Connect with us

Bangkalan

Belum Miliki Perda, Bangkalan Tak Dapat Predikat KLA

Diterbitkan

||

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron saat memberikan sambutan dalam acara Gebyar PAUD dalam rangka hari anak nasional di gedung rato ebuh, (31/7/2019)

Memontum Bangkalan – Predikat Kota Layak Anak (KLA) masih belum bisa disandang oleh Kabupaten Bangkalan. Hal ini disebabkan belum adanya peraturan daerah yang mengatur hal tersebut.

Saat menghadiri acara Gebyar Paud hari ini (31/7/2019) Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, telah mengeluarkan SK tentang rencana pembuatan perda tersebut. Rencananya, tahun depan Raperda tersebut akan segera dikaji oleh Legislatif.

“Sudah diterbitkan SK, Insyaallah tahun depan Raperda sudah bisa dikaji bersama legislatif,” ungkapnya.

Tak hanya memerlukan Perda, KLA harus didukung dengan sarana dan prasarana anak yang cukup memadai. Saat ini, di Bangkalan masih perlu meningkatkan kualitas taman baca, taman ramah anak, sekolah ramah anak serta banyak hal lainnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nurhasan mengatakan salah satu syarat untuk dapat meraih predikat KLA memang harus memiliki Perda terlebih dahulu. Pihaknya memang telah menunggu pihak eksekutif untuk menerbitkan rencana tersebut.

“Kami menunggu dari eksekutif, jika dari eksekutif tidak segera menerbitkan maka kami selaku legislatif akan mengusulkan pada Bapemperda untuk menerbitkan Perda Inisiasi yang nantinya akan disampaikan pada Bupati,” jelasnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Budi Mustika mengaku siap untuk mendukung Bangkalan menjadi kota layak anak. Saat ini, pihaknya telah mengamanatkan untuk menciptakan sekolah ramah anak.

“Kami siap untuk mendukung hal tersebut (KLA,red). Saat ini saja setiap kecamatan, kita sudah ada sekolah ramah anak. Nah ddalam sekolah ramah anak sendiri ini juga telah ada 8 tupoksi dasar standart pendidikan,” terangnya.

Saat disinggung angka anak putus sekolah menjadi salah satu faktor penghambat memperoleh predikat KLA, Bambang menepis hal tersebut. Dikatakan, angka putus sekolah di Bangkalan masih terbilang cukup rendah.

“Kalau angka anak putus sekolah di Bangkalan itu rendah. Jadi hal tersebut tidak masuk dalam faktor penghambat,” tegasnya. (isn/nhs/yan)

 

Advertisement

Trending