Pemerintahan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
lenjag

Perkuat Sinergitas Stakeholders Lintas Wilayah dalam Noto Malang Raya

  • Sabtu, 13 April 2019 | 18:59
  • / 7 Sya'ban 1440
Perkuat Sinergitas Stakeholders Lintas Wilayah dalam Noto Malang Raya
Walikota Malang Sutiaji memaparkan konsep Pentahelix dan perencanaan visi pembangunan kota Malang. (rhd)

Memontum Kota Malang – Sinergitas semua elemen dalam pembangunan Kota Malang sangat dibutuhkan dan harus diperkuat, tak terkecuali sinergi stakeholders atas pengembangan Kota Malang melalui Pentahelix, dengan melibatkan 5 unsur, diantaranya Pemerintah, Pengusaha, Komunitas, Akademi, dan Media.

Untuk merealisasikan visi Kota Malang Bermartabat, perlu dukungan setiap pemangku kepentingan kota sesuai perannya masing-masing, sehingga terbentuk sebuah Super Team.

Meliputi pemerintah (regulator), akademisi (konseptor), dunia usaha (enabler), komunitas (akselerator), dan Media (ekspander). “Semua punya kepentingan sama, maka ayo bareng-bareng noto Malang,” ungkap Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, yang membawakan materi “Sinergi Pemerintah Daerah Malang Raya dalam mendukung Perekonomian Daerah”, dalam acara Malang Raya Economic Forum bertemakan Bareng-bareng Noto Ngalam Raya, di ruang Majapahit Hotel Santika Premiere Malang, Jumat (12/4/2019).

Para pemateri dan pejabat BI. (rhd)

Para pemateri dan pejabat BI. (rhd)

Tercapai E-konsep yang dibangun dari ikhtiar pemahaman terhadap karakter dan potensi kota Malang, selanjutnya diwujudkan menjadi wajah Kota Malang di masa mendatang melalui perencanaan visi pembangunan kota, diantaranya Malang City Heritage (ikon sejarah dan jejak perjuangan), Malang Creative (Centre Of Creative Economic), Malang Services (role models pemerintahan colaborative), Malang 4.0 (literasi teknologi informasi di segala bidang), Malang Halal (Centre Of Halal Tourism), Malang Nyaman (tata kota yang ramah dan berkelanjutan).

“Malang sebagai Kota Heritage yang dipusatkan di Kayoe Tangan. Karena kita tahu, bahwa Kota Malang memiliki banyak jejak sejarah. Harapan kami ini akan lebih baik dari Malioboro dan Braga. Selain itu, kami akan membangun Kampung Arema di lahan seluas 25 hektar dengan menggandeng beberapa stakeholders, karena dananya cukup besar. Juga menggubah Ex Mall Ramayana menjadi Mall UMKM,” beber Sutiaji.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional