Connect with us

Sampang

DPRD Sampang Gelar Pemandangan Umum Fraksi Pelaksanaan APBD 2018

Diterbitkan

||

DPRD Sampang Gelar Pemandangan Umum Fraksi Pelaksanaan APBD 2018

Memontum Sampang – Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sampang dalam penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi -Fraksi DPRD Kabupaten Sampang terhadap penyampaian pertanggung jawaban pelaksanaan apbd Ta. 2018, Senin 24 Juni 2019 dihadiri langsung Oleh Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi dan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat.

laporan Sekretatis DPRD Sampang dalam acara H. Moh. Anwari Abdillah pada rapat paripurna penyampaian pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Ta. 2018 menurutnya telah memenuhi ketentuan.

dalam pembukaan rapat Paripurna, Ketua DPRD Sampang, Juhari memberikan sambutan hangat atas kehadiran Bapak Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi dan Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat, serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Alhamdulillah pada hari ini tanggal 24 juni 2019 kita mendapatkan syafaat dan Ridho dari Allah swt. serta sholawat dam salam kita haturkan untuk junjungan Nabi Besar Muhammad. SAW,”Tuturnya

Lebih lanjut Juhari mengatakan, berdasar pada kenyataan dengan ini perlu kami informasikan bahwa rapat Paripurna ini merupakan rapat kelanjutan pada rapat sebelumnya terkait pertanggung jawaban penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 dari fraksi -fraksi dan penyampaian pertanggung jawaban dari Bupati dan Wakil Bupati Sampang.

laporan pertanggung jawaban, dari fraksi PKB yang disampaikan oleh Ketua fraksi PKB fauzan Seini melalui Kadir Fais menyampaikan, setelah menimbang dan memperhatikan APBD Ta. 2018, fraksi PKB menyimpulkan, masih belum sesuai dengan harapan masyarakat secara umum, hal ini dilihat dalam tidak terpenuhi pelayanan yang maksimal dilingkungan pelayanan kesehatan. untuk itu kami fraksi Pkb mengharap kepada Bapak Bupati untuk lebih meningkatkan kembali.

“Kami meminta aksi agar Bupati segera mensukseskan terbangunnya serpang, dengan demikian masyarakat Sampang khususnya masyarakat Desa Sreseh menaruh semangat baru kepada Bupati dan Wakil Bupati Sampang untuk segera menyelesaikan program pembangunan serpang sesingkat -singkatnya agar bisa terselesaikan,”Pungkasnya

Masyarakat Sampang juga membutuhkan air bersih, selama ini, Bupati dan Wakil Bupati tidak ada yang bisa menyelesaikan pembangunan serpang, dan kali ini, kami mengharap ada sejarah baru demi Sampang Hebat Bermartabat agar pembangunan serpang bisa segera di selesaikan. sehingga nantinya bisa dua periode untuk melanjutkan pembangunan – pembangunan yang lain.

Smentara itu, terkait pelaksanan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memandang OPD belum serius dalm melakukan pengelolaan, hal itu dapat dilihat dalam penyampaian Rancangan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2018. Setelah membaca, menelaah dan mengkaji nota penjelasan Bupati Tentang Rancangan peraturan Daerah tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2018, selalu berharap agar terhadap setiap penyusunan anggaran daerah harus memenuhi prinsip komperhensiv, prinsip kesimbangan, prinsip fleksibelitas, prinsip prioritas, prinsin efisien, prinsip unity, serta prinsip publicity. inibpenting agar keterbatasan nominal APBD, yang ada dapat di daya gunakan secara malsimal untuk kepentingan kebutuhan pembangunan insfrastruktur dan suprastruktur masyarakat sampang seutuhnya

” Target pendapatan Daerah sebesar Rp. 1. 713. 487. 271. 710. 06 yang terdiri dari pendapatan asli Daerah,”Paparnya.

selain itu, lanjut Muhammad Subhan, Dana Perimbangan dari target awal setelah perubahan sebesar Rp. 1. 208. 106. 669. 560. 60 sen terealisasi sebesar Rp. 1.495.975.445,00 Total belanja belanja Daerah setelah perubahan APBD 2018 target awal sebesar Rp. 1. 834.655.838.276.49 terealisasi menjadi Rp. 1.668.227.124.511.17.

“Harapan kami kedepan 10 tahun yang akan datang Kabupaten Sampang dapat berkembang dibawah Kepemimpinan Djihad,”Harapnya.

Sementara itu, Dalam Jawaban Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi dalam Pemandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Sampang, terhadap Rancangan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2018, Sisa lebih perhitungan anggran Tahun 2018 sebesar Rp. 130.752.271.36.67 merupakan sisa lebih ahir tahun 2018 atas pengelolaan dana APBD seluruh SKPD termasuk dana transfer yang sudah ditentukan peruntukannya, yang tersimpan di rekening Kas Daerah Sebesar Rp. 104.599.339.199.32 sisa lebih pengelolaan dana kapitasi JKN 21 Puskesmas sebesar Rp. 15.590.287.719.98. sisa lebih pengelolaan dana BLUD RSUD yang tersimpan direkening kas BLUD RSU sebesar Rp. 7.244.582.680.1 dan sisa lebihboengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) SD dan SMP Negeri se Kabupaten Sampang sebesar Rp. 3.318.61.437.36

Lebih lanjut H. Idi menjelaskan, Dari total sisa lebih pengelolaan dana APBD seluruh SKPD, telah dialokasikan pada APBD Induk Tahun 2019 sebesar Rp. 78. 712.828.470, sedangkan sisanya akan dialokasikan melalui Perubahan APBD Tahun anggaran 2019 sesuai dengan Peruntukkannya.

“Secara umum terhadap seluruh saran, himbauan dan pendapat yang disampaikan masing – masing fraksi DPRD, pada prinsipmya akan kami perhatikan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pelaksanaan Pemerintah dan Pembangunan di Kabupaten Sampang,”Terangnya. (rif/ysn)

 

Pemerintahan

Akibat Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Sampang Alami Penyusutan

Diterbitkan

||

Lokasi sumber produksi air Ruberuh 1 dan 2. (zyn)

Memontum Sampang – Akibat kemarau berkepanjangan sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang alami penyusutan. Efek dari penyusutan tersebut aliran air ke pelanggan kini macet.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin menyebutkan ada beberapa sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang yang mengalami penurunan bahkan hingga mencapai 0%.

“Untuk wilayah Kecamatan Kota ini sumber Ruberuh 2 sudah 0%, sedangkan Ruberuh 1 masih sekitar 30%,” ungkapnya.

Kemudian Yazid menambahkan tidak hanya di wilayah Kecamatan Kota yang mengalami penyusutan debit air, hal yang sama juga terjadi di kecamatan lainnya yang juga termasuk sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang.

“Yang mengalami penyusutan di luar Kecamatan Kota antara lain Sogian Kecamatan Omben 25%, Kecamatan Tambelangan 5%, Bencelok Kecamatan Jrengik 0% Kanjar Kecamatan Torjun 10% dan Prajan Kecamatan Camplong 10%,” imbuhnya.

Langkah untuk mengatasi hal tersebut, Yazid menjelaskan akan memperkecil daya sedot air dengan tujuan untuk menjaga pompa air tidak terbakar.

“Pompanya akan dirubah dengan yang kecil, soalnya kalau pompanya besar dan debit airnya habis maka pompanya akan terbakar,” ujarnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Puluhan Pelajar Sampang Mempermalukan Nama Baik Sekolah

Diterbitkan

||

Satpol PP Sampang saat melakukan penertiban kepada siswa yang berkeliaran saat jam sekolah di Jalan Durian. (zyn)

Memontum Sampang – Sebagai langkah penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang menggelar penertiban terhadap pelajar di wilayah Kabupaten Sampang, Senin (23/9/2019) siang.

Dengan mengerahkan 10 personil, Satpol PP Sampang menyasar tempat-tempat yang menjadi tongkrongan siswa saat jam sekolah yakni di Jalan Durian Belakang Toko Perintis, Taman Wijaya Kusuma, Lapangan Wijaya Kusuma, Taman Bunga, Monumen Sampang, SMAN 2 Sampang, Kedai Bermain/PS Jalan Imam Ghozali gang 3 dan tempat lainnya.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang, Choirijiah mengatakan bahwa pihaknya melakukan penertiban mulai jam 10.00 dengan lokasi yang sudah menjadi target.

Kemudian, Choirijiah mengungkapkan bahwa pada saat melakukan penertiban, pihaknya berhasil mengamankan 16 siswa dari 5 lembaga pendidikan berkeliaran saat jam sekolah.

“SMA N 1 Sampang 7 Orang, SMA N 2 Sampang 2 Orang, SMA N 3 Sampang 5 Orang, SMK N 2 Sampang 1 Orang dan SMK Haqqul Yaqin 1 Orang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Choirijiah mengatakan bahwa pelajar yang terkena rasia petugas Satpol PP Sampang dibawa ke kantor untuk dibuatkan surat pernyataan yang didampingi oleh masing-masing guru dan orang tua pelajar.

“Selain itu petugas Satpol PP memberikan bimbingan terhadap pelajar agar tidak mengulangi perbuatan tersebut,” pungkasnya.

Choirijiah berharap kedepan untuk mengantisipasi kenakalan remaja merupakan tugas bersama dan disaat jam sekolah apabila tidak ada pelajaran karena gurunya tidak ada supaya digantikan ke guru yg lain.

“Bagi pemilik usaha game dan sejenisnya seharusnya tidak memperbolehkan anak sekolah dalam keadaan pakaian seragam dan di jam sekolah bermain game,” harapnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Arumi Bachsin: Manfaatkan TKI dan TKW Sebagai Agen Marketing Produk Lokal

Diterbitkan

||

Arumi Bachsin saat diwawancarai wartawan. (zyn)

Memontum Sampang – Arumi Bachsin istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyambangi Sampang dalam agenda pengukuhan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sampang yang digelar di Pendopo Trunojoyo Sampang, Senin (23/9/2019) siang.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi menyampaikan beberapa hal terkait dengan ekonomi kreatif di Jawa Timur khususnya di Sampang yang mana dengan banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berada di luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai agen pemasaran produk-produk dari Sampang.

“Orang Madura yang bekerja di luar negeri itu banyak sebagai TKI atau TKW, itu merupakan potensi yang luar biasa bagi marketing kita,” katanya.

Arumi bercerita ketika melakukan kunjungannya ke Hongkong, ia menuturkan bahwa mayoritas TKI maupun TKW di Hongkong tidak hanya kerja menjadi asisten rumah tangga atau fokus pada 1 pekerjaan saja, melainkan mereka bekerja sampingan yakni dengan berjualan.

“Menurut saya itu merupakan marketing yang cukup besar untuk dalam rangka promosi produk-produk Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Kemudian Arumi mengungkapkan bahwa fenomena grafik Indonesia sebagai Negara yang secara geografis maupun populasi penduduknya menduduki nomor 1 di ASEAN, namun kini trennya disalip oleh Negara yang berada di bawah Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Negara yang posisinya di atas Indonesia tersebut memanfaatkan warga negaranya yang tersebar diseluruh penjuru dunia menjadi agen-agen produk dari Negara asalnya.

“Itu bisa menjadi PR bagi kita semua, khususnya di Kabupaten Sampang agar dapat memanfaatkan celah tersebut sehingga produk Sampang dapat dikenal oleh dunia,” jelasnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending