Invalid

Memontum Probolinggo – Sebanyak 13.569 keping e-KTP dimusnahkan Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Probolinggo. Belasan ribu e-KTP itu sudah dinyatakan tak berfungsi alias invalid. Kepala Disdukcapil Kota Probolinggo,Tartib Goenawan mengatakan, pemusnahan itu dilakukan lantaran adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa e-KTP yang sudah tidak berfungsi mesti dimusnahkan.

“Ada pemusnahan KTP yang rusak invalid ini berdadarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri kepada provinsi, bupati/wali kota se Indonesia. Jadi Kota Probolinggo memusnahkan KTP invalid sebanyak 13569 keping ini dimusnahkan,” kata Tartib kepada wartawan seusai pemusnahan, Jumat (21/12/2018).

Berdasarkan surat komitmen antara pihak keamakan dan dinas terkait, lanjut Tartib. KTP elektronik yang sudah tidak terpakai dan invalid itu mestinya disimpan di gudang. Namun, karena sudah tak terpakai pemerintah akhirnya berinisiatif untuk memusnahkan.

Tadinya dipotong, digunting disimpan di gudang ternyata tidak aman juga, bisa disalahgunakan,” ujarnya

E-KTP sebanyak itu berasal dari 2012 hingga 2018. Barang yang dimusnahkan adalah jenis e-KTP yang rusak dan ada juga e-KTP atas nama pemiliknya yang ganti status atau pindah domisili.

“Dari tahun 2012 ini dimusnahkan invalid itu yang rusak, pergantian status, ada yang karena salah nama ada yang dari status kawin jadi tidak kawin, perceraian, rusak,” terangnya.(geo/yan)

Pemerintahan

Terima Bea Siswa, Siswa Probolinggo Wakili Indonesia Ikuti Olimpiade Qatar

Diterbitkan

||

BANGGA : Nawawi Secara simbolis menerima beasiswa, diserahkan oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin (ist)

Memontum Probolinggo – Pemerintah kota Probolinggo sangat memperhatikan kualitas pendidikan SDM di Kota Probolinggo. Terbukti Wali kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin merealisasikan janjinya. Tiga pelajar asal Kota Probolinggo yang beprestasi namun kurang beruntung akhirnya dapat melanjutkan sekolah di universitas.

Ketiga anak yang beruntung yang mendapatkan beasiswa pendidikan strata 1 (S1) itu adalah Vida Komaria warga Jalan Cangkring, Kanigaran yang berkuliah jurusan sistem informasi, fakultas ilmu komputer di Universitas Jember. Vida merupakan anak dari Misnari dan Sucik, yang kesehariannya berjualan es. Ia lulusan SMA Negeri 4 Kota Probolinggo.

Selain Vida ada Sulton Nawawi, siswa SMA Sunan Giri. Sulton merupakan anak buruh tani, pasangan Supjan Sjafi’e dan Sundari yang tinggal di Jalan Musi, Kedopok. Ia kuliah di Universitas Negeri Malang fakultas sastra, jurusan sastra arab.

Ketiga adalah Wahyu Indrati. Ia juga anak dari keluarga yang kurang beruntung, Ia mengambil kuliah Diploma 3 Kesekretariatan, keahlian public relation program pendidikan vokasi di Universitas Brawijaya Malang. Bersama orangtuanya Arief Santoso dan Roebeda, Wahyu Indrati tinggal di Jalan Ikan Kerapu, Mayangan.

Dari jumlah beasiswa yang diberikan Pemerintah Kota Probolinggo yang diterima oleh masing-masing mahasiswa yang mulai kuliah di tahun 2019 ini berbeda-beda. Vida Komaria, di Universitas Jember mendapat beasiswa Rp 4,5 juta per semester. Sulton Nawawi Rp 5 juta per semester di Universitas Negeri Malang. Sedangkan Wahyu Indarti Rp 3 juta di Universitas Brawijaya.

Beasiswa tersebut diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin kepada Sulton Nawawi dan Vida Komaria, saat peringatan Hari Olahraga Nasional ke-36 di GOR Mastrip, Kamis (26/9/2019) pagi.

Beasiswa bagi mereka yang berprestasi, ingin melanjutkan kuliah namun tidak ada biaya memang sudah menjadi program Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Mochammad Soufis Subri. Hal itu merupakan bentuk apresiasi dan komitmen pemerintah untuk membantu generasi muda yang membutuhkan uluran tangan pemerintah setempat.

“Bagi yang sudah lulus SMA/SMK yang ingin meneruskan kuliah dan berprestasi namun karena faktor ekonomi tidak mampu, pemerintah akan bantu. Membantu untuk mendapat pendidikan yang lebih baik lagi. Pemerintah hadir supaya impian anak-anak Kota Probolinggo bisa tercapai, yaitu meneruskan ke perguruan tinggi,” kata Habib Hadi.

Habib Hadi juga berharap apa yang diimpikan dapat terwujud sehingga upaya pemerintah mendorong generasi muda menjadi lebih maksimal.

“Untuk para pendidik, terus bimbing anak didiknya hingga berprestasi. Yang tidak punya kemampuan ekonomi segera infokan untuk kemudian kami tindaklanjuti. Alhamdulillah, impian saya dalam masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Probolinggo bisa terwujud di kepemimpinan saya ini,” tambah Habib Hadi.

Sementara Kepala Disdikpora mengatakan bahwa perlu diketahui untuk prosedur mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Probolinggo ini cukup mendaftarkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan dinyatakan lulus dari jalur umum.

“Selanjutnya nanti akan kami verifikasi, mendatangi rumahnya dan mekanisme tersebut akan menentukan berhak mendapatkan beasiswa atau tidak,” jelas Kepala Disdikpora Maskur.

Selain itu prestasi membanggakan ditorehkan siswa kelas 9 F, SMP Negeri 5 Kota Probolinggo, Ahmad Fatur Rohman. Ia berhasil meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2019. Ia juga masuk dalam peringkat kedua dalam training center tahap 1 “The International Junior Science Olympiad 2019”.

Desember nanti, Ahmad Fatur Rohman akan berangkat mewakili Indonesia mengikuti Olimpiade Sains di Qatar. “Saat ini sedang ada di Bandung. Salah satu siswa dari Kota Probolinggo akan mewakili Indonesia, itu sangat luar biasa. Kami ikut berbangga,” kata Wali Kota Habib Hadi.

Melihat kemampuan Ahmad Fatur, kata Habib Hadi, ia memaknai apapun bisa diraih oleh siapapun asal mau melakukan hal seperti apa yang diharapkan. Ia pun menekankan, agar pendidik di sekolah dapat memperhatikan potensi anak didik untuk terus didukung dan dikembangkan.

“Semoga berjalan lancar dan mendapat yang terbaik,” harap wali kota.

Pemerintah Kota Probolinggo juga akan memberikan bantuan dana senilai Rp 10 juta kepada Ahmad Fatur Rohman dan sebuah laptop. Untuk guru pembimbing dan kepala sekolah pun mendapat bantuan uang tunai. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pasca Terbakar 4 Bulan Lalu, Kini Pembangunan Klenteng Sumber Naga Dimulai

Diterbitkan

||

Pasca Terbakar 4 Bulan Lalu, Kini Pembangunan Klenteng Sumber Naga Dimulai

Memontum Probolinggo – Dimulai, Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kota Probolinggo akhirnya terlaksana, setelah empat bulan lalu kebakaran yang melalap sejumlah ruangan. Secara resmi renovasi ditandai dengan penghancuran bagian bangunan klenteng oleh Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri bersama beberapa tokoh tempat peribadatan Klenteng. Selasa (17/9/2019) siang.

Pelaksanaan pembangunan klenteng dilaksanakan oleh PT Karya Nusajaya Abadi yang dipimpin Matius Kosasih, yang ikut hadir dalam acara seremonial tersebut. Selain itu nampak Nur Fadilatus Safiyah, Kasub Unit Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Wawali memotong tumpeng saat Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga sebelum dimulai. (Istmw)

Wawali memotong tumpeng saat Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga sebelum dimulai. (Istmw)

Sesuai rencana pembangunan klenteng akan memakan waktu sekitar satu tahun. Bahkan untuk memaksimalkan pengerjaan renovasi, sudah dibentuk panitia yang mengawal pembangunan diketuai Budi Harsono.

“Kami memastikan tidak merubah bentuk bangunan, sesuai dengan yang lama. Untuk bahan disesuaikan dengan saat iniKami memohon doa restu agar pembangunan sesuai rencana dan dijauhkan dari halangan,” kata Ketua TITD Sumber Naga, Adi Sutanto Saputra.

Sementara itu, Wawali Subri menyampaikan ucapan terima kasih kepada etnis Tionghoa yang masih berkenan menyempatkan diri membantu kemeriahan Semipro 2019 lalu. Ia pun mengucapkan duka mendalam atas terbakarnya musibah di klenteng.

“Dan, alhamdulillah sudah empat bulan dan tidak berlarut-larut, klenteng yang berdiri sejak tahun 1865 ini dengan bahu membahu akhirnya dibangun kembali. Usahakan (bangunan) bisa kembali seperti semula karena setiap sudut klenteng ini ada ukuran dan nilai historisnya,” kata Subri.

Wawali meminta ada maket desain renovasi klenteng yang dikirimkan ke pemkot untuk dibantu mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

“Agar punya legalitas sempurna, selain sertifikat juga IMB yang menjadi dokumen sah agar klenteng diakui secara historis dan secara legal juga,” ujarnya.

Menurut Kasub Unit Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nur Fadilatus Safiyah, pihaknya sudah duduk bersama dengan Disbudpar Kota Probolinggo dan panitia pembangunan klenteng untuk melakukan penyusunan pada bangunan cagar budaya.

“Intinya tidak merubah bentuk bangunan dan beliau sepakat tidak akan merubah apapun termasuk ornamen. Karena lingkungan lebih rendah dari jalan akan ada peninggian sekitar satu meter namun ornamen dan bangunan seperti awal,” ucap Nur.

“Peninggian diperbolehkan karena kondisi saat ini jalan lebih tinggi, selama tidak merubah dari bentuk fasad (bentuk bangunan) tidak masalah,” sambungnya.

BPBC Trowulan ternyata menyimpan dokumentasi beberapa bentuk ornamen di klenteng Probolinggo ini. Dokumentasi itu diperlukan untuk dikonsultasikan dengan ahlinya. Sebab dinding klenteng yang sebelumnya dipenuhi lukisan harus dikembalikan seperti semula.

“Kami sudah memberikan data yang kami miliki dan beliau semua concern. Segala bentuk perkembangannya pun kami selalu dilibatkan. Untuk pembangunannya, proses ke depan mungkin akan melakukan peninjauan,” ucap Nur Fadilatus lagi.

Dari yang menggarap bangunan klenteng sendiri, Matius Kosasih, PT Karya Nusajaya Abadi mengatakan, pengerjaan awal yang akan dilakukan adalah pengukuran eksisting. Setiap dimensi diukur dahulu karena prinsip restorasi yaitu mengembalikan bentuk sesuai asal mulai dari bawah sampai ke atas.

“Barang yang putus mempunyai tingkat resiko berbahaya akan diturunkan bertahap. Yang bahaya kita turunkan. Lalu membuat kuda-kuda dan lengkungnya disesuaikan seperti awal. Setiap dimensi yang sudah siap, kami cek bersama-sama baru dibongkar. Prinsipnya ada kenaikan satu meter,” jelasnya.

Matius memperkirakan, secara main structure harus selesai dalam waktu satu tahun. Untuk final touch ia tidak menjamin akan selesai di tahun yang sama.

“Kami harus mendapat referensi dari banyak sumber. Tulisan, lukisan yang rusak harus cari sumber yang cocok dan ini upredictable. Kalo struktur sangat cepat, tetapi ornamen lainnya harus terukur dan ada filosofinya,” terang pria berkacamata ini.

Tenaga kerja yang dilibatkan dalam renovasi klenteng ini tidak bisa secara frontal karena ada detail yang harus diperhatikan. Saat ditanya soal anggaran yang dibutuhkan, Matius mengaku masih menghitung antara material yang dibutuhkan dan budget. Ia juga akan melibatkan ahli feng shui dalam proses renovasi klenteng di Jalan WR Supratman Kota Probolinggo ini. (pix/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pembahasan P-APBD Kota Probolinggo Ditargetkan Tepat Waktu

Diterbitkan

||

Pengambilan sumpah ketua dan wakil DPRD (istimewa )

Memontum Probolinggo – Dengan melalui proses yang panjang di internal DPRD dan partai politik, DPRD Kota Probolinggo kini punya pimpinan definitif. Dengan susunan Ketua DPRD Abdul Mujib, Wakil Ketua DPRD Nasution dan Fernanda Zulkarnain mengucapkan sumpah atau janji disaksikan sejumlah undangan yang hadir dalam rapat paripurna. Senin (16/09/2019), malam.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang diwakili Wawali Mochammad Soufis Subri menyaksikan prosesi pengucapan sekaligus menyampaikan sambutan.

“Semoga dengan nahkoda yang berasal dari berbagai partai politik ini dapat menyelesaikan berbagai persoalan secara kolektif kolegial, membawa aspirasi masyarakat secara merata sehingga membawa Kota Probolinggo semakin jaya dan lebih baik,” ujar Subri.

Pimpinan DPRD bersama Pemerintah Kota Probolinggo diharapkan dapat berjalan beriringan sesuai dengan fungsi, tugas, wewenang dan hak DPRD. DPRD punya tiga fungsi yaitu legislasi, berkaitan dengan pembentukan raperda. Kemudian fungsi anggaran dengan kewenangan dalam anggaran APBD dan pengawasan, mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Menurut Subri, bersama seluruh jajaran birokrasi, eksekutif dan para pemangku menjadi amanah. Mampu bersinergi dalam menggerakkan berbagai program dan kegiatan pembangunan. Masyarakat menaruh harapan besar kepada eksekutif dan legislatif karena dua lembaga ini mempunyai peran yang krusial dalam jalannya roda pemerintahan.

Subri juga berharap, eksekutif dan legislatif dapat saling bersinergi demi mewujudkan visi misi yaitu membangun bersama rakyat untuk Kota Probolinggo lebih baik, berkeadian, sejahtera, transparan, aman dan berkelanjutan.

“Karena membangun sebuah kota bukan hanya secara infrastrukturnya saja, tetapi juga membangun sumber daya manusianya,” jelas Subri.

Ya, sejumlah pekerjaan mendesak sudah menanti DPRD, seperti perubahan APBD 202019 yang sudah siap dibahas.

“Sebab banyak harapan dan aspirasi masyarakat yang baru terealisasi saat APBD 2019 sudah disetujui oleh DPRD. Kami berharap alat kelengkapan dewan segera dibahas agar kegiatan-kegiatan bisa berjalan seperti harapan masyarakat,” imbuh politisi dari Partai Demokrat ini.

Subri juga menyampaikan, seluruh anggota dewan terpilih baik petahana maupun yang baru bisa menjaga kondusifitas dan kerukunan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Sesuai arahan wali kota, eksekutif siap membuka komunikasi seluas-luasnya dengan unsur DPRD baik itu pimpinan dan anggotanya.

“Kami siap berdiskusi baik itu secara formal atau informal seperti cangkruk bareng membahas tentang banyak hal yang tentunya demi kemashalatan masyarakat Kota Probolinggo,” terang Subri lagi.

Sementara itu, Ketua DPRD Abdul Mujib menyatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa hal usai dilantik secara definitif dengan wakil ketua DPRD lainnya.

“Tentu seperti tadi yang disentil Bapak Wakil Wali Kota terkait P-APBD yang belum selesai. Secepat mungkin akan kami bahas, biasanya kan membahas tatib (tata tertib) dulu lalu AKD (alat kelengkapan dewan) sekarang kami bahas AKD baru tatib. Kami masih pakai tatib tahun 2018 lalu,” ucap Mujib.

Setelah AKD terbentuk, pimpinan langsung membahas P-APBD karena batas waktu menyerahkan perda P-APBD ke Gubernur Jawa Timur sebelum 30 September.

“Ukurannya besok (17/9/2019) sampai tanggal 30 kami memanage waktu yang ada. Tapi, hitungannya bukan tanggal 17-30, sebelum itu, dalam minggu ini dipercepat,” beber Abdul Mujib.

Ditegaskan oleh Ketua DPRD dari PKB tersebut bahwa P-APBD tidak dibahas maka imbasnya adalah semua elemen akan merasakan.

“Ya harus dibahas, ini tanggung jawab 30 anggota dewan terutama pimpinan. Kami bertugas bagaimana mengkoordinasikan teman-teman yang lain,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Wawali Subri menuturkan soal membuka lebar komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Ketua DPRD pun menyambut baik komentar tersebut. Karena menurutnya, sesuai amanat UU nomor 23 tahun 2014 bahwa pemerintahan ada unsur legislatif dan eksekutif. Dari acuan tersebut sudah seharusnya ada kooordinasi yang baik antara dua lembaga ini.

“Apa yang dikemukakan Pak Wakil Wali Kota menurut kami itu baik. Tidak ada salahnya berkomunikasi dengan konsep apapun toh itu untuk kemajuan Kota Probolinggo ke depan. Untuk ke depan sekiranya Kota Probolinggo menjadi lebih baik,” tutup Mujib. (Pix/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending