Connect with us

Kediri

Kota Kediri Kembali Raih Adipura

Diterbitkan

||

Kota Kediri Kembali Raih Adipura

Memontum Kediri – Walikota kediri, Abdullah Abubakar kembali menerima Piala Adipura kategori kota sedang dari Wapres Jusuf Kalla, di Gedung Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Winabakti, Jakarta. Salah satu poin utama keberhasilan Kota Kediri memboyong Piala Adipura karena pengelolaan sampah yang ada di Kota Kediri.

Walikota Kediri yang akrab disapa mas Abu itu usai menerima penghargaan mengungkapkan, penghargaan Adipura yang diraih ini menjadi penyemangat warga Kota Kediri untuk Kota Kediri yang lebih bersih dan lebih bijak lagi terhadap sampah. “Penghargaan Adipura yang kita raih untuk tahun 2018 ini dapat kita jadikan penyemangat kita semua sebagai warga Kota Kediri untuk kota Kediri yang lebih bersih, lebih baik lagi dan dan lebih bijak terhadap sampah,” ujarnya.

Dalam hal penanganan sampah Walikota aktif mengajak masyarakat untuk bijak dan memulai semua aktivitasnya dengan bebas dari penggunaan plastik. “Saya mengajak masyarakat dan seluruh elemen yang ada di Kota Kediri untuk tidak sembarangan dalam menggunakan plastik atau menggunakan yang mudah didaur ulang, ” tegasnya.

Namun demikian Mas Abu terus berupaya agar permasalahan sampah tersebut bisa diatasi, dengan ditindaklanjuti dengan akan dikeluarkannya kebijakan tentang pengurangan penggunaan plastik.

“Sebentar lagi saya akan keluarkan kebijakan untuk Kota Kediri setidaknya tidak menggunakan plastik atau bebas dari plastik sekali pakai,” ujarnya.

Walikota juga menjelaskan konsep Kota Kediri bukan meraih Adipura, penghargaan ini adalah bonus, namun yang terpenting, Pemerintah Kota Kediri menjaga serta merawat kebersihan dan kenyamanan di Kota Kediri. Seperti revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat dinikmati oleh masyarakat. (im/mid/yan)

Kediri

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Diterbitkan

||

oleh

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Memontum Kediri – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka secara resmi Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya kemarin. Harmoni Fair tersebut merupakan rangkaian puncak Hari Jadi ke-1140 Kota Kediri dan digelar hingga 22/9/ 2019.

Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, Harmoni Fair ini baru pertama kali diselenggarakan. Harmoni Fair ini dapat menggerakkan UMKM dan produk kreatif yang ada di Kota Kediri.

“Saya senang sekali karena kita sedang getol-getolnya menggerakkan perekonomian khususnya di UMKM. Kalau kita lihat di Kota Kediri, Alhamdulillah tahun demi tahun sudah banyak peningkatan khususnya pada daya saing UMKM. Ini berkat dari kita semua bergerak bersama-sama agar UMKM semakin baik dengan berbagai pelatihan dari Disperdagin, Dinkop UMTK ada juga dari Bank Indonesia,” katanya.

Dengan meningkatnya sektor UMKM perekonomian di Kota Kediri cukup menggeliat, dibuktikan dengan data dari statistik. “Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menyentuh angka 7,02%, ” tambahnya.

Kedepan Mas Abu berharap tidak hanya pemerintah saja yang mengadakan acara seperti ini, namun dari sektor swasta juga harus mengadakan pameran-pameran seperti ini.

“Kita bisa bergerak dan bekerjasama. Saya berharap banyak anak muda kreatif yang bergabung dan berkomunikasi ke Pemerintah Kota Kediri agar semua terjalin dengan baik. Semoga kedepan akan lebih semarak lagi dan UMKM ini mereka berjaya di market place, ” harapnya.

Harmoni Fair tidak hanya menyuguhkan produk UMKM saja, akan tetapi memasuki pintu utama, pengunjung akan dibawa melihat berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Kediri.

Selanjutnya pengunjung akan melihat kampung wisata di Kota Kediri, stand UMKM dari Kota Kediri dan berbagai daerah lainnya, stand pameran instansi, food truck, kuliner, clothing, pameran dari komunitas motor, serta panggung hiburan. (aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Diterbitkan

||

oleh

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Memontum Kediri – Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mewarning tiga camat yang baru dilantik agar konsentrasi mensejahterakan masyarakat dan mewaspadai stunting.

Hal itu disampaikan Bupati saat melantik tiga camat baru yakni kecamatan Ringinrejo, Papar dan kecamatan Ngancar, karena tetiga wilayah kecamatan tersebut menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kediri dr. Hj.Haryanti Sutrisno.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pimpinan, dan kepercayaan tersebut tentunya lahir dari persyaratan dan kompetensi yang telah dipenuhi.

“Pada kesempatan ini saya berpesan kepada semuanya bahwa kesejahteraan masyarakat harus selalu menjadi prioritas kita semua. Bagi ibu yang memiliki anak harus selalu kita berikan motivasi untuk memberikan ASI kepada anaknya. Dari jumlah angka kelahiran bayi, 80% anak harus mendapat asupan ASI, itu target kita. ” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Haryanti menekankan pentingnya peran serta semua pihak untuk mencegah stunting. “Stunting juga harus tetap menjadi perhatian kita semua, agar anak-anak di Kabupaten Kediri menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa. Anak sejak lahir hingga usia 2 tahun harus mendapatkan asupan gizi yang cukup demi masa depan mereka nanti,” tutur Bupati.

Untuk diketahui, Ibnu Imad, S.Sos yang semula Camat Ringinrejo menjadi Camat Ngancar. Drs. Purwiaji, MM, yang semula sebagai Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, kini menjabat sebagai Camat Papar Kabupaten Kediri. Sedangkan Drs. Kaleb Untung Satrio, MM, yang semula Sekretaris DP2KBP3A, dimutasi menjadi Camat Ringinrejo.

Pelantikan dilakuikan di ruang Joyoboyo Pemkab Kediri itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Sekretaris Daerah Dede Sujana, serta seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kediri. (mid/kmf/aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Targetkan IKL 70,00 DLHKP Gelar Forum Diskusi Lingkungan Hidup

Diterbitkan

||

oleh

Targetkan IKL 70,00 DLHKP Gelar Forum Diskusi Lingkungan Hidup

Memontum Kediri – Untuk mencari solusi tepat dalam menangani sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Kediri tahun 2019.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, SE mengingatkan forum ini penting untuk keberlanjutan bersama, khususnya untuk Kota Kediri. “Saya rasa sekarang Pak Presiden pun juga sangat fokus terhadap krisis lingkungan hidup. Oleh karena itu, kita diskusinya juga harus kritis supaya bisa membangun Kota Kediri betul-betul lebih baik lagi, ” katanya.

Dalam forum diskusi yang dilaksanakan di Ruang Kilisuci itu Walikota mengingatkan, yang paling kelihatan yaitu aspal jalan di Kota Kediri selalu naik, lalu masyarakat lebih suka paving dibanding tanah. Paving memang bisa menyerap tapi tidak bisa maksimal seperti tanah.

” Saya lihat didaerah maju, taman-taman digunakan sebagai resapan air, ni juga perlu kita pikirkan bersama. Apabila ada ruang publik justru harus digunakan untuk resapan air, ” tegasnya.

Walikota mengaku, ia bersama Ning Lik memiliki misi untuk mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, yakni mentarget di 2024 indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya menjadi 70,00.

” Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya 58,29, target saya di 2024 nanti menjadi 70,00, Saya berharap banyak lagi tempat-tempat yang layak untuk anak-anak bermain. Karena penduduk kita kurang lebih 80% tempatnya di perkampungan, 20% nya di pinggir jalan. Rata-rata rumahnya berdekatan. Oleh karena itu, mereka harus bermain di luar dengan alam,” lanjut Mas Abu.

Topik bahasan dalam forum tersebut yaitu Sumber Daya Alam (SDA), kualitas lingkungan hidup, pengendalian SDA dan adaptasi mitigasi perubahan iklim di Kota Kediri, dengan menghadirkan nara sumner Dr. Lutfi Muta’ali pengajar Fakultas Geografi dari UGM Yogyakarta. (aji/mid/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending