Pemerintahan

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS
lenjag

Pemkab Jember Intens Usulkan Gelar Pahlawan Nasional, KH Achmad Siddiq

  • Senin, 13 Mei 2019 | 22:30
  • / 8 Ramadhan 1440
Pemkab Jember Intens Usulkan Gelar Pahlawan Nasional, KH Achmad Siddiq

Jember, Memontum – Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, kembali membahas usulan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Achmad Siddiq dengan Tim Task Force Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember yang dipimpin Dr Akhmad Taufiq, SS, MPd.

Bertempat di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (13/5/2019) siang, kali ini bupati menyatakan akan ada pendampingan tata negara dari Pemkab Jember untuk usulan tersebut. Ini disampaikan setelah mendapat penjelasan lampiran usulan tersebut dari tim.

Salah satu anggota tim, M Haidlor dalam paparannya menjelaskan usulan tersebut dalam konteks kekinian, yakni pasca reformasi dan ideologi Pancasila yang mulai memudar. Juga terkait dengan kondisi sosial mutakhir dengan menguatnya radikalisme yang akan mengancam eksistensi Pancasila ke depan.

Haidlor juga menjelaskan dalam konteks sosial dan politik yang berkembang pada masa penerimaan asas tunggal Pancasila.

“Pada waktu itu resistensi terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa mendapat tantangan kuat, terutama dari kalangan umat Islam, dan NU melalui Munas dan Muktamar mengakhiri polemik dengan menerima asas tunggal Pancasila sebagai ideologi bangsa,” terangnya.

Bupati jember dr Hj Faida MMr beraudensi lanjutan dengan LP3M

Bupati jember dr Hj Faida MMr beraudensi lanjutan dengan LP3M

Dalam Munas NU tahun 1983 dan Muktamar NU tahun 1984, masih jelas Haidlor, KH Achmad Siddiq memberi solusi dari perdebatan para ulama dengan menerjemahkan Khittah NU yang perlu menerima Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara.

Inti dari pendapat KH Achmad Siddiq saat Munas dan Muktamar, NU harus menerima Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan perwujudan dari nilai-nilai ajaran Islam, dan Pancasila itu sangat relevan dengan fiqih ahlussunnah waljamaah dan konteks kebangsaan.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional