Pemerintahan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
iklan Ucapan HUT RI Gerindra Kota Batu
iklan Ucapan HUT RI BPC Laskar Nusantara Lumajang
lenjag

Khofifah Ajak Wartawan Hitung Bambu Boonpring

  • Minggu, 5 Mei 2019 | 18:14
  • / 29 Sya'ban 1440
Khofifah Ajak Wartawan Hitung Bambu Boonpring
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pawarsa Kunjungi Stand BUMDesa. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Memontum Malang Kabupaten Malang memang memiliki segudang potensi. Mulai dari kekayaan alam, objek wisata, kuliner, hingga potensi desa, seolah menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi daerah yabg memiliki slogan The Heart Of East Java ini.

Salah satu potensi yang bisa dibanggakan adalah melalui gerakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari sekian banyak potensi Yang ada saat ini, objek wisata Boonpring, yang berlokasi di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, juga bisa dijadikan rujukan bagi daerah lain. Baik itu desa yang ada di Kabupaten Malang maupun yang ada di Jawa Timur.

“Alhamdulilah Jambore BUMDes pertama kali di Jawa Timur ini, bisa diselenggarakan di Desa Sanankerto. Potensi BUMDes disinj (Boonpring) merupakan juara pertama di tingkat nasional. Saya berharap hal ini bisa dijadikan refernsi bagi desa lain yang ada di Jawa Timur,” papar Dra Hj Khofifah Indar Pawarsa Gubernur Jawa Timur dalam kunjungan kerjanya di taman Wisata Boonpring Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang Sabtu (4/5/2019) kemarin.

Prestasi ini tentunya tidak akan tercapai jika tidak ada sinergitas antar instansi. Baik itu instansi pemerintahan, pendidikan, maupun perusahaan. Dima selama ini wujud kerjasama antar instansi tersebut, saling bahu-membahu dalam melakukan pendampingan terkait potensi BUMDesa yang ada.

“Kita bisa lihat disini (Boonpring) potensinya sangat luar biasa. Mudah-mudahan temen-temen bisa menghitungnya. Katanya disini ada 100 lebih spesies bambu,” ungkapnya.

Dijelaskan Khofifah, sebagai informasi, di objek wisata Boonpring memang memiliki sedikitnya 102 spesies bambu, yang tumbuh secara alami. Dengan potensi inilah, Kofifah menghimbau kepada para wartawan agar turut serta memviralkan terkait potensi yang dimiliki Boonpring tersebut.

“Saya rasa jika potensi ini dipublikasi dengan baik, maka yang datang tidak hanya wisatawan saja. Tapi para peneliti juga bakal tertarik untuk melakukan penelitian terkait potensi habitat bambu yang ada disini,” sambung Kofifah.

Pihaknya menambahkan, Jambore BUMDes yang diselenggarakan kali pertama ini, merupakan format guna meningkatkan sektor ekonomi dari faktor pedesaan. Tentunya denga potensi yang ada di masing-masing desa, bisa menguatkan sentra pertumbuhan ekonomi baru, termasuk peningkatan dana desa.

BUMDes Boonpring yang berlokasi diDesa Sanankerto ini misalnya. Selain menyandang juara pertama di tingkat nasional, destinasiisata yang memiliki lebih dari 100 spesies bambu ini, juga mampu memberi sumbangsih lebih di sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah).

“Saat ini, BUMDesa Boonpring ini bisa menyumbang pendapatan PAD mencapai Rp 460 juta,” terang Kofifah.

Wanita yang identik mengenakan hijab ini, menaruh harapan besar jika Boonpring nantinya bisa semakin berkembang seperti yang terjadi di Pujon Kidul.

“Saya ingat betul, dua tahun lalu Pujon Kulon saya resmikan. Namun hingga sekarang sudah semakin berkembang dan bisa menghasilkan PAD hingga sebesar Rp 2,5 miliar,” pungkasnya. (Sur/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional