Pemerintahan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

Bupati Copot Kepala SDN 8 Curahtatal Situbondo

  • Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:35
  • / 11 Djulhijjah 1440
Bupati Copot Kepala SDN 8 Curahtatal Situbondo
KELAS JAUH: Bangunan SDN fillial Dusun Kerpang, Desa Curahtatal. Proses belajar mengajar di sekolah ini sempat terhenti karena ditinggal gurunya. (im)

Memontum Situbondo – Tidak adanya aktifitas pembelajaran di SDN fillial Dusun Kerpang, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, berujung pada pencopotan jabatan kepala SDN 8 Curahkalak, Mujiono. Dia digantikan karena dinilai lalai menjalankan tugasnya.

SDN 8 Curahtatal membawahi 2 sekolah fillial. Masing-masing di Dusun Kerpang dan Chobbuk. Di Dusun Kerpang, siswanya hanya belasan orang. Sedangkan Chobbuk 22 siswa. Beberapa waktu lalu, di SDN fillial Dusun Kerpang diketahui tidak ada aktifitas belajar mengajar karena tidak ada gurunya.

TETAP SEKOLAH: Para siswa SDN fillial Dusun Kerpang, Desa Curahtatal Situbondo. (im)

TETAP SEKOLAH: Para siswa SDN fillial Dusun Kerpang, Desa Curahtatal Situbondo. (im)

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, setelah didalami akar permasalahannya, ini akibat kelalaian kepala sekolah. Seharusnya, ada pembagian tempat mengajar.

“Hari ini sudah saya tandatangani, jabatan kepala sekolahnya dicopot, kemudian diganti dengan kepala sekolah baru,” katanya.

Bupati juga membentuk tim untuk mendalami masalah yang terjadi di SDN 8 Curahtatal. Tim terdiri dari Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud).

“Tim akan mendalami kemungkinan pelanggaran lain yang dilakukan kepala sekolah,” ujar Dadang.

Seperti kemungkinan melanggar disiplin sebagai PNS atau bentuk pelanggaran lain. Karena itu, tidak menutup bisa saja ada sanksi lain yang dijatuhkan bupati.

“Bisa saja sampai pemecatan. Atau pengawas maupun korwil kecamatan dijatuhi sanksi juga. Tergantung rekomendasi tim,” imbuh Dadang.

Sebenarnya, tidak ada alasan proses belajar mengajar tidak efektif. Dadang mengaku, di SDN 8 Curahtatal terdapat tiga guru PNS. Kemudian, ada belasan guru tidak tetap. Di sekolah induk terdapat 6 kelas. Kemudian di kelas jauh masing-masing 2 ruang.

“Idealnya, per kelas satu guru. Jadi, kalau pembagiannya jalan, tidak akan terjadi kekosongan,” pungkas Dadang.

Kepala Dispendikbud, Fathor Rakhman menambahkan, pihaknya akan mengawasi keberlangsung proses belajar mengajar di SDN 8 Curahtatal. Dalam dua hari ke depan, korwil kecamatan dan pengawas akan memberikan laporan.

“Jadi, hari ini (kemarin), harus berjalan normal,” harapnya.

Dia berharap kepada kepala sekolah baru untuk berkeliling melakukan pengawasan. Dengan pemantauan langsung, proses belajar mengajar bisa dimonitor dengan baik.

“Saya lihat, kontrol kurang. Buktinya, pembelajaran tidak efektif sudah berlangsung cukup lama,” katanya. (im/oso)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional