Pemerintahan

Pengukuhan Guru Besar Polinema
lenjag

JNE Bawa UMKM Malang ke Era Ekonomi Digital, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

  • Kamis, 12 September 2019 | 08:57
  • / 12 Muharram 1441
JNE Bawa UMKM Malang ke Era Ekonomi Digital, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Dias Satria, pemilik Kopi Jago, Kepala Dinas Koperasi dan dan Usaha Mikro Kota Malang dan Whindiarto Yudhistiro, head of sales marketing JNE Malang saat menjadi pembicara di JNE Kopiwriting. (gie)

Memontum Kota Malang – Penggiat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kota Malang cukup besar. Dari data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang, tercatat ada 90 ribu UMKM di Kota Malang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Dra Tri Widyani Pangestu MSi, dalam acara Kopiwriting JNE dengan tema “Membawa UMKM Lokal Ke Era Ekonomi Digital” pada Rabu (11/9/2019) sore di Vargo Kitchen Jl. Borobudur, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Menurut Tri Widyani, Kota Malang memiliki peluang yang besar dalam pengembangan UMKM. “Kota Malang adalah kota pendidikan, kota wisata, sangat menunjang kalau Kota Malang menjadi bumi nya UMKM. Pasarnya luar biasa. Hal ini seperti misi Walikota Malang, menempatkan perekonomian kerakyatan yang dikembangkan ke arah ekonomi kreatif,” ujar Tri Widyani.

Namun para pejuang UKM tetap memerlukan pendampingan terkait persoalan pengembangan. ” UKM ternyata perlu pendampingan. Oleh karena itu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang memiliki klinik bisnis yang menangani persoalan dan pengembangan UKM.

Ada 4 permasalahan yang dihadipi oleh para pejuang UKM yakni masalah kualitas produk, standarisasi, pembiayaan dan pemasaran. Kendala di Packaging, branding dan pemasaran lemah. Oleh karena itu penggiat UKM perlu adanya pendampingan.” ujar Tri Widyani.

UMKM di Kota Malang yang saat ini terus berkembang diantaranya bisnis kuliner, fashion, kerajinan dan bidang digital seperti game dan animasi. ” Kami terus berdayakan bagaimana market UKM pemasarannya juga handal hingga keluar negeri,” ujar Tri Widyani.

Sementara itu, Kepala Cabang JNE Malang, Windhu Abiworo mengatakan bahwa JNE Malang telah memiliki inovasi yang dihadirkan untuk membantu pelaku UKM agar semakin terus berkembang. Melalui program rumah UMKM, JNE akan semaksimal mungkin membantu pelaku UKM agar semakin berkembang hingga bisa memasarkan produknya hingga ke luar negeri.

“JNE Malang saat ini memiliki program ”Rumah UMKM” yang bekerja sama dengan beberapa dinas pemerintahan untuk pemberian materi, pelatihan, coaching clinic berupa branding, packaging, dan digital marketing. Ini untuk mendukung pelaku UMKM agar semakin berkembang di era ekonomi digital,” ungkap Windhu.

Diantaranya menghadirkan Warehousing Management System yang mampu menangani proses pickup, racking, packing, labeling AWB, ready to shipper, sehingga memudahkan berbagai proses distribusi. Selain itu, para pelaku UMKM juga diajak untuk berani go international dengan program ”Ekspor Lebih Mudah” ke seluruh dunia.

Ditambahkan oleh Whindiarto Yudhistiro, head of sales marketing JNE Malang, bahwa pihaknya akan memberikan potensi positif dengan hadirnya rumah UMKM.

“Kita bahkan akan masuk ke tingkat kelurahan. Bisa dengan bekerja sama dengan Karang taruna, komunitas-komunitas untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UKM. Kita akan membuka kelas-kelas pelatihan. Kita upayakan pelaku UKM bisa terua berkembang dari 1.0 sampai 4.0. Pengajarannya mulai nol hingga mereka bisa ekspor,” ujar Whindiarto Yudhistiro.

Pengajarannya sampai hal-hal terkecil bagaimana suatu produk bisa menarik konsumen hingga laku di pasaran. ” Mengambil foto untuk ditampilkan di IG juga sangat penting menarik perhatian pembeli. Pelaku UKM juga kita ajarkan pengambilan foto termasuk efek pencahayaan nya sehingga bisa menarik saat ditampilkan di IG. Pelatihan-pelatihan juga kami hadirkan pera pelaku usaha yang sudah sukses, karena yang kita bicarakan adalah realitas di lapangan. Akan kita branding bagaimana produk UKM bisa laku di pasaran. Bagaimana produk dikemas sehingga sangat menarik. JNE akan memfasilitasinya. Untuk kelas internasional akan kita mulai akhir 2019 supaya produk pelaku UKM bisa dipasarkan juga ke luar negeri,” Whindiarto.

Dalam kopiwriting ini juga hadir Dias Satria Pemilik Kopi Jago & Jagoan Indonesia , sebagai pembicara. Pengusaha muda ini memberikan pengalaman dan motivasi kepada para pelaku UKM untuk terus mengembangkan usaha sekreatif mungkin untuk bisa diterima di pasaran. (gie/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional