Pemerintahan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

Tim Penilai Kelompok Asman Pemanfaatan Toga dan Akupresur Jatim Evaluasi Aloevera Jemundo

  • Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:27
  • / 20 Djulhijjah 1440
Tim Penilai Kelompok Asman Pemanfaatan Toga dan Akupresur Jatim Evaluasi Aloevera Jemundo

Memontum Sidoarjo – Kelompok Asuhan Mandiri (Asman) Aloevera Desa Jemundo, Kecamatan Taman terpilih mewakili Sidoarjo dalam lomba Kelompok Asman Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan akupresur tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tim penilai Kelompok Asman Pemanfaatan Toga dan Akupresur Provinsi Jawa Timur datang ke Sidoarjo.

KUNJUNGAN - Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkab Sidoarjo, Heri Soesanto mendampingi Tim Penilai Kelompok Asman Pemanfaatan Toga dan Akupresur Propinsi Jatim di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/08/2019)

KUNJUNGAN – Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkab Sidoarjo, Heri Soesanto mendampingi Tim Penilai Kelompok Asman Pemanfaatan Toga dan Akupresur Propinsi Jatim di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/08/2019)

Kedatangan tim penilai dari berbagai lintas sektor ini diterima Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sidoarjo, Dr Heri Soesanto didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, dr Stephanus Idong Djuanda di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (21/8/2019).

Kedatangan tim penilai yang dipimpin Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Jawa Timur, Elmi Mufidah untuk memverifikasi kelompok Asman Aloevera Desa Jemundo. Penilaiannya dilakukan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur serta Biro Kessos Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga menggandeng Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional Jatim dan Lab Herbal Material Medical saat penilaian.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Jawa Timur, Elmi Mufidah mengatakan Pemprov Jatim menggalakkan kegiatan kelompok Asman pemanfaatan Toga diberbagai desa di Jatim. Hal ini sebagai upaya preventif dan promotif mencegah penyakit dengan pengobatan secara mandiri. Masyarakat diajari untuk memanfaatkan tanaman obat keluarga. Selain itu, pijat yang sudah membudaya dimasyarakat dikenalkan kembali untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan.

“Sekarangkan lagi tren peningkatan penyakit tidak menular. Seperti hipertensi, diabet, kolesterol, dan jantung mungkin bisa rutin memanfaatkan dan mengkonsumsi tanaman obat,” katanya.

Bagi Elmi tanaman obat sudah terbukti khasiatnya secara turun-temurun. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan 95 persen tanaman obat terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Seperti halnya produk jamu yang dikonsumsi masyarakat.

“Program ini agar masyarakat Jawa Timur konsen memanfaatkan tanaman obat dan pijat akupresur. Kehadiran ini tidak hanya sekedar penilaian. Tetapi juga sebagai pembinaan rutin setiap tahun,” tegasnya.

Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sidoarjo, Heri Soesanto menegaskan ada 78 kelompok Asman di Sidoarjo. Kelompok Asman ini tersebar di 18 kecamatan di Sidoarjo. Menurutnya, tahun ini kelompok Asman Aloevera Desa Jemundo diusulkan mengikuti lomba Kelompok Asman Pemanfaatan Toga dan Akupresur tingkat Provinsi Jatim.

“Kelompok Asman Aloevera Jemundo sendiri merupakan juara pertama lomba serupa di Sidoarjo. Kami berharap penilaian seperti itu mampu mendorong berkembangnya pelayanan kesehatan tradisional di Sidoarjo. Desa Jemundo punya program inovasi yang didukung program terkait yakni Asmara Di Hati artinya adalah Asuhan Mandiri yang Ramah dan Peduli kepada Hipertensi,” tegasnya.

Heri menyebutkan program Asmara Di Hati merupakan program pengembangan yang muncul akibat banyaknya penderita hipertensi. Desa Jemundo dibawah binaan Puskesmas Taman membuat trobosan pemanfaatan Toga dengan program Asmara Di Hati. Program ini untuk mencegah jumlah penderita dan komplikasi penyakit hipertensi. Kegiatannya antara lain penandaan rumah keluarga penderita hipertensi. Hal ini untuk monitoring penderita dalam penanganannya.

“Sosialisasi penyakit hipertensi juga merupakan bagian program Asmara Di Hati. Selain itu juga gerakan penanaman tanaman obat keluarga dan setiap Minggu ada senam bersama untuk seluruh warga Jemundo serta gerakan bersama minum ramuan Toga,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, dr Stephanus Idong Djuanda menegaskan semakin kedepan pengobatan semakin mahal. Oleh karenanya pemanfaatan Toga harus betul-betul ditingkatkan.

“Termasuk soal keberadaan kelompok Asman Toga juga harus dapat dimaksimalkan agar taraf kesehatan masyarakat Sidoarjo semakin tinggi,” tandasnya. (Wan/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional