Pemerintahan

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
iklan Ucapan HUT RI Gerindra Kota Batu
iklan Ucapan HUT RI BPC Laskar Nusantara Lumajang
lenjag

Menteri BUMN Berharap Lulusan SMKN Glagah Jadi Tenaga Kerja Pabrik KA

  • Rabu, 17 Juli 2019 | 17:38
  • / 14 Djulqa'dah 1440
Menteri BUMN Berharap Lulusan SMKN Glagah Jadi Tenaga Kerja Pabrik KA
KUNJUNG : Menteri BUMN Rini Soemarno saat mengunjungi SMKN 1 Glagah, Banyuwangi, Rabu (17/7/2019) siang

Memontum Banyuwangi – Dibangunnya pabrik Kereta Api (KA) di Banyuwangi selain untuk memenuhi kebutuhan KA dikawasan Asean, Asia Tenggara maupun Afrika. Juga untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Banyuwangi.

Untuk menunjang ketersediaan tenaga kerja yang handal dan siap pakai, Menteri BUMN Rini Soemarno berkerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Glagah, Banyuwangi, Rabu (17/7/2019) siang.

“Nantinya setelah perusahaan ini selesai di bangun, lulusan SMKN ini langsung mendaftar jadi tenaga kerja,” kata Rini Soemarno.

Pabrik kereta Api yang dibangun di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, seluas 83 hektar tersebut memang sangat besar dibandingkan dengan pabrik KA yang ada di Madiun. Bahkan pabrik KA ini terbesar di Asean.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang perkeretaapian ini, SMKN 1 Glagah sudah membuka jurusan industri kereta.

“Bagi siswa yang nantinya lulus sekolah dan tidak melanjutkan kuliah, langsung melamar di PT. INKA agar menjadi tenaga kerja di pabrik kereta ini,” pinta Menteri BUMN.

Ada 2 jenis Kereta Api yang diproduksi oleh PT INKA, yakni kereta diesel dan kereta listrik.
“Seharusnya nama kereta api sudah diganti, karena saat ini sudah tidak ada lagu kereta bertenaga kayu bakar atau kereta api bertenaga uap,” ungkapnya.

Menurutnya, bagi siswa SMKN 1 Glagah yang diterima menjadi tenaga kerja, tidak langsung kerja. Namun akan menjalani pelatihan di Madiun selama 3 bulan.

“Usai menjalani pelatihan selama tiga bulan, baru langsung kerja,” paparnya.

PT. INKA yang dibangun di Banyuwangi ini, bakal menerima tenaga kerja yang cukup besar, sekitar 4-5 ribu karyawan.

“Harapan saya, tenaga kerja ini bukan dari luar Banyuwangi, namun berasal dari warga lokal, yaitu warga Banyuwangi yang memiliki keahlian khusus soal perkeretaapian,” pintanya.

Selain SMKN 1 Glagah, PT INKA juga melakukan pembinaan dengan beberapa sekolah kejuruan di Banyuwangi dan Jember. Diantaranya SMK Ihya Ulumudin Singojuruh, SMK Muhammadiyah Rogojampi, serta satu SMK di Jember. (ras/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional