Connect with us

Kota Batu

Kota Batu Masih Nunggak Iuran BPJS Rp 7 Milyar

Diterbitkan

||

Kota Batu Masih Nunggak Iuran BPJS Rp 7 Milyar

Memontum Kota Batu – Minimnya masyarakat Kota Batu yang belum terdaftar pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ternyata menimbulkan dampak yang luar biasa bagi Kota Pariwisata tersebut. Tidak tanggung-tanggung, akibat dari banyaknya masyarakat yang belum tercover BPJS kesehatan tersebut membuat Kota Batu menanggung tunggakan hingga Rp. 7,7 Milyar.

“Padahal dengan dana bagi hasil pajak rokok ditambah perubahan anggaran keuangan dengan total Rp. 25 Milyar, Kota Batu bisa mencover seluruh masyarakatnya 100 persen,” ungkap Hendri Wahyuni Kepala BPJS Malang Raya. Ia menambahkan tunggakan sebesar itu harus menjadi PR bagi pemkot untuk segera menargetkan masyarakatnya tercover dengan persentasi 97 persen dari total masyarakat Kota Batu, karena saat ini yang tercover hanya 73 persen.

Yuni membeberkan, rincian tunggakan tersebut diantaranya ada 17.401 Peserta mandiri Bukan Penerima Upah (PBPU) menunggak iuran sebesar Rp 7.906.160.395. Sedangkan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) ada 17 dengan tunggakan sekitar Rp 60.022.183.

Total keseluruhan tunggakan yang ada kurang lebih Rp 7.766.182.524 Miliar. Hal ini disebabkan banyak masyarakat yang sebelumnya membuat BPJS kesehatan namun dibiarkan menunggak dengan berbagai alasan seperti peserta BPJS yang kurang diperhatikan oleh beberapa pelayanan di rumah sakit ataupun kesusahan mengikuti regulasi yang ada.

“Padahal kalau ditelaah, manfaatnya banyak sekali. Kami juga terus mengevaluasi diri jika memang ada pengaduan dari masyarakat,” imbuh Hendry. Oleh sebab itu ia berharap pemkot Batu bisa segera mendata masyarakat miskin dan tidak mampu agar dana BPJS sebesar Rp. 25 Milyar bisa terserap dengan sempurna.

“Soalnya yang didahulukan memang harus masyarakat miskin dan tidak mampu. Kalau yang mampu diusahakan membayar secara mandiri. Apalagi tunggakan sebesar ini biasanya didominasi oleh masyarakat tidak mampu yang dulu ikut mendaftar sebagai peserta mandiri,” tandas Yuni.(bir/yan)

 

Kota Batu

Gali Potensi Wisata Budaya, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Bimtek 50 Guide Lokal

Diterbitkan

||

oleh

Gali Potensi Wisata Budaya, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Bimtek 50 Guide Lokal

Memontum Kota Batu – Kunjungan wisata di Kota Batu yang selalu meningkat membuat Kota Pariwisata tersebut mulai kewalahan. Pasalnya 43 tempat wisata di Kota Batu hingga saat ini masih belum memiliki guide lokal. Maka, Dinas Pariwisata menggelar Bimtek kepada pegiat seni budaya di Balaikota Among Tani, Selasa siang (24/9/2019).

“28 Destinasi Wisata Buatan dan 15 Wisata Desa di Kota Batu. Oleh sebab itu kami membimbing pemuda dan pegiat seni di Kota Batu untuk menjadi Guide Wisata dan Budaya,” ungkap Elok Tri Wahyuni Staff Bidang Pengembangan SDM Pariwisata. Ia mengungkapkan sengaja mengambil Guide Lokal dari pegiat seni dan budaya dikarenakan masih minimnya pengetahuan seni dan budaya baik dari pengelola maupun wisatawannya.

Elok menambahkan dalam bimbingan ini, selain dididik menjadi guide lokal, peserta diharapkan dapat memperdalam dan menemukan 12 unsur agar Kota Wisata Batu bisa menjadi Kota Pariwisata seutuhnya. Rincian unsur tersebut diantaranya bahasa, tradisi, kerajinan tangan, makanan dan kebiasaan pangan, musik dan kesenian, sejarah tempat, cara kerja teknologi, agama, bentuk dan karakteristik arsitektur, tata cara berpakaian, aktifitas, serta sistem pendidikan.

“Contohnya di Bali, kedua belas unsur tersebut telah terpenuhi sehingga wisatawan yang datang tahu kalau tari kecak adalah kesenian Bali, histori dan bentuk arsitektur bangunan yang hanya ditemukan di Bali, dan ayam betutu adalah makanan khas Bali. Oleh sebab itu Guide lokal harus bisa menemukan unsur-unsur ini,” ungkap Elok. Sedangkan di Kota Batu sendiri saat ini hanya memenuhi 3 unsur saja dan yakni bahasa, tradisi, serta kesenian dan kebudayaan.

Ia menambahkan Kota Batu sendiri saat ini telah memiliki 440 unsur kesenian dan kebudayaan seperti bantengan, jaranan, jamasan dan lain sebagainya. “PR nya tinggal menggali Potensi lainya saja agar Kota Batu bisa seutuhnya menjadi Kota Pariwisata tingkat Dunia setelah Bali dan Yogyakarta,” tandasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

Kadin Kota Batu Datangkan Industrie -und Hadelskammer Trier Jerman, Bangun Sinergitas Pendidikan dan Dunia Industri

Diterbitkan

||

oleh

Kadin Kota Batu Datangkan Industrie -und Hadelskammer Trier Jerman, Bangun Sinergitas Pendidikan dan Dunia Industri

Memontum Kota Batu – Perwakilan Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier Jerman, semacam Kadin di Indonesia, Andreas Gosche berharap sistem pendidikan kejuruan di Indonesia bisa seperti Jerman. Katanya, pelajar kejuruan di Jerman sudah siap kerja ketika lulus sekolah. Itu terjadi karena lembaga pendidikan dan industri di Jerman berkolaborasi dengan baik.

“Kondisi di Jerman seperti itu sehingga bisa menekan angka pengangguran. Anda lihat saja, kawasan seperti Jerman, Denmark, Austria, Finlandia jumlah penganggurannya sedikit,” ujar Andreas saat berada di Balaikota Among Tani untuk mengisi Training of Trainer Tempat Kerja Internasional Kualifikasi Dasar (AdAIB) Jerman, Senin (23/9/2019).

Dijelaskan Andreas, pihaknya mendapat dukungan dari Kadin Jatim, Kadin Batu dan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi Jawa Timur (BKSP Jatim ). Andreas melihat, di SMK menonjolkan suasana pedagogik terhadap pelajar. Sementara dunia Industri lebih memilih keahlian dalam praktiknya.

Akibatnya, masih banyak yang tidak menemui titik tengah ketika lulusan sekolah kejuruan masuk ke dunia industri. Oleh sebab itu, menurut Andreas, pelajar kejuruan perlu mendapatkan waktu yang banyak untuk menerapkan keahlian.

“Indonesia banyak belajar tapi kemudian tidak punya keahlian,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga mendorong agar keahlian para pelajar di Kota Batu ditingkatkan. Dewanti minta agar dinas terkait seperti Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan dapat meningkatkan skill anak-anak muda.

“Skil menjadi primadona. Di Indonesia banyak sarjana, tapi saat mau kerja bingung,” ujar Dewanti.

Sementara itu, Ketua BKSP Provinsi Jawa Timur Adik Dwi Putranto menambahkan bahwa pelatihan ini sebagai bentuk sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Setelah mengikuti kegiatan ini peserta bisa langsung mentransfer ilmu yang diperoleh kepada anak didik mereka.

“Kami harapkan para lulusan SMK benar-benar sudah siap saat memasuki dunia industri,” imbuhnya.

Kegiatan itu mengundang 22 guru SMK dan perwakilan dari pelaku industri di Malang Raya sebagai peserta pelatihan. Kadin Kota Batu mengundang pemateri dari IHK Trier atau Kadin Jerman. IHK sudah menyelenggarakan kegiatan serupa selama dua tahun terakhir di Kota Batu. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

Wakil Walikota Batu Ajak Masyarakat Tolak Bebotoh Dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

oleh

Wakil Walikota Batu Ajak Masyarakat Tolak Bebotoh Dalam Pilkades Serentak

Memontum Kota Batu – Wakil Walikota Punjul Santoso mengajak serta menghimbau agar masyarakat dan cakades tolak campur tangan bebotoh dalam gelaran pilkades serentak pada 2 Oktober mendatang.

Hal ini di sampaikan Punjul di sela acara deklarasi damai calon kepala desa se-Kecamatan Bumiaji kemarin, kamis 19/9 di kafe sontoloyo dusun Rekesan Desa Bulukerto.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab menurut Punjul yang juga politikus partai PDI Perjuangan, keberadaan bebotoh sering kali bertolak belakang dengan harapan masyarakat yang berharap memiliki pemimpin yang amanah serta memahami betul kebutuhan desanya serta cakap dalam manajemen sistem pemerintahan desa.

” Mari berkompetisi secara fair, jangan sampai mau di atur para bebotoh, tolak politik uang, agar tercipta pemimpin yang amanah, silahkan sowan ke para ulama,tokoh dan dekati masyarakat dengan santun, ” jelas Punjul.

Di tambahkan pula oleh Punjul bahwa masyarakat juga harus bisa membentengi diri dari pengaruh para bebotoh serta menolak politik uang. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending