Pemerintahan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

Merasa Tentram di Sidoarjo, FKUB Beri Wawasan Kebangsaan Puluhan Anak Papua

  • Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:23
  • / 20 Djulhijjah 1440
Merasa Tentram di Sidoarjo, FKUB Beri Wawasan Kebangsaan Puluhan Anak Papua
AKRAB - Sekretaris FKUB Sidoarjo, Idham Chalid tampak akrab saat memberikan penguatan wawasan kebangsaan Pondok Pemulihan Efrata dibawah yayasan Hati Hambah Sidoarjo milik Yohanes Tio di Perum Puspa Anggaswangi Blok G1 No 16, Sukodono, Sidoarjo, Rabu (21/08/2019) malam

Memontum Sidoarjo – Puluhan anak Papua merasa hidup tentram dan nyaman di Pondok Pemulihan Efrata dibawah yayasan Hati Hambah Sidoarjo milik Yohanes Tio. Bahkan mereka berbaur dengan anak-anak etnis lain yang berada di pondok asuhan yang sama itu.

Keistimewaannya, Yohanes Tio merupakan salah satu penggiat sekaligus anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo. Karena itu, seminggu sekali, anak-anak Papua ini mendapatkan pencerahan wawasan kebangsaan dan keberagamam budaya yang rutin digelar FKUB. Salah satunya yang digelar

di kediaman Yohanes Tio di Perum Puspa Anggaswangi Blok G1 No 16, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Rabu (21/8/2019) malam.

“Silatuhrahmi ini untuk menguatkan kebersamaan bersama anak-anak Papua dan suku etnis lainnya. Kegiatan ini rutin untuk penguatan wawasan kebangsaan,” terang Sekretaris FKUB Sidoarjo, Idham Chalid saat memberi materi penguatan kebangsaan.

Selain itu, kata Idham dalam kegiatan ini, juga digelar doa bersama untuk ketentraman bangsa Indonesia. Doa itu, dipimpin salah satu anak asal Papua.

“Kami berharap kedamaian bagi seluruh umat dan bangsa Indonesia,” pintahnya.

Pemangku Pondok Pemulihan Efrata, Yohanes Tio menguraikan jumlah anak asuhnya dari Papua ada 12 orang. Selama ini mereka selalu diperlakukan dengan baik. Belasan anak Papua itu juga disekolahkan dan mendapatkan pengajaran wawasan kebangsaan bersama anak anak etnis lainnya seminggu sekali.

“Kami selalu memberikan kasih sayang kepada seluruh anak asuh. Tidak ada yang dibeda-bedakan,” tegasnya.

Sementara salah satu anak asuh, Oktovina mengaku senang tinggal di Pondok Efrata dan di Sidoarjo. Pelajar asal Kabupaten Biak, Papua ini merasa mendapatkan berbagai hal terutama kasih sayang di lingkungan asramanya.

“Sampai sekarang saya merasa aman tinggal disini bersama anak-anak yang lain. Puji Tuhan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Yohanes Tio yang sudah mendidik kami dengan kasih sayang,” tandasnya. (Wan/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional