Connect with us

Kediri

Pol PP Garuk 6 Pasangan Mesum di Kamar Kos

Diterbitkan

||

Pol PP Garuk 6 Pasangan Mesum di Kamar Kos

Memontum Kediri – Petugas Satpol PP Kota Kediri kembali berhasil menggaruk enam pasangan mesum yang beberapa ditempat kos Rabu (4/9/2019).

Tiga pasangan mesum berhasil terjaring razia disalah satu tempat kos di Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri, tiga pasang lagi terjaring razia di Kelurahan Semampir Kota Kediri.

Kasi Trantiibum Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwi Ratmoko mengatakan, petugas Satpol PP Kota Kediri melakukan razia bersama Polsek Kediri Kota untuk memeriksa ketertiban administrasi tempat kos yang berada di Kecamatan Kota Kediri. ” Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan pasangan bukan suami istri yang berada didalam kamar, ” katanya.

Dari kamar tersebut Petugas mengamankan pasangan mesum AK (24) asal Kelurahan Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri dengn perempuan YN (25) asal Desa Paron Kecamatan Ngasem.

Saat petugas melakukan pemeriksaan, kata Agus, pasangan YN dan AK merupakan pasangan kekasih dan belum menikah. “Memang saat pemeriksaan, mereka ada di dalam kamar dengan keadaan pintu tertutup. Saat petugas memeriksa kartu Identitas, ternyata status perkawinan masih belum menikah dan alamat mereka berbeda,” katanya.

Selanjutnya Satpol PP juga berhasil mengamankan, dua pasang lagi dirumah kos lainya, yakni berinisial PES (25) asal Desa Sidomulyo Kecamatan Sumberagung Kabupaten Kediri dengan perempuan APN (17) asal Kelurahan Balowerti Kecamatan/Kota Kediri, dan RI (19) laki-laki asal Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dengan NS (20) asal Desa Lamong Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Pemeriksaan pun berlanjut ke Kelurahan Semampir, petugas memeriksa dua tempat kos menemukan tiga pasangan bukan suami istri berada di dalam kamar yakni RK (18) warga Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dengan perempuan IY (19) warga Kelurahan Tamanan, laki laki YAW (21) warga Desa Blabak Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dengan SIC (19) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Wates, dan CRY (20) laki-laki asal Desa Bendo Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri dengan AOPS (18) perempuan asal Kelurahan Rejomulyo Kecamatan/Kota kediri.

Saat itu juga keenam pasangan mesum tersebut menjalani pemeriksaan dan pendataan di Kantor Satpol PP Kota Kediri serta melakukan serah terima ke pihak keluarga masing-masing. (mid/aji/yan)

 

Kediri

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Diterbitkan

||

oleh

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019

Memontum Kediri – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka secara resmi Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya kemarin. Harmoni Fair tersebut merupakan rangkaian puncak Hari Jadi ke-1140 Kota Kediri dan digelar hingga 22/9/ 2019.

Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, Harmoni Fair ini baru pertama kali diselenggarakan. Harmoni Fair ini dapat menggerakkan UMKM dan produk kreatif yang ada di Kota Kediri.

“Saya senang sekali karena kita sedang getol-getolnya menggerakkan perekonomian khususnya di UMKM. Kalau kita lihat di Kota Kediri, Alhamdulillah tahun demi tahun sudah banyak peningkatan khususnya pada daya saing UMKM. Ini berkat dari kita semua bergerak bersama-sama agar UMKM semakin baik dengan berbagai pelatihan dari Disperdagin, Dinkop UMTK ada juga dari Bank Indonesia,” katanya.

Dengan meningkatnya sektor UMKM perekonomian di Kota Kediri cukup menggeliat, dibuktikan dengan data dari statistik. “Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menyentuh angka 7,02%, ” tambahnya.

Kedepan Mas Abu berharap tidak hanya pemerintah saja yang mengadakan acara seperti ini, namun dari sektor swasta juga harus mengadakan pameran-pameran seperti ini.

“Kita bisa bergerak dan bekerjasama. Saya berharap banyak anak muda kreatif yang bergabung dan berkomunikasi ke Pemerintah Kota Kediri agar semua terjalin dengan baik. Semoga kedepan akan lebih semarak lagi dan UMKM ini mereka berjaya di market place, ” harapnya.

Harmoni Fair tidak hanya menyuguhkan produk UMKM saja, akan tetapi memasuki pintu utama, pengunjung akan dibawa melihat berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Kediri.

Selanjutnya pengunjung akan melihat kampung wisata di Kota Kediri, stand UMKM dari Kota Kediri dan berbagai daerah lainnya, stand pameran instansi, food truck, kuliner, clothing, pameran dari komunitas motor, serta panggung hiburan. (aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Diterbitkan

||

oleh

Bupati Warning Camat, Agar Fokus Sejahterakan Rakyat

Memontum Kediri – Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mewarning tiga camat yang baru dilantik agar konsentrasi mensejahterakan masyarakat dan mewaspadai stunting.

Hal itu disampaikan Bupati saat melantik tiga camat baru yakni kecamatan Ringinrejo, Papar dan kecamatan Ngancar, karena tetiga wilayah kecamatan tersebut menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kediri dr. Hj.Haryanti Sutrisno.

Dalam sambutannya, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pimpinan, dan kepercayaan tersebut tentunya lahir dari persyaratan dan kompetensi yang telah dipenuhi.

“Pada kesempatan ini saya berpesan kepada semuanya bahwa kesejahteraan masyarakat harus selalu menjadi prioritas kita semua. Bagi ibu yang memiliki anak harus selalu kita berikan motivasi untuk memberikan ASI kepada anaknya. Dari jumlah angka kelahiran bayi, 80% anak harus mendapat asupan ASI, itu target kita. ” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Haryanti menekankan pentingnya peran serta semua pihak untuk mencegah stunting. “Stunting juga harus tetap menjadi perhatian kita semua, agar anak-anak di Kabupaten Kediri menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa. Anak sejak lahir hingga usia 2 tahun harus mendapatkan asupan gizi yang cukup demi masa depan mereka nanti,” tutur Bupati.

Untuk diketahui, Ibnu Imad, S.Sos yang semula Camat Ringinrejo menjadi Camat Ngancar. Drs. Purwiaji, MM, yang semula sebagai Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, kini menjabat sebagai Camat Papar Kabupaten Kediri. Sedangkan Drs. Kaleb Untung Satrio, MM, yang semula Sekretaris DP2KBP3A, dimutasi menjadi Camat Ringinrejo.

Pelantikan dilakuikan di ruang Joyoboyo Pemkab Kediri itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto, Sekretaris Daerah Dede Sujana, serta seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kediri. (mid/kmf/aji/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kediri

Targetkan IKL 70,00 DLHKP Gelar Forum Diskusi Lingkungan Hidup

Diterbitkan

||

oleh

Targetkan IKL 70,00 DLHKP Gelar Forum Diskusi Lingkungan Hidup

Memontum Kediri – Untuk mencari solusi tepat dalam menangani sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Kediri tahun 2019.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, SE mengingatkan forum ini penting untuk keberlanjutan bersama, khususnya untuk Kota Kediri. “Saya rasa sekarang Pak Presiden pun juga sangat fokus terhadap krisis lingkungan hidup. Oleh karena itu, kita diskusinya juga harus kritis supaya bisa membangun Kota Kediri betul-betul lebih baik lagi, ” katanya.

Dalam forum diskusi yang dilaksanakan di Ruang Kilisuci itu Walikota mengingatkan, yang paling kelihatan yaitu aspal jalan di Kota Kediri selalu naik, lalu masyarakat lebih suka paving dibanding tanah. Paving memang bisa menyerap tapi tidak bisa maksimal seperti tanah.

” Saya lihat didaerah maju, taman-taman digunakan sebagai resapan air, ni juga perlu kita pikirkan bersama. Apabila ada ruang publik justru harus digunakan untuk resapan air, ” tegasnya.

Walikota mengaku, ia bersama Ning Lik memiliki misi untuk mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, yakni mentarget di 2024 indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya menjadi 70,00.

” Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya 58,29, target saya di 2024 nanti menjadi 70,00, Saya berharap banyak lagi tempat-tempat yang layak untuk anak-anak bermain. Karena penduduk kita kurang lebih 80% tempatnya di perkampungan, 20% nya di pinggir jalan. Rata-rata rumahnya berdekatan. Oleh karena itu, mereka harus bermain di luar dengan alam,” lanjut Mas Abu.

Topik bahasan dalam forum tersebut yaitu Sumber Daya Alam (SDA), kualitas lingkungan hidup, pengendalian SDA dan adaptasi mitigasi perubahan iklim di Kota Kediri, dengan menghadirkan nara sumner Dr. Lutfi Muta’ali pengajar Fakultas Geografi dari UGM Yogyakarta. (aji/mid/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending