Connect with us

Sampang

Damkar Tak Terawat, Dana Pemeliharaan Tak Terserap Maksimal?

Diterbitkan

||

Damkar Tak Terawat, Dana Pemeliharaan Tak Terserap Maksimal

Memontum Sampang – Diduga dana pemeliharaan tak terserap secara maksimal, Anggota Satuan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sampang keluhkan kerusakan dua unit Mobil Pemadan Kebakaran (Damkar).

Salah satu anggota Damkar yang namanya enggan disebutkan kepada Memox mengungkapkan, Dirinya selaku petugas pemadam kebakaran sangat menyayangkan terkait kerusakan Dua unit mobil Damkar yang tidak dapat difungsikan saat melakukan pemadaman kebakaran di Desa Pekalongan beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut dia, dirinya berharap agar Bupati Sampang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Satpol PP untuk melakukan pengecekan perlengkapan peralatan Pemadam Kebakaran, sebab hal ini berkaitan langsung dengan masyarakat yang sifatnya emergensi. sehingga, apabila tidak segera dilakukan perbaikan maka akan menjadi kendala serta membahayakan petugas Damkar sendiri.

“Pernah saat digunakan rem mobil Damkar tidak berfungsi dengan baik, bahkan terkadang mesin pompa air Damkar sering macet, harusnya segera dilakukan perbaikan,”Keluhnya.

lebih lanjut Anggota Damkar tersebut menjelaskan, sewaktu Damkar dalam pengelolaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Damkar selalu dikontrol secara rutinitas, sehingga dalam aksi pemadaman kebakaran semua perlengkapan dapat difungsikan dengan baik.

“Setelah dikelola Satpol PP, Mobil Damkar kurang diperhatikan padahal untuk perawatan Pemadam Kebakaran itu dianggarkan setiap tahunnya,”Imbuhnya

Sementara Itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Husein, saat hendak dikonfirmasi sedang tidak berada di ruangannya, menurut informasi yang disampaikan oleh pihak Damkar, Husein tidak masuk kantor dikarenakan sakit.

“Pak Husein tidak masuk karena sakit,”Terangnya.

terpisah Ops Damkar Satpol PP Kabupaten Sampang, Moh Mahtuh Fathorrohman saat hendak dikonfirmasi diruangannya juga tidak dapat ditemui, bahkan di hubungi melalui via selulernya juga tidak ada jawaban.

Sekedar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun Harian memoX dari Laporan Kinierja Instansi Pemerintah Kabupaten Sampang (LKjIP) Tahun 2018 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sampang anggaran yang di kucurkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang dalam Program Peningkatan kesiap-kesiagaan dan pencegahan kebakaran melalui Apbd Kabupaten Sampang Tahun 2017 senilai Rp. 527.430.000,00 yang diperuntukkan Rehabilitasi atau Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 96.650.000,00 sedangkan Pelayanan Penanggulangan Kebakaran 430.780.000,00. (rif/yan)

 

Pemerintahan

Akibat Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Sampang Alami Penyusutan

Diterbitkan

||

Lokasi sumber produksi air Ruberuh 1 dan 2. (zyn)

Memontum Sampang – Akibat kemarau berkepanjangan sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang alami penyusutan. Efek dari penyusutan tersebut aliran air ke pelanggan kini macet.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin menyebutkan ada beberapa sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang yang mengalami penurunan bahkan hingga mencapai 0%.

“Untuk wilayah Kecamatan Kota ini sumber Ruberuh 2 sudah 0%, sedangkan Ruberuh 1 masih sekitar 30%,” ungkapnya.

Kemudian Yazid menambahkan tidak hanya di wilayah Kecamatan Kota yang mengalami penyusutan debit air, hal yang sama juga terjadi di kecamatan lainnya yang juga termasuk sumber air milik PDAM Trunojoyo Sampang.

“Yang mengalami penyusutan di luar Kecamatan Kota antara lain Sogian Kecamatan Omben 25%, Kecamatan Tambelangan 5%, Bencelok Kecamatan Jrengik 0% Kanjar Kecamatan Torjun 10% dan Prajan Kecamatan Camplong 10%,” imbuhnya.

Langkah untuk mengatasi hal tersebut, Yazid menjelaskan akan memperkecil daya sedot air dengan tujuan untuk menjaga pompa air tidak terbakar.

“Pompanya akan dirubah dengan yang kecil, soalnya kalau pompanya besar dan debit airnya habis maka pompanya akan terbakar,” ujarnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Puluhan Pelajar Sampang Mempermalukan Nama Baik Sekolah

Diterbitkan

||

Satpol PP Sampang saat melakukan penertiban kepada siswa yang berkeliaran saat jam sekolah di Jalan Durian. (zyn)

Memontum Sampang – Sebagai langkah penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang menggelar penertiban terhadap pelajar di wilayah Kabupaten Sampang, Senin (23/9/2019) siang.

Dengan mengerahkan 10 personil, Satpol PP Sampang menyasar tempat-tempat yang menjadi tongkrongan siswa saat jam sekolah yakni di Jalan Durian Belakang Toko Perintis, Taman Wijaya Kusuma, Lapangan Wijaya Kusuma, Taman Bunga, Monumen Sampang, SMAN 2 Sampang, Kedai Bermain/PS Jalan Imam Ghozali gang 3 dan tempat lainnya.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang, Choirijiah mengatakan bahwa pihaknya melakukan penertiban mulai jam 10.00 dengan lokasi yang sudah menjadi target.

Kemudian, Choirijiah mengungkapkan bahwa pada saat melakukan penertiban, pihaknya berhasil mengamankan 16 siswa dari 5 lembaga pendidikan berkeliaran saat jam sekolah.

“SMA N 1 Sampang 7 Orang, SMA N 2 Sampang 2 Orang, SMA N 3 Sampang 5 Orang, SMK N 2 Sampang 1 Orang dan SMK Haqqul Yaqin 1 Orang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Choirijiah mengatakan bahwa pelajar yang terkena rasia petugas Satpol PP Sampang dibawa ke kantor untuk dibuatkan surat pernyataan yang didampingi oleh masing-masing guru dan orang tua pelajar.

“Selain itu petugas Satpol PP memberikan bimbingan terhadap pelajar agar tidak mengulangi perbuatan tersebut,” pungkasnya.

Choirijiah berharap kedepan untuk mengantisipasi kenakalan remaja merupakan tugas bersama dan disaat jam sekolah apabila tidak ada pelajaran karena gurunya tidak ada supaya digantikan ke guru yg lain.

“Bagi pemilik usaha game dan sejenisnya seharusnya tidak memperbolehkan anak sekolah dalam keadaan pakaian seragam dan di jam sekolah bermain game,” harapnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Arumi Bachsin: Manfaatkan TKI dan TKW Sebagai Agen Marketing Produk Lokal

Diterbitkan

||

Arumi Bachsin saat diwawancarai wartawan. (zyn)

Memontum Sampang – Arumi Bachsin istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyambangi Sampang dalam agenda pengukuhan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sampang yang digelar di Pendopo Trunojoyo Sampang, Senin (23/9/2019) siang.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi menyampaikan beberapa hal terkait dengan ekonomi kreatif di Jawa Timur khususnya di Sampang yang mana dengan banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berada di luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai agen pemasaran produk-produk dari Sampang.

“Orang Madura yang bekerja di luar negeri itu banyak sebagai TKI atau TKW, itu merupakan potensi yang luar biasa bagi marketing kita,” katanya.

Arumi bercerita ketika melakukan kunjungannya ke Hongkong, ia menuturkan bahwa mayoritas TKI maupun TKW di Hongkong tidak hanya kerja menjadi asisten rumah tangga atau fokus pada 1 pekerjaan saja, melainkan mereka bekerja sampingan yakni dengan berjualan.

“Menurut saya itu merupakan marketing yang cukup besar untuk dalam rangka promosi produk-produk Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Kemudian Arumi mengungkapkan bahwa fenomena grafik Indonesia sebagai Negara yang secara geografis maupun populasi penduduknya menduduki nomor 1 di ASEAN, namun kini trennya disalip oleh Negara yang berada di bawah Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Negara yang posisinya di atas Indonesia tersebut memanfaatkan warga negaranya yang tersebar diseluruh penjuru dunia menjadi agen-agen produk dari Negara asalnya.

“Itu bisa menjadi PR bagi kita semua, khususnya di Kabupaten Sampang agar dapat memanfaatkan celah tersebut sehingga produk Sampang dapat dikenal oleh dunia,” jelasnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending