Pemerintahan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

Wabup Jember Hadiri Muskerkab PMI

  • Rabu, 27 Maret 2019 | 19:11
  • / 20 Rajab 1440
Wabup Jember Hadiri Muskerkab PMI
SAMBUTAN : Drs KH A Muqit Arief beri motivasi PMI. (yud)

Memontum Jember – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember Rabu (27/3/2019) mengadakan Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) di gedung aula PMI Jember dan dihadiri Wakil Bupati Jember Drs KH A Muqit Arief.

Dalam sambutannya Wakil bupati (Wabup) yang mempunyai latar belakang Kiyai ini berharap musyawarah itu menghasilkan keputusan yang mampu mendekatkan PMI kepada seluruh komunitas di Kabupaten Jember.

BERSAMA : Foto bareng dengan para tokoh. (yud)

BERSAMA : Foto bareng dengan para tokoh. (yud)

“Dan yang terpenting sekali menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas, karena kehadiran PMI sangat diharapkan di tengah masyarakat, sampai ke pelosok-pelosok,” ujar pengasuh Ponpes Al Falah Silo ini.

Masyarakat Jember lanjut kiai Muqit, merupakan masyarakat religius dan agamis, karena itu PMI bisa menggunakan pendekatan religi, selain hanya pendekatan kesehatan, sehingga lebih mudah diterima.

“ Mengenai hal yang dapat disinergikan dengan Pemkab Jember, Wabup mengatakan, perlu menunggu hasil dari rapat kerja PMI, karena Pemerintah Kabupaten Jember juga akan berkepentingan dengan program kerja yang akan dilaksanakan oleh PMI Jember, “ terangnya.

Wabup, mengatakan, dalam pengurusan Ketua PMI Jember selama 1 tahun 4 bulan ini sudah luar biasa, langkah-langkahnya sangat cepat, di internal maupun kegiatan lainnya.”Langkah-langkah yang demikian cepat ini perlu terus digalakkan,” katanya.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Jember, E.A Zaenal Marzuki, menyampaikan PMI Jember memiliki perbedaan fungsi dengan dengan PMI lain, diantaranya, PMI Jember memiliki Poliklinik Pratama.

“Sebelumnya berupa Poliklinik Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) yang terletak di Jubung Jember, sekarang saya tingkatkan menjadi poliklinik pratama untuk melayani masyarakat, dulu vakum tidak berfungsi,” jelasnya.

Bahkan, sambung Zaenal, SMKN 5 Jember juga bekerjasama dengan PMI Jember, dengan didukung oleh BPJS Kesehatan melakukan pengobatan ke PMI.

“Kita punya SLB, yang lain tidak punya, maka disitulah kita kelola, PMI Jember juga membentuk unit hukum dan audit serta unit humas, jal ini diperlukan untuk sebuah perbaikan tanpa harus menyalahkan siapapun, ” bebernya.

Zaenal mengatakan, sekarang fokus pada klinik pratama supaya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dokter yang siap mengabdi, dokter umum, dan dokter gigi bukan aparatur sipil negara.

“Kedepan, PMI Jember berharap kepada pemerintah menempatkan dokter praktek kandungan, minimal satu minggu sekali, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.” Pungkasnya. (yud/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional