Connect with us

Bangkalan

Evaluasi Pemilu, Bawaslu Sebut Banyak Pelanggaran Terjadi

Diterbitkan

||

Suasana rapat evaluasi fasilitasi kampanye 2019 di aula hotel Ningrat, (29/7/2019)

Memontum Bangkalan – Proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai dilakukan. Hari ini (29/7/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan rapat evaluasi bersama pihak terkait. Bawaslu yang turut menghadiri kegiatan ini menyampaikan berbagai pelanggaran yang terjadi.

Ketua Bawaslu Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh mengatakan, pihaknya menyayangkan berbagai pelanggaran yang terjadi. Salah satunya yakni tidak adanya pihak terkait yang melakukan penurunan baliho dengan ukuran besar.

“Pihak terkait yakni pihak perijinan dan pihak caleg tersebut. Sampai saat ini, tidak ada koordinasi dari perijinan berapa nominal pemasangan baliho tersebut dan bagaimana perjanjiannya. Giliran pasang dengan harga tinggi mereka hadir paling depan, tapi giliran menurunkan tak ada satupun yang bisa dihubungi,” keluh Mustain.

Tak hanya itu, pelibatan anak dibawah umur dan juga ASN juga masih banyak terjadi. Selain itu, pelanggaran juga masih banyak terjadi yakni pemasangan banner yang berada di lokasi yang tidak tepat.

Ia juga mengatakan, banyak berbagai pelanggaran administatif yang menerapkan sanksi ringan. Hal tersebut dinilai tidak membuat jera para pelanggar kebijakan. Seharusnya, sanksi dibuat tegas agar seluruh peserta pemilu dapat melakukan berbagai kegiatan dengan tertib.

“Sanksi yang banyak selama ini hanya berupa teguran. Untuk mencapai pidana itu harus pelanggaran yang berat. Dampaknya, pelanggaran ringan berlalu lalang tanpa diperhatikan dengan serius,” tegasnya.

Mustain menilai, kegiatan pemilu yang berlangsung masih minim dukungan pemerintah daerah dan juga partisipasi masyarakat masih rendah. Sehingga, proses pemilu berjalan dengan kurang baik dan juga digerakkan beberapa orang saja.

“Kegiatan kampanye itu kan sebagian besar difasilitasi oleh KPU, tapi Caleg dan Parpol lebih mempercayakan pada tokoh sentral. Akibatnya kampanye minim, blusukan minim dan partisipasi masyarakat juga rendah,” terangnya.

Senada dengan Mustain, Ketua KPU Bangkalan Zainal Arifin mengamini kurangnya pemanfaatan media kampanye oleh para peserta pemilu. Dikatakan, hingga saat ini masih banyak Alat Peraga Kampanye (APK) berada di kantor KPU yang tidak dimanfaatkan peserta pemilu.

“APK sampai saat ini masih ada yang belum diambil. Padahal kami fasilitasi itu,” Ungkapnya.

Ia berharap, evaluasi ini akan menjadi perbaikan pada badan KPU sebagai penyelenggara pemilu dalam menghadapi pemilu yang akan datang. Seluruh saran dan masukan sebagai bentuk perhatian untuk membangun demokrasi yang lebih baik.

“Seluruh kritik saran dan masukan merupakan bahan kami untuk semakin baik kedepan. Seluruhnya kami tampung dan kami kaji untuk menghadapi pemilu yang akan datang,” tegasnya. (isn/nhs/yan)

 

Bangkalan

Penyusunan AKD Tuntas, DPRD Bangkalan Siap Bekerja

Diterbitkan

||

Rapat paripurna penyusunan AKD, (24/9/2019)

Memontum Bangkalan – Penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Bangkalan telah tuntas hari ini, Selasa (24/9/2019). Setelah sebelumnya terjadi perdebatan panjang dan menyisakan penyusunan Badan Kehormatan (BK) dan Badan Musyawarah (Bamus) akhirnya rampung.

Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad mengatakan, sebuah interupsi dan debat dalam sebuah rapat merupakan hal yang biasa. Dikatakan, perdebatan tersebut untuk mencapai sebuah musyawarah yang mufakat.

“Wajarlah adanya interupsi seperti itu, itu kan demi sebuah musyawarah yang mufakat. Yang penting hasil akhirnya telah disetujui dan berjalan lancar,” tuturnya.

Diketahui, dalam susunan anggota BK yang telah ditetapkan lima nama yang diajukan oleh masing-masing fraksi. Adapun nama-nama tersebut yakni, posisi ketua diisi oleh Fadhurrosi, wakil ketua oleh Agus Suwito sedangkan anggota yakni Muzawwir, Abdul Manaf dan juga Abdul Aziz.

Sementara dalam susunan Bamus, terdapat 25 anggota. Dalam peraturan DPRD Bangkalan, pimpinan DPRD Bangkalan otomatis menempati posisi sebagai pimpinan Bamus. Yakni Muhammad Fahad sebagai ketua, Fathurrahman wakil ketua, Hosyan wakil ketua, Khotib Marzuki wakil ketua, sedangkan anggotanya yakni Effendi, Mujiburrohman, Ambar Pramudya Wardani, Abdul Manaf, Agus Suwito, Suyitno, Saodah, Ahmad Safik, Rokip, Muh Jamhuri, Indra Bustomi, Nur arif, Muh Musleh, Fathurrosi, Islahudin, Nuraini, Muhlas, Abd Aziz A, Mahmudi, Mustakim Fatah serta Hatta Khunaifi.

Fahad menambahkan, dengan lengkapnya susunan AKD ini diharapkan para anggota dapat segera bekerja sesuai tupoksi masing-masing. Sebagai wakil rakyat, ia menyadari banyak tugas yang menanti dan menjadi harapan masyarakat Bangkalan.

“Alhamdulillah seluruh alat kelengkapan sudah tersusun. Kami wakil rakyat, banyak harapan yang ditumpukan pada kami, maka kami akan bekerja semaksimal mungkin,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Paripurna Pembentukan AKD Bangkalan, Sidang Diskors Hingga Tiga Kali

Diterbitkan

||

rapat paripurna DPRD Bangkalan tentang pembentukan susunan AKD, Senin (23/9/2019)

Memontum Bangkalan – Sidang paripurna DPRD Bangkalan tentang pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sempat berlangsung alot, (23/9/2019). Dalam pelaksanaannya sidang diskors sebanyak tiga kali meski awalnya sempat terjadi debat.

Mulanya, sidang berjalan lancar saat ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad membacakan susunan anggota komisi dengan formulasi 11-11-12-12. Namun dipertengahan, Moh Safik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan interupsi dan disusul oleh anggota lainnya.

Ahmad Safik mengaku formula tersebut belum diatur di dalam tata tertib (Tatib). Bahkan tatib yang seharusnya di fasilitasi oleh pimpinan sementara, sebelumnya tidak dilakukan. Hal serupa juga diutarakan oleh Mahmudi dari partai Hanura.

“Kita belum membentuk tatib baru, seharusnya formula tersebut ada di tatib tapi kenyataannya kita masih menggunakan tatib lama namun formulasi baru. Namun silahkan jika mau dipaksakan untuk dilanjutkan,” terangnya.

Sementara itu, Nur Hasan dari partai PPP mengaku tatib lama secara hukum sah digunakan. Sebab, selama tatib baru belum dibuat, diperbolehkan menggunakan tatib lama. Meski begitu, musawwir menyanggah hal itu dan menyebut penggunaan tatib lama tidak sesuai dengan aturan.

Meski terjadi debat cukup lama disusul dengan anggota lain, sidang kemudian dilanjutkan dan di skorsing. Setelah dimulai kembali, kemudian ditetapkan anggota komisi beserta ketua masing-masing komisinya.

“Memang tadi terjadi skorsing beberapa kali, itu disebabkan adanya keperluan musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun semuanya kembali lancar dan itu normal,” ucap Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad.

Adapun nama-nama yang telah ditetapkan yakni, dari komisi A yang membidangi bidang pemerintahan diketuai oleh Mujiburohman dan wakil ketua ditempati oleh Ha’i sedangkan posisi sekretaris dijabat oleh Agus Kurniawan.

Sedangkan di Komisi B bidang perekonomian dan keuangan diketuai oleh Rokip dan posisi wakil ketua diisi oleh Samsul Arifin. Untuk posisi sekretaris dijabat oleh KH Jamhuri. Di komisi C Bidang Pembangunan posisi ketua dijabat oleh Effendi dan untuk wakil ketua oleh Suyitno sedangkan sekretaris dijabat oleh Muhammad rofik.

Sementara itu, untuk komisi D bidang kesejahteraan masyarakat di posisi ketua diduduki oleh Nurhasan yang sebelumnya juga menempati posisi tersebut, dan wakil ketua dijabat oleh Ahmad Harianto sedangkan sekretaris diisi oleh Jauhari.

Selain menetapkan komisi, sidang ini juga menetapkan Badan Anggaran, Badan Pembuatan Perda. Sedangkan untuk Badan Kehormatan dan Badan Musyawarah akan digelar esok hari.

“Untuk Bamus dan BK kami gelar besok karena keterbatasan waktu. Besok jam 10 kita gelar,” ucap ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Pembentukan AKD Molor, Ketua Komisi Ditentukan Senin

Diterbitkan

||

Pelantikan DPRD Bangkalan

Memontum Bangkalan – Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang mulanya akan selesai dalam minggu lalu molor dari perkiraan. Sampai saat ini, baik ketua komisi maupun pembentukan AKD lainnya masih belum ditetapkan.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Khotib Marzuki menjelaskan pembacaan anggota AKD baru akan dibacakan dalam rapat paripurna yang digelar esok hari (23/9/2019) pukul 10.00. Nantinya, setelah rapat tersebut digelar, maka tiap-tiap komisi akan menentukan ketuanya masing-masing.

“Untuk anggota AKD masih akan dibacakan esok hari dalam rapat paripurna. Setelah itu, tiap komisi akan menentukan ketuanya masing-masing,” ucapnya saat dihubungi via telepon.

Dikatakan, untuk jumlah anggota komisi A dan B telah ditentukan 11 orang. Sedangkan untuk anggota komisi C dan D sebanyak 12 anggota. Selain itu, jumlah anggota banggar dan bamus separuh dari jumlah anggota yang ada.

Ia menyampaikan, di periode ini tata tertib DPRD Bangkalan tak ada perubahan. Seluruhnya masih sama dengan tata tertib yang berlaku di periode sebelumnya.

“Untuk tatib kita masih belum ada perubahan. Masih sama seperti periode yang lalu,” terangnya.

Diketahui,untuk ketua badan anggaran dan badan musyawarah nantinya akan ditempati oleh pimpinan DPRD Bangkalan. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending