Connect with us

Lumajang

Bunda Indah dan Ning Farin Hadir di Lomba Cipta Menu B2SA Si Gempal

Diterbitkan

||

Bunda Indah dan Ning Farin Hadir di Lomba Cipta Menu B2SA Si Gempal

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., (Bunda Indah), didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Musfarinah Nuryatin M.Pd., (Ning Farin), menghadiri Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Aksi Gerakan Kembali ke Pangan Lokal (SI GEMPAL), di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Selasa (10/9/2019) pagi.

Kegiatan lomba cipta menu B2SA kali ini bertemakan “Bisnis Pangan Lokal Berdaya Saing”.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lumajang yang akrab disapa dengan panggilan, Bunda Indah, berharap kegiatan lomba cipta menu itu bukan hanya sekedar lomba, namun harus dapat menemukan atau menciptakan menu asli khas Lumajang.

“Saya berharap ini bukan hanya sekedar lomba, maksudnya adalah untuk menciptakan satu makanan khas Lumajang,” ujarnya.

Bunda Indah, berpesan kedepan Dinas Ketahanan Pangan agar dapat bersinergi dengan instansi terkait untuk terus meningkatkan kreativitas dalam mengolah dan menciptakan menu pangan lokal khas Lumajang. Disamping meningkatkan ketahanan pangan Lumajang, terciptanya menu yang beragam tentunya memiliki orientasi bisnis yang berdampak pada pendapatan masyarakat Lumajang.

Bunda Indah juga berharap agar masyarakat dapat mencontoh Kantor Dinas Ketahanan Pangan yang memanfaatkan halaman kantor atau rumahnya dengan tanaman – tanaman sayuran. Menurutnya apabila ini dicontoh, tidak hanya menjadikan halamannya lebih asri, tetapi juga dapat menunjang perekonomian keluarga.

“Saya berharap tidak hanya disini saja, melalui PKK Pokja III yang ada di Kecamatan dan Desa bisa memberdayakan dan mencontoh, masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan. Ini remeh, tetapi kalau dimanfaatkan di pekarangan masing-masing itu akan sangat membantu menghemat perekonomian keluarga,” tuturnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Ning Farin, berharap ada kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan, Tim Penggerak PKK dengan pengusaha catering di kecamatan masing-masing, agar dapat meningkatkan kreativitas dan menggali potensi pangan Lumajang sesuai ketentuan B2SA.

“Saya harap bagaimana Dinas Ketahanan Pangan beserta Tim Penggerak PKK mampu mengangkat makanan khas Lumajang,” harapnya.

Mudah-mudahan menu yang dilombakan terdapat daya jual yang bisa dikembangkan, sehingga dapat mengangkat menu khas Lumajang.

Plt. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Ir. Sutan Wardono, melaporkan bahwa Lomba Cipta Menu tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena ditahun ini peserta lomba bukan hanya melibatkan Tim Penggerak PKK, namun juga melibatkan pengusaha catering di kecamatan masing-masing untuk menciptakan menu olahan khas Lumajang.

Lomba Cipta Menu tahun ini berhasil diraih oleh Kecamatan Senduro sebagai juara umum pertama, juara umum kedua diraih Kecamatan Lumajang, dan juara umum ketiga diraih Kecamatan Pasrujambe.

 

Sedangkan untuk pemenang dari beberapa kategori yang diperlombakan, yaitu :

 

Kategori Resep Makanan Utama

  • Juara 1 Kecamatan Klakah
  • Juara 2 Kecamatan Kedungjajang
  • Juara 3 Kecamatan Gucialit

Kategori Resep Makanan Sayuran dan Buah-buahan

  • Juara 1 Kecamatan Candipuro
  • Juara 2 Kecamatan Pasirian
  • Juara 3 Kecamatan Sumbersuko

Kategori Resep Makanan Lauk Pauk

  • Juara 1 Kecamatan Tempursari
  • Juara 2 Kecamatan Padang
  • Juara 3 Kecamatan Sukodono

(adi/yan)

 

 

Lumajang

Semeru Kebakaran, Wabup Lumajang Imbau Jangan Lakukan Pendakian

Diterbitkan

||

Semeru Kebakaran, Wabup Lumajang Imbau Jangan Lakukan Pendakian

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menghimbau agar para pendaki tidak melakukan aktifitas pendakian jalur Gunung Semeru dalam beberapa waktu ini. Hal itu disampaikan Wabup saat melakukan peninjauan dan koordinasi terkait upaya pemadaman kebakaran diwilayah TNBTS. Kamis sore (26/9/2019).

“Jalur pendakian dari Ranupani ke Ranu Kumbolo sudah ditutup total sampai batas waktu dinyatakan aman dan api sudah tidak ada lagi, Kepada teman-teman pendaki, jangan coba-coba untuk melanggar aturan ini, karena itu sudah diluar tanggung jawab pemerintah,” himbau Wabup.

Ditemui saat bersama Komandan Kodim 0821 Lumajang, Kolonel Inf. Ahmad Fauzi, S.E., di Ranupani, Wabup mengatakan untuk melakukan upaya pemadaman api, sudah disiagakan 60 personil gabungan dari TNI, POLRI, BPBD Kabupaten Lumajang, Personil TNBTS, relawan dan masyarkat sekitar dengan menggunakan gepyok.

“Semua bergerak setiap hari, di empat titik dengan alat seadanya, karena tidak mungkin menggunakan mobil, dengan alat gepyok,” ujar Wabup.

Wabup menjelaskan sekitar 80 haktere lahan terbakar. Api cepat menyebar melalui alang-alang kering dan semak-semak yang sudah banyak yang kering.

Dari data BPBD Kabupaten Lumajang, per 26 September 2019, Titik api bertambah menjadi 35, masih belum bisa dikendalikan yang tersebar di beberapa Blok Ranu Kembang, Pusung Gendero, Ayek-ayek dan Watu pecah, dan Resort PTN Ranupani. Pengaruh angin yg sangat kencang, lokasi bertebing dan berbukit, menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman. Untuk kondisi di pos Ranupani maupun Ranu Kumbolo sudah tidak ada aktifitas pendakian. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Lumajang

Gelar Aksi Damai, Ini Penjelasan Bunda Indah, Tanggapi 7 Tuntutan PMII Lumajang

Diterbitkan

||

Gelar Aksi Damai, Ini Penjelasan Bunda Indah, Tanggapi 7 Tuntutan PMII Lumajang

Memontum Lumajang – Satu tahun kepemimpinan Cak Thoriq-Bunda Indah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Kamis (26/9/2019) siang, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi damai didepan Pemkab Lumajang.

Pada momentum satu tahun ini dalam orasinya para mahasiswa menyatakan agar supaya janji yang sudah disampaikan pada masyarakat bisa direalisasikan.

“Ini merupakan ajang untuk mengevaluasi dan menagih janji politik, Bupati-Wakil Bupati, janji tersebut bukanlah sebagai kenangan atau nostalgia belaka, apalagi janji hanya sebagai penyakit demokrasi. Masyarakat butuh realisasi program dan kinerja yang jelas, tidak hanya pencitraan yang bikin perut mulas”, teriak mahasiswa dalam orasinya.

PMII mendesak dan meminta Kepada Bupati-Wakil Bupati Lumajang :

1. Menuntut Pemerintah Lumajang menjalankan secara serius PERDA “Perlindungan lahan pertanian pangan yang berkelanjutan” mengingat banyaknya lahan produktif yang dialih fungsikan menjadi bangunan (Properti, Gudang dll).

2. Mendesak Pemerintah Lumajang segera mengisi banyaknya jumlah kepala OPD yang masih menjabat sebagai PLT.

3. Menuntut Pemerintah segera reformasi PDAM karena banyaknya kejanggalan didalamnya.
a. Warga mengeluh pembayaran sering membengkak
b. Lakukan tera pada stand PDAM
C. Profesionalitas petugas PDAM agar pelanggan merasa terlayani dengan baik
d. PDAM harus punya sisyem online, sehingga pelanggan bisa mengecek jumlah tagihan

4. Segera merealisasikan program penerangan jalan didaerah sepi dan rawan kejahatan serta janji 1000 CCTV.

5. Tertibkan truk-truk pasir yang melintas di Lumajang selatan, khususnya jalan yang dulu tidak dilewati truk pasir sekarang dilewati (jalan pedesaan).

6. Mendesak Pemerintah Lumajang segera menyelesaikan jalan penghubung antara Tempursari-Lumajang.

7. Pemerintah Lumajang segera meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mengingat Lumajang berada di urutan 36 dari 38 se-Jawa Timur.

Wakil Bupati Lumajang, Ir Indah Amperawati, MSi, yang menemui para mahasiswa yang menggelar aksi damai menyampaikan, bahwa periode kepemimpinannya bersama Bupati merupakan amanat yang diberi oleh rakyat dalam masa 5 tahun.

Menurutnya, seluruh janji-janji politik yang sudah disampaikan saat kampanye sudah dijalankan. Namun, keterbatasan anggaran APBD adalah salah satu yang bisa menyebabkan seluruh program itu bisa tuntas 1 tahun, 2 tahun, atau bahkan 5 tahun.

“APBD kita ini 2,3 Triliun, separuhnya untuk belanja pegawai, jadi kita tidak cukup kaya dengan jumlah penduduk yang satu juta seratus lebih ini, dengan jumlah desa 205 dan 21 kecamatan oleh karena itu semuanya tetap bertahap untuk segera kami tuntaskan”, jelasnya.

Bunda Indah juga menerangkan, bahwa Pemerintah Lumajang akan membenahi dan menata kembali (reposisi dan restrukturisasi) di PDAM, agar pelayanan air bersih semakin baik dan membenahi pelayanan.

Selain itu, untuk pemasangan CCTV sudah dilakukan, hanya saja penempatannya masih dipergunakan untuk pemantauan lalu lintas. Dalam waktu dekat ini pemasangan akan dilakukan di daerah rawan kriminal.

Sementara untuk jalur Pasirian-Tempursari. Kata Bunda Indah, tanahnya merupakan milik perhutani, sehingga pihak pemerintah daerah harus ijin ke Menteri Kehutanan apabila ingin membangun jalan tersebut dan itu sudah dilakukan.

Ia menjelaskan jika dalam waktu dekat Pemkab akan bekerjasama dengan TNI untuk pembangunan jalan tembus Tempursari agar jalan tersebut bisa dilalui pengendara sepeda motor, sementara waktu.

“Saat ini menteri kehutanan belum menerbitkan surat izin karena masih menunggu desain dan rab untuk pembangunan jalan penghubung tempursari, sementara itu kami akan melakukan terobosan dengan membangun jalan yang hanya cukup dilewati sepeda motor dan kami bekerja sama dengan TNI, ” ujarnya.

Sedangkan peningkatan IPM terutama pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dengan mensosialisasikan jangan menikah dini, mendorong masyarakat jangan putus sekolah, dan seluruh desa harus ada program kejar paket A, B, dan C.

“Kami ingin melayani masyarakat dengan baik namun kami tidak ingin melanggar undang-undang, semua itu merupakan PR kami dan bukan hal mudah karena membutuhkan waktu. Untuk itu beri waktu kami untuk menyelesaikan semuanya,” terang Bunda Indah. (adi/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Lumajang

Hidupkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat Lumajang

Diterbitkan

||

Hidupkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat Lumajang

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., membuka Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke – 47, di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Rabu (25/09/19).

Dalam sambutannya, Wanita yang populer dengan sapaan Bunda Indah itu, mengungkapkan, peringatan BBGRM merupakan sebagai wahana untuk mengingatkan dan menanamkan kembali kepada seluruh masyarakat, akan arti penting dan manfaat budaya Gotong-Royong di dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sekarang mungkin masih ada (Gotong Royong), tapi tidak sampai selesai, hanya tiga hari gotong royong bareng terus ditinggal, dan membayar tukang. Mudah – mudahan ini bisa menjadikan semangat kita bersama mengembalikan sikap Budaya Gotong Royong di masyarakat,” terangnya.

Ia menilai, momentum tersebut memiliki kedudukan yang cukup penting, terutama dalam mendorong dan meningkatkan kepedulian serta peran aktif masyarakat untuk terus membudayakan dan melestarikan semangat gotong royong yang telah menjadi jati diri, karakter serta ciri khas masyarakat.

Untuk itu, Bunda Indah mengajak seluruh masyarakat Lumajang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong, yang merupakan budaya Bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, Syamsul Arifin, SP, MM., Melaporkan, Pelaksanaan BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK itu, diawali dengan beberapa kegiatan, mulai dari kegiatan di tingkat masyarakat sampai dengan kegiatan lomba.

Adapun pemenang lomba tingkat gotong royong terbaik tingkat Kabupaten 2019, diantaranya yaitu, juara 1 diraih oleh Desa Tempeh Tengah, juara 2 diraih oleh Desa Sidomulyo, juara 3 diraih oleh Desa Kaliuling, harapan 1 diraih oleh Desa Sukorejo dan harapan 2 diraih oleh Desa Blukon.

Pemenang lomba Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten 2019, diantaranya, juara 1 diraih oleh Desa Kraton, juara 2 diraih oleh Desa Gesang, juara 3 diraih oleh Desa Rojopolo, harapan 1 diraih oleh Desa Sumbersari, harapan 2 diraih oleh Desa Wonorejo.

Pemenang lomba Pasar Desa tingkat Kabupaten 2019, diantaranya, juara 1 diraih oleh, Pasar Desa Denok, juara 2 diraih oleh pasar Desa Tempursari, juara 3 diraih oleh Pasar Desa Pasrujambe, harapan 1 diraih oleh Pasar Desa Sumberurip, harapan 2 diraih oleh Pasar Desa Sidorejo.

Pemenang lomba Cipta Inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten 2019, diantaranya,
Dalam Kategori pelajar, juara 1 diraih oleh MAN Lumajang, juara 2 diraih oleh SMAN 1 Yosowilangun, juara 3 diraih oleh SMK 1 Lumajang, juara 4 diraih oleh SMAN 1 Jatiroto.

Kategori umum, juara 1 diraih oleh Yupianto (Nogosari Persil), juara 2 diraih oleh Rizki Mendung Ariefianto Nur Ikhsan (Gunung Sawur, Sumberwuluh), Mohammad Imron Mashudi (Labruk Lor), juara 4 diraih oleh David Bayu Prasetyo Budi (Lempeni, Tempeh).

Pemenang lomba BUMdes tingkat Kabupaten 2019, diantaranya, juara 1 diraih oleh BUMdes Wiraraja, Desa Wonorejo, juara 2 diraih oleh BUMdes Labruk Lor, juara 3 BUMdes Sekarjati, Desa Denok, harapan 1 BUMdes Sinar Jaya, Desa Karanganyar, harapan 2 diraih oleh Semeru Lestari, Desa Pasrujambe.

Acara tersebut, melibatkan kurang lebih 1200 orang, terdiri dari kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Ketua TP PKK Kabupaten Kecamatan dan Desa, ketua LKMD, DPD, Kepala Desa, Lurah se – Kabupaten Lumajang serta beberapa undangan lainnya (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending