Connect with us

Kediri

Kejari Kota Kediri Terapkan Smart City, Zona Integritas Bebas Korupsi

Diterbitkan

||

Kajari Kota Kediri Dra. Martini, SH saat memberikan potongan tumpeng kepada Walikota Kediri Abdullah Abubakar, SE. foto:aji

Memontum Kediri – Puncak Peringatam Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang Ke 59, Kejaksaan Negeri Kota Kediri menggelar acara syukuran pemotongan tumpeng dan pemutaran video Profil Kejaksaan dalam peningkatan Pelayan masyarakat Senin (22/7/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, Dra. Martini, SH, menyampaikan, Kalau Pemkot punya smart city Kejaksaan juga punya. ” Jadi kami juga punya, sekarang kita sudah masuk zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan Kebetulan kita juga punya program service City, ” katanya.

Lebih lanjut Dra. Martini menegaskan, bahwa Kejari Kota Kediri sudah terkoneksi dengan Pengadilan, Polres Lapas dan kedepannya kita juga langsung akan berkerjasama juga dengan Pemkot dan juga instansi-instansi terkait. “Insyaallah dalam 2 bulan kedepan sudah menyempurnakan semuanya. Sekarang ini kita sudah masuk WBK jadi semua kita harus meninggalkan manual, harus secara online pelayanan kepada masyarakat semuanya harus online, “tegasnya.

Sementara itu Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya mengatakan, saat ini Pemda sudah kerjasama dengan Kejaksaan, seperti TP4D sehingga pembangunan berjalan lancar. ” Tentu ini akan menjadi baik endingnya pelayanan prima di Indonesia khususnya Kota Kediri, karena nantinya bisa terhubung secara online, ” tagas Abu.

Syukuran yang dilaksanakan dihalaman Kejari Kota Kediri itu dihadiri Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Walikota Lilik Muhhibah, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, S. IK, Kepala Pengadilan Negeri Sarah Louis Simanjutak SH, MHum. (aji/yan)

 

Kediri

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Diterbitkan

||

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Memontum Kediri – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka secara resmi Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya kemarin. Harmoni Fair tersebut merupakan rangkaian puncak Hari Jadi ke-1140 Kota Kediri dan digelar hingga 22/9/ 2019.

Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, Harmoni Fair ini baru pertama kali diselenggarakan. Harmoni Fair ini dapat menggerakkan UMKM dan produk kreatif yang ada di Kota Kediri.

“Saya senang sekali karena kita sedang getol-getolnya menggerakkan perekonomian khususnya di UMKM. Kalau kita lihat di Kota Kediri, Alhamdulillah tahun demi tahun sudah banyak peningkatan khususnya pada daya saing UMKM. Ini berkat dari kita semua bergerak bersama-sama agar UMKM semakin baik dengan berbagai pelatihan dari Disperdagin, Dinkop UMTK ada juga dari Bank Indonesia,” katanya.

Dengan meningkatnya sektor UMKM perekonomian di Kota Kediri cukup menggeliat, dibuktikan dengan data dari statistik. “Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menyentuh angka 7,02%, ” tambahnya.

Kedepan Mas Abu berharap tidak hanya pemerintah saja yang mengadakan acara seperti ini, namun dari sektor swasta juga harus mengadakan pameran-pameran seperti ini.

“Kita bisa bergerak dan bekerjasama. Saya berharap banyak anak muda kreatif yang bergabung dan berkomunikasi ke Pemerintah Kota Kediri agar semua terjalin dengan baik. Semoga kedepan akan lebih semarak lagi dan UMKM ini mereka berjaya di market place, ” harapnya.

Harmoni Fair tidak hanya menyuguhkan produk UMKM saja, akan tetapi memasuki pintu utama, pengunjung akan dibawa melihat berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Kediri.

Selanjutnya pengunjung akan melihat kampung wisata di Kota Kediri, stand UMKM dari Kota Kediri dan berbagai daerah lainnya, stand pameran instansi, food truck, kuliner, clothing, pameran dari komunitas motor, serta panggung hiburan. (aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Diterbitkan

||

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Memontum Kediri – Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mewarning tiga camat yang baru dilantik agar konsentrasi mensejahterakan masyarakat dan mewaspadai stunting.

Hal itu disampaikan Bupati saat melantik tiga camat baru yakni kecamatan Ringinrejo, Papar dan kecamatan Ngancar, karena tetiga wilayah kecamatan tersebut menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kediri dr. Hj.Haryanti Sutrisno.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pimpinan, dan kepercayaan tersebut tentunya lahir dari persyaratan dan kompetensi yang telah dipenuhi.

“Pada kesempatan ini saya berpesan kepada semuanya bahwa kesejahteraan masyarakat harus selalu menjadi prioritas kita semua. Bagi ibu yang memiliki anak harus selalu kita berikan motivasi untuk memberikan ASI kepada anaknya. Dari jumlah angka kelahiran bayi, 80% anak harus mendapat asupan ASI, itu target kita. ” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Haryanti menekankan pentingnya peran serta semua pihak untuk mencegah stunting. “Stunting juga harus tetap menjadi perhatian kita semua, agar anak-anak di Kabupaten Kediri menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa. Anak sejak lahir hingga usia 2 tahun harus mendapatkan asupan gizi yang cukup demi masa depan mereka nanti,” tutur Bupati.

Untuk diketahui, Ibnu Imad, S.Sos yang semula Camat Ringinrejo menjadi Camat Ngancar. Drs. Purwiaji, MM, yang semula sebagai Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, kini menjabat sebagai Camat Papar Kabupaten Kediri. Sedangkan Drs. Kaleb Untung Satrio, MM, yang semula Sekretaris DP2KBP3A, dimutasi menjadi Camat Ringinrejo.

Pelantikan dilakuikan di ruang Joyoboyo Pemkab Kediri itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Sekretaris Daerah Dede Sujana, serta seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kediri. (mid/kmf/aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Targetkan IKL 70,00 DLHKP Gelar Forum Diskusi Lingkungan Hidup

Diterbitkan

||

Targetkan IKL 70,00 DLHKP Gelar Forum Diskusi Lingkungan Hidup

Memontum Kediri – Untuk mencari solusi tepat dalam menangani sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Kediri tahun 2019.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, SE mengingatkan forum ini penting untuk keberlanjutan bersama, khususnya untuk Kota Kediri. “Saya rasa sekarang Pak Presiden pun juga sangat fokus terhadap krisis lingkungan hidup. Oleh karena itu, kita diskusinya juga harus kritis supaya bisa membangun Kota Kediri betul-betul lebih baik lagi, ” katanya.

Dalam forum diskusi yang dilaksanakan di Ruang Kilisuci itu Walikota mengingatkan, yang paling kelihatan yaitu aspal jalan di Kota Kediri selalu naik, lalu masyarakat lebih suka paving dibanding tanah. Paving memang bisa menyerap tapi tidak bisa maksimal seperti tanah.

” Saya lihat didaerah maju, taman-taman digunakan sebagai resapan air, ni juga perlu kita pikirkan bersama. Apabila ada ruang publik justru harus digunakan untuk resapan air, ” tegasnya.

Walikota mengaku, ia bersama Ning Lik memiliki misi untuk mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, yakni mentarget di 2024 indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya menjadi 70,00.

” Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya 58,29, target saya di 2024 nanti menjadi 70,00, Saya berharap banyak lagi tempat-tempat yang layak untuk anak-anak bermain. Karena penduduk kita kurang lebih 80% tempatnya di perkampungan, 20% nya di pinggir jalan. Rata-rata rumahnya berdekatan. Oleh karena itu, mereka harus bermain di luar dengan alam,” lanjut Mas Abu.

Topik bahasan dalam forum tersebut yaitu Sumber Daya Alam (SDA), kualitas lingkungan hidup, pengendalian SDA dan adaptasi mitigasi perubahan iklim di Kota Kediri, dengan menghadirkan nara sumner Dr. Lutfi Muta’ali pengajar Fakultas Geografi dari UGM Yogyakarta. (aji/mid/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending