Pemerintahan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

Pelantikan Anggota Dewan Kota Malang, Diwarnai Aksi Demo

  • Minggu, 25 Agustus 2019 | 12:43
  • / 23 Djulhijjah 1440
Pelantikan Anggota Dewan Kota Malang, Diwarnai Aksi Demo
I Made saat menemui peserta unjuk rasa. (gie)

Memontum Kota Malang – Dalam pelantikan anggota Dewan Kota Malang periode 2019-2024, Sabtu (24/8/2019) pukul 09.00, diwarnai aksi demo. Saat para anggota dewan dilantik, MCW (Malang Corruption Watch) dan warga melakukan aksi sebagai bentuk penyampean aspirasi kepada anggota dewan yang baru.

Dalam orasi itu, MCW menginggatkan kembali 3 fungsi utama anggota dewan. Yakni sebagai fungsi Budgeting/ penganggaran, fungsi Controlling/ pengawasan dan fungsi legislasi. Tentunya 3 fungsi tersebut tidak boleh diabaikan oleh anggota dewan.

Hanif Abdul, korlap aksi, mengatakan bahwa beberapa cacatan MCW sebagai elemen masyarakat Kota Malang menuntut DPRD Kota Malang untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Benar-benar memlerhatika subtansi kegiatan dalam melakukan reses. Menyusun alokasi -alokasi anggaran yang pro terhadap pemenuhan kenutuhan masyarakat. Aktif melaksanakan fungsi pengawasan dengan maksimal terhadap kinerja eksekutif melalui hak-hak anggota dewannya. Aktif menyebarluaskan informasi kegiatan dan program legislasi yang partisipatif.

” Kegiatan melakukan kegiatan reses harus diperhatikan. Anggaran reses 2019 cukup besar Yakni Rp 12,1 mikiar. Jangan sampai yang kami temukan dalam riset kami terulang kembali. Sebab dalam riset, kami temukan bahwa peserta reses dari lingkaran anggota dewan itu sendiri, simpatisannya kah atau kader partainya, harusnya pesertanya dari dapilnya. Dewan juga harus terbuka. Diamana masyarakat selama ini masih kesulitan dalam berpartisipasi dalam proses perundang-undangan dan kebijakan. Hal.itu karena minimnya.ketwrbukaan tentang kegiatan sehingga partiaipasi masyarakat rendah,” ujar Hanif.

Peserta aksi membubarkan diri setelah I Made Rian Diana Kartika, Ketua Dewan sementara Kota Malang menemui peserta orasi. ” Semoga apa yang kami sampaikan menjadi agenda pembahasan di DPR sehingga menjadikan prioritas penyelesaian permasalahan di Kota Malang,” ujar Hanif. (gie/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional