Connect with us

Kota Batu

BPBD Kota Batu dan Instansi Terkait Gelar Rakor Kaji Cepat Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Diterbitkan

||

BPBD Kota Batu dan Instansi Terkait Gelar Rakor Kaji Cepat Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Memontum Kota Batu – Sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak bulan Mei lalu. Khususnya Kota Batu potensi bencana yang bisa saja terjadi adalah kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga konflik sosial.

Karena itu, langkah pencegahan bencana langsung dilakukan dengan oleh BPDB Kota Batu bersama Perhutani, BMKG, Dinkes, Damkar, TNI, Polri, media massa dan masyarakat Kota Batu dengan menggelar rakor kaji cepat usulan penetapan status siaga darurat bencana menghadapi musim kemarau 2019.

Dalam pembahasan rakor didalamnya mulai dari memetakan wilayah yang berpotensi mengalami dampak terburuk musim kemarau tersebut. Serta penanganan jika terjadi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga konflik sosial.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Malang, Ahmad Khoirur Rochim mengatakan, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait bertujuan untuk pencegahan dan ancaman bencana kemarau yang berpotensi terjadi di wilayah Kota Batu.

“Ada tiga potensi ancaman bencana yang dapat terjadi di Kota Batu. Kekeringan lahan pertanian, kebakaran lahan dan kekeringan, dan konflik sosial berebut air bersih,” ujar Rochim kepada awak media, Kamis (18/7/2019) di Posko BPBD Kota Batu.

Ia menjelaskan, untuk kekeringan lahan pertanian wilayah yang berpotensi adalah Pendem, Gunungsari, dan Bulukerto. Untuk Karhutla wilayah yang berpotensi adalah Taman Hutan Rakyat Raden Soeryo yang berada di Lereng Gunung Arjuno, Gunung Panderman, Gunung Butak, lahan warga dan hutan yang ada di wilayah KPH Pujon.

“Untuk Karhutla faktor penyebabnya ada tiga. Pertama karena katifitas pendakian yang tak bertanggung jawab, masyarakat yang mencari nafkah di hutan dan tak menjaganya, serta faktor alam atau cuaca panas,” bebernya.

Sedangkan untuk konflik sosial, diungkap Rochim juga berpotensi terjadi. Yakni konflik rebutan air sesama petani, petani dengan warga untuk minum, dan warga dengan investor di bidang wisata atau properti.

Khusus untuk konflik sosial tersebut mengacu dari data BPBD Kota Batu beberapa tahun terakhir ada empat konflik sosial yang terjadi. Mengingat setiap musim kemarau ketersediaan debit air selalu menurun.

Untuk mewaspadai musim kemarau yang diperkirakan hingga bulan November tersebut, pihaknya akan mendirikan posko kesiap siagaan bencana di tiga titik. Posko Punten sebagai pusat, Gunung Banyak, Gunung Panderman, dan Sumberbrantas. Serta inventarisasi peralatan dan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait.

Persiapan tersebut penting dilakukan. Mengingat tahun 2015 terjadi el nino dan mengakibatkan bencana Karhutla di Tahura Raden Soeryo dan membakar lahan hingga 30 hektar.

Perlu diketahui juga, luasan hutan di Kota Batu mencapai 11000 hektar dengan pengawasan 12 orang personil untuk KPH Pujon dan 6 petugas dari Tahura Raden Soeryo.

Sementara itu, Staff Analisa dan Informasi, Stasiun Klimatologi Malang, Selina Ayuningtyas menambahkan bahwa kerawanan bencana musim kemarau sudah terlihat sejak bulan Mei. Menurut prakiraan BMKG puncak musim kemarau pada bulan Agustus dan Oktober.

“Potensi kekeringan ekstrim sudah terlihat di awal Mei. Tapi tidak menutup kemungkinan kekeringan hingga sampai bulan November. Ini diindikasikan dengan turunnya curah hujan secara signifikan,” paparnya.

Selain itu dari monitoring yang dilakukan untuk hari tanpa hujan sejak 30 juni – 10 juli 2019 seluruh wilayah Jatim terdeteksi kekeringan ekstrim. Meski ada beberapa daerah yang terjadi hujan. Misalnya di Kota Batu awal Juni lalu.

Sedangkan untuk prakiraan curah hujan tiga bulan hingga Oktober kedepan di Kota Batu dan Malang Raya tidak ada hujan. Lebih parahnya lagi, jika terjadi el nino seperti tahun 2015, musim kemarau bisa mencapai bulan November.

“Meski saat prakiraan musim kemarau masih normal. Jika ada indikasi el nino akan kami sampaikan nantinya. Sedangkan untuk prakiraan musim hujan tahun 2019 ini masih kita godog di BMKG pusat,” tandasnya. (bir/yan)

 

Kota Batu

Gali Potensi Wisata Budaya, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Bimtek 50 Guide Lokal

Diterbitkan

||

Gali Potensi Wisata Budaya, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Bimtek 50 Guide Lokal

Memontum Kota Batu – Kunjungan wisata di Kota Batu yang selalu meningkat membuat Kota Pariwisata tersebut mulai kewalahan. Pasalnya 43 tempat wisata di Kota Batu hingga saat ini masih belum memiliki guide lokal. Maka, Dinas Pariwisata menggelar Bimtek kepada pegiat seni budaya di Balaikota Among Tani, Selasa siang (24/9/2019).

“28 Destinasi Wisata Buatan dan 15 Wisata Desa di Kota Batu. Oleh sebab itu kami membimbing pemuda dan pegiat seni di Kota Batu untuk menjadi Guide Wisata dan Budaya,” ungkap Elok Tri Wahyuni Staff Bidang Pengembangan SDM Pariwisata. Ia mengungkapkan sengaja mengambil Guide Lokal dari pegiat seni dan budaya dikarenakan masih minimnya pengetahuan seni dan budaya baik dari pengelola maupun wisatawannya.

Elok menambahkan dalam bimbingan ini, selain dididik menjadi guide lokal, peserta diharapkan dapat memperdalam dan menemukan 12 unsur agar Kota Wisata Batu bisa menjadi Kota Pariwisata seutuhnya. Rincian unsur tersebut diantaranya bahasa, tradisi, kerajinan tangan, makanan dan kebiasaan pangan, musik dan kesenian, sejarah tempat, cara kerja teknologi, agama, bentuk dan karakteristik arsitektur, tata cara berpakaian, aktifitas, serta sistem pendidikan.

“Contohnya di Bali, kedua belas unsur tersebut telah terpenuhi sehingga wisatawan yang datang tahu kalau tari kecak adalah kesenian Bali, histori dan bentuk arsitektur bangunan yang hanya ditemukan di Bali, dan ayam betutu adalah makanan khas Bali. Oleh sebab itu Guide lokal harus bisa menemukan unsur-unsur ini,” ungkap Elok. Sedangkan di Kota Batu sendiri saat ini hanya memenuhi 3 unsur saja dan yakni bahasa, tradisi, serta kesenian dan kebudayaan.

Ia menambahkan Kota Batu sendiri saat ini telah memiliki 440 unsur kesenian dan kebudayaan seperti bantengan, jaranan, jamasan dan lain sebagainya. “PR nya tinggal menggali Potensi lainya saja agar Kota Batu bisa seutuhnya menjadi Kota Pariwisata tingkat Dunia setelah Bali dan Yogyakarta,” tandasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

Kadin Kota Batu Datangkan Industrie -und Hadelskammer Trier Jerman, Bangun Sinergitas Pendidikan dan Dunia Industri

Diterbitkan

||

Kadin Kota Batu Datangkan Industrie -und Hadelskammer Trier Jerman, Bangun Sinergitas Pendidikan dan Dunia Industri

Memontum Kota Batu – Perwakilan Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier Jerman, semacam Kadin di Indonesia, Andreas Gosche berharap sistem pendidikan kejuruan di Indonesia bisa seperti Jerman. Katanya, pelajar kejuruan di Jerman sudah siap kerja ketika lulus sekolah. Itu terjadi karena lembaga pendidikan dan industri di Jerman berkolaborasi dengan baik.

“Kondisi di Jerman seperti itu sehingga bisa menekan angka pengangguran. Anda lihat saja, kawasan seperti Jerman, Denmark, Austria, Finlandia jumlah penganggurannya sedikit,” ujar Andreas saat berada di Balaikota Among Tani untuk mengisi Training of Trainer Tempat Kerja Internasional Kualifikasi Dasar (AdAIB) Jerman, Senin (23/9/2019).

Dijelaskan Andreas, pihaknya mendapat dukungan dari Kadin Jatim, Kadin Batu dan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi Jawa Timur (BKSP Jatim ). Andreas melihat, di SMK menonjolkan suasana pedagogik terhadap pelajar. Sementara dunia Industri lebih memilih keahlian dalam praktiknya.

Akibatnya, masih banyak yang tidak menemui titik tengah ketika lulusan sekolah kejuruan masuk ke dunia industri. Oleh sebab itu, menurut Andreas, pelajar kejuruan perlu mendapatkan waktu yang banyak untuk menerapkan keahlian.

“Indonesia banyak belajar tapi kemudian tidak punya keahlian,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga mendorong agar keahlian para pelajar di Kota Batu ditingkatkan. Dewanti minta agar dinas terkait seperti Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan dapat meningkatkan skill anak-anak muda.

“Skil menjadi primadona. Di Indonesia banyak sarjana, tapi saat mau kerja bingung,” ujar Dewanti.

Sementara itu, Ketua BKSP Provinsi Jawa Timur Adik Dwi Putranto menambahkan bahwa pelatihan ini sebagai bentuk sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Setelah mengikuti kegiatan ini peserta bisa langsung mentransfer ilmu yang diperoleh kepada anak didik mereka.

“Kami harapkan para lulusan SMK benar-benar sudah siap saat memasuki dunia industri,” imbuhnya.

Kegiatan itu mengundang 22 guru SMK dan perwakilan dari pelaku industri di Malang Raya sebagai peserta pelatihan. Kadin Kota Batu mengundang pemateri dari IHK Trier atau Kadin Jerman. IHK sudah menyelenggarakan kegiatan serupa selama dua tahun terakhir di Kota Batu. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

Wakil Walikota Batu Ajak Masyarakat Tolak Bebotoh Dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

Wakil Walikota Batu Ajak Masyarakat Tolak Bebotoh Dalam Pilkades Serentak

Memontum Kota Batu – Wakil Walikota Punjul Santoso mengajak serta menghimbau agar masyarakat dan cakades tolak campur tangan bebotoh dalam gelaran pilkades serentak pada 2 Oktober mendatang.

Hal ini di sampaikan Punjul di sela acara deklarasi damai calon kepala desa se-Kecamatan Bumiaji kemarin, kamis 19/9 di kafe sontoloyo dusun Rekesan Desa Bulukerto.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab menurut Punjul yang juga politikus partai PDI Perjuangan, keberadaan bebotoh sering kali bertolak belakang dengan harapan masyarakat yang berharap memiliki pemimpin yang amanah serta memahami betul kebutuhan desanya serta cakap dalam manajemen sistem pemerintahan desa.

” Mari berkompetisi secara fair, jangan sampai mau di atur para bebotoh, tolak politik uang, agar tercipta pemimpin yang amanah, silahkan sowan ke para ulama,tokoh dan dekati masyarakat dengan santun, ” jelas Punjul.

Di tambahkan pula oleh Punjul bahwa masyarakat juga harus bisa membentengi diri dari pengaruh para bebotoh serta menolak politik uang. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending