Connect with us

Pemerintahan

Dinkes Surabaya Sosialisasi Perda KTR di Kampus Untag

Diterbitkan

||

Dinkes Surabaya Sosialisasi Perda KTR di Kampus Untag

Memontum Surabaya – Seorang petugas Satpol PP melakukan sosialiasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Andriansyah Eka S menegur beberapa mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang tengah merokok di Gedung Graha Wiyata Lt.1.

“Disini tidak boleh merokok, dendanya Rp 250 ribu loh. sudah mengetahui tentang perda KTR yang melarang merokok di lingkungan kampus,” kata Andriansyah.

Karena mahasiswa tersebut belum mengetahui perda KTR dan sanksinya, Andriansyah menjelaskan kepada sekelompok mahasiswa yang tengah berkumpul tersebut.

Sementara itu, Arif mengungkapkan belum mengetahui larangan dan perda KTR di lingkungan kampus. Bahkan dirinya terkejut ketika didatangi petugas Satpol PP dan petugas KTR dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Baru tahu kalau diluar gak boleh, kalau dikelas atau dalam gedung memang ga boleh, dan ada tulisan larangannya,” kata dia.

Menurutnya, denda sebesar Rp 250 ribu adalah nominal yang cukup tinggi. Apalagi harga rokok satu bungkus harganya hanya kisaran Rp 20 ribu saja.

Disamping itu, Staff Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Surabaya, Nur Laila mengungkapkan pihaknya tengah memaksimalkan sosialisasi perda KTR di lingkungan kampus.

“Perda nomor 2 tahun 2019 itu ingin kami terapkan dengan sosialisasi langsung, dan akan kami terapkan denda sekalian,” kata Nur.

Ia menjelaskan dengan adanya sosialisasi ini masyarakat akan mengetahui bahwa Kota Surabaya memiliki aturan KTR. Adapun kawasannya seperti area belajar mengajar, belajar dan bermain anak, tempat ibadah, transportasi umum, perkantoran.

“Jadi kawasan bebas merokok ini bukan hanya di lingkungan kesehatan saja,” katanya.

Bulan September 2019 ini akan dimaksimalkan sosialisasi di kampus, kata Nur, pihaknya memulai dari Untag Surabaya. Bahkan pada 20 September 2019 mendatang, dinkes akan menggelar sosialisasi secara terbuka di Kampus Untag Surabaya.

Meski begitu, Nur menyampaikan tidak bisa memastikan dapat melakukan sosialisasi langsung pada semua kampus di Surabaya. Hal tersebut karena keterbatasan SDM untuk terjun langsung ke lapangan.

“Diharapkan melalui media sosial, dan awak media bisa menyampaikan perda KTR ke seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia juga menjelaskan, untuk sanksi yang dibebankan untuk perseorangan di lingkungan kampus sebesar Rp 250 ribu. Sedangkan untuk Instansi atau pimpinan instansi sebesar Rp 50 juta.

Pelanggarannya pun beragam bentuknya, kata dia, misalnya kita menemukan putung rokok, ada orang membawa rokok, ada orang jualan rokok, kerjasama rokok, atau mempromosikan rokok di area KTR.

Ia juga mengimbau, bahwa kawasan kampus dilarang untuk membuat kawasan merokok atau smooking room. Yang diperbolehkan hanya perkantoran atau pun tempat umum lainnya.

Sementara itu, Kepala Biro Non Akademik Untag Surabaya Kinto Purnomo menyampaikan akan lebih maksimal mensosialisasikan KTR di Untag Surabaya.

“Karena Untag sudah eco campus, kami akan menambah larangan merokok di kawasan kampus pada tim etik yang sudah ada. Dan akan ada tim khusus untuk operasional di lapangan,” katanya.

Nantinya semua petugas keamanan kampus akan mengawasi mahasiswa mau pun staff yang merokok atau pun terlihat membawa rokok. Terlebih ada yang membuang putung rokok sembarangan.

“Jadi nanti dari pintu masuk, parkir, akan beroperasi mengawasi mahasiswa atau staff yang melanggar, jadi akan ada operasi rokok. Karena rokok juga berbahaya kalau membuang sembarangan akan menimbulkan kebaran juga,”tutupnya.(Sas/Ace)

 

 

Pemerintahan

Bupati Faida Apresiasi IKIP PGRI Jember Gelar Seminar Reproduksi Disabilitas

Diterbitkan

||

Bupati Faida Apresiasi IKIP PGRI Jember Gelar Seminar Reproduksi Disabilitas

Jember, Memontum – Bupati Jember dr Hj Faida MMr mengapresiasi apa yang dilakukan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Jember yang konsen dengan urusan disabilitas, termasuk tentang reproduksi disabilitas.

Pernyataan tersebut di sampaikan Bupati saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional di Aula IKIP PGRI Jember, yang bertemakan “Kebijakan dan Layanan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Inklusif”, Selasa (15/10/2019) siang.

“Saya mengapresiasi IKIP Jember bersama Sabda, NGO Yogjakarta, yang sangat konsen urusan disabilitas dan merasa senang selain karena juga melibatkan anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) dan adanya lomba membuat esai dan poster, ” ungkapnya.

Institut IKIP PGRI ini Lanjut Faida punya jurusan yang kompetensi di bidang itu dan menjadi mitra pemerintah, untuk melahirkan guru-guru inklusi.

“Sehingga disabilitas di Jember bisa mendapatkan hak-haknya di bidang pendidikan maupun bidang kesehatan,” ujarnya.

Bupati mengaku, Pemkab Jember merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang membuat Perda dan Perbup tentang disabilitas, dari itu, semua bisa menyampaikan hak-haknya untuk para disabilitas jember.

“Ada hampir 1500 disabilitas dan keluarganya, mendapatkan asuransi kesehatan gratis di Jember, untuk mendapatkan beasiswa, baik pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang S2, di sini banyak calon guru Inklusi, karena di Jember sangat diperlukan tambahan guru-guru inklusi tersebut,”pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemberian Beasiswa PT Direspon Baik Masyarakat Jember

Diterbitkan

||

Pemberian Beasiswa PT Direspon Baik Masyarakat Jember

Jember, Memontum – Pemberian Beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menuju Perguruan Tinggi (PT) sangat diperlukan dan diinginkan masyarakat, sehingga Bupati Jember dr Hj Faida MMr ke depan akan melipatgandakannya.

“Ternyata program beasiswa sangat diminati dan respon sangat baik dari masyarakat, ” kata Faida usai memberi arahan di kongres 10 ribu mahasiswa penerima beasiswa, Selasa (15/10/2019) siang.

Faida menerangkan hasil evaluasi, ternyata target itu perlu dilipatkan. Pasalnya, gelombang 5 jumlah 2900 yang terakhir lebih didominasi oleh guru TK dan PAUD yang belum sarjana.

“Ini suatu upaya untuk menaikkan kualitas dan SDM yang didukung oleh SDM guru TK dan PAUD, untuk tahun sebelumnya, rata-rata pertahun 1500 sampai dengan 2000,” ungkapnya.

Untuk itu Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini menyarankan agar mereka melakukan pengajuan lebih lengkap dengan surat keterangan miskin dan keterangan UKT. Pengajuan tersebut nanti mempermudah pihaknya dalam pemberian UKT dan dapat langsung dibayarkan ke kampus.

“Mereka mendapat bantuan biaya hidup Rp 750 ribu tiap bulan dan data-datanya sudah lengkap, sehingga memudahkan kita untuk menyiapkan buku rekening Bank Jatim. Karena semua diterima melalui rekening Bank Jatim,” paparnya.

Bupati menginginkan, yang didukung dari keluarga miskin, dengan harapan mahasiswa ini menjadi generasi yang peduli, bukan hanya generassi yang memiliki IPK tinggi.

“Lalu buat apa memberi kesempatan kuliah, tetapi tidak perduli kepada sesama, maka sebelum lulus, mereka harus bisa berbuat kepada masyarakat, ” ujarnya (Bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Fadeli Sematkan Satyalencana Karya Satya untuk PNS, Dorong Semangat Nawa Bhakti

Diterbitkan

||

Bupati Fadeli Sematkan Satyalencana Karya Satya untuk PNS, Dorong Semangat Nawa Bhakti

Memontum Lamongan – Semangat Nawa Bhakti Satya Untuk Jawa Timur Sejahtera, sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang kental dengan gotong royong dan perjuangan. Ini diungkapkan Bupati Lamongan Fadeli saat menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 74 Jawa Timur di Alun-alun Lamongan, Senin (14/10/2019)

Usai membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Fadeli menambahkan bahwa berbagai prestasi yang dicapai oleh Jawa Timur tentunya tidak lepas dari peran dan prestasi yang di capai kabupaten dan kota .

“Apa yang disampaikan Gubernur Jawa Timur terkait prestasi-prestasi yang selama ini didapatkan tentunya tidak lepas dari peran dan prestasi yang di capai oleh kabupaten dan kota. Khususnya Kabupaten Lamongan yang banyak menyumbang prestasi,” ungkapnya.

Deretan penghargaan tiga tahun terakhir tersebut yakni Lamongan meraih penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha atas prestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam bidang kesehatan Lamongan ditetapkan sebagai yang terbaik kelompok Asuhan Mandiri (Asman) melalui pemanfaatan Tanaman Toga dan Akupresur tingkat Kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selain itu untuk kedua kalinya Lamongan mendapat penghargaan Natamukti sebagai bentuk kepedulian mendorong dan meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kemarin saat menghadiri undangan Hari Jadi ke 74 Jawa Timur di Grahadi, Kabupaten Lamongan mendapat penghargaan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana oleh Desa Tracal Kecamatan Karanggeneng Lamongan,” lanjut Fadeli.

Pada kesempatan tersebut Fadeli juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan dan disiplin tinggi

Penyerahan tanda kehormatan tersebut diberikan kepada Mu’ad dan Mochammad Muslich yang merupakan Pengawas Sekolah Madya Dinas Pendidikan Lamongan.

Kemudian Retno Agoestin dan Purwoto Guru SMPN 1 Lamongan yang masing-masing telah mengabdi selama 30 tahun.

Selanjutnya tanda kehormatan pengabdian selama 20 tahun diberikan kepada Sumadi Kepala SD Kemala Bhayangkari 5, Kasto Kepala SDN Turi dan Kasmuri Kepala SDN Karanglangit.

Sedangkan Herni Tri Yuwana Guru SDN Kebet, Supiyanto staf wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Paciran, dan Upi Ernawati Guru SDN Baduran 2 Turi masing-masing telah mengabdi selama 10 tahun. (tyo/zen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending