Connect with us

Kota Malang

Berangus Curanmor, Curat dan Curas, Walikota Malang Apresiasi Kinerja Polisi

Diterbitkan

||

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK Mh bersama Walikota Malang Drs Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian, saat merilis kejahatan Curas, Curat dan Curanmor. (gie)

Memontum Kota Malang – Ada yang lain dalam gelar rilis di Polres Malang Kota pada Senin (16/9/2019) pukul 16.00. Dikarenakan kali ini Walikota Malang Drs H Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, ikut merilis bersama Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony menjelaskan bahwa expos kali ini terkait krjahatan jalanan Curas, Curat dan Curanmor yang cukup meresahkan masyarakat. Sebanyak 11 tersangka dengan BB (Barang Bukti) 44 motor curian dan 2 mobil curian serta beberapa barang elektronik berhasil diamankan terhitung sejak 29 Agustus 2019 hingga 16 September 2019.

” Bahwa pengungkapan ini adalah evaluasi kami daru jajaran sat Reskrim Polres Malang Kota. Atas masukan dari Walikota Malang dan Ketua DPRD Kota Malang, bahwa masyarakat ingin gerak cepat dalam menangani segala tindak kejahatan jalanan. Kami akan terus membrantas segela kejahatan di Kota Malang,” ujar AKBP Dony.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat yang telah kehilangan motor, bisa melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan petugas Reskrim Polres Malang.

” Ada 44 motor roda 2 dan 2 kendaraan roda 4 berhasil kami amankan dari kejahatan para tersangka. Bagi masyarakat yang telah kehilangan kendaraan bermotor bisa melakukan pengecekan ke Mapolres Malang Kota,” ujar AKBP Dony.

Dalam kesempatan ini, Walikota Malang Drs Sutiaji memberikan apresiasi atas kinerja pihak Polres Malang Kota yang bekerja keras menangkap para pelaku kejahatan di Kota Malang.

“Kita berikan apresiasi terhadap kinerja petugas Polres Malang kota. Bersama-sama memberikan keamanan, kenyamanan kepada masyarakat. Bagaimana tidak, belum 1 bulan sudah berhasil embgamankan 44 kendaraan roda 2 dan 2 kendaraan roda empat hasil kejahatan jalanan. Harus kita dukung bersama dalam upaya pembantasan kejahatan,” ujar Sutiaji.

Ketua Dewan Kota Malang, I Made Rian, juga memberikan apr3siasi kepeda kinerja Kapolres Malang Kota AKBP Dony. ” Kami atas nama masyarakat Kota Malang, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Dalam waktu 3 minggu sudah berhasil mengungkap kejahatan sebanyak ini. Saya sering disambati kalau di Kota Malang sering terjadi aksi Curanmor. Disinilah jawabannya. Para pelaku Curanmor, Curat, Curas berhasil dibekuk dengan BB sebanyak ini. Kami atas nama DPRD Kota Malang ucapkan apresiasi penuh. Denfan kehadiran bapak AKBP Dony Alexander kami ucapkan terimakasih. Selain Curas, Curanmor dan Curat, brantas juga narkoba sampai ke akar-akarnya,” ujar I Made.

Selain merilis hasil kejahatan, juga ada pengembalian barang bukti berupa 3 kotor dan 1 mobil kepada korban. Salah satu korban yakni Wahyudi (31) warga Jl Muharto, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, cukup senang motor Vega R N 6305 DK berhasil ditemukan.

” Kami terimakasih kepada pihak kepolisian. Motor saya hilang pada hari Jumat awal bulan September 2019. Saya pedagang di Pasar Besar. Motor saya parkir di parkiran Pasar Besar saya tinggal sholat Jumat di Masjid Nur Kidul Pasar. Saat saya selesai sholat, motor telah hilang. Alhamdulillah motor saya sudah ketemu dan dikembalikan kepada saya,” ujar Wahyudi.

Pelaku yang telah mencuri motor milik Wahyudi adalah Suji (46) tukang becak, warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan klojen, Kota Malang. Meskipun dia bekerja sebagai tukang becak, namun dia cukup lihai dengan menggunakan kunci T. Terbukti sebanyak 40 unit motor berhasil diamankan dari hasil.kejahatannya. (gie/yan)

 

Kota Malang

Kembangkan Perekonomian, Walikota Sutiaji Support Penuh BMPD MPP

Diterbitkan

||

Kembangkan Perekonomian, Walikota Sutiaji Support Penuh BMPD MPP

Memontum Kota Malang – Malam Keakraban Badan Musyawarah Perbankan Daerah Malang raya Pasuruan Probolinggo (BMPD MPP) yang digelar di Ballroom Hotel Aria Gajayana pada hari Rabu malam tanggal 25 September 2019 berlangsung meriah.

Walikota Malang, H. Sutiaji dan Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji berkesempatan hadir memberikan dukungannya atas kegiatan yang telah berlangsung. Bukan hanya itu, Walikota Sutiaji juga mendukung penuh program kerja BMPD MPP serta kinerja perbankan khususnya di Kota Malang dalam rangka mensukseskan pembangunan.

“Saya berharap agar sinergitas serta jalinan kerjasama yang kita bangun melalui program pentahelix dapat terus terjaga serta kita tingkatkan” ujar Sutiaji di sela-sela sambutannya.

Ia juga berharap dengan banyaknya perbankan yang ada di Kota Malang maka iklim perekonomian di Kota Malang semakin membaik, sehingga investasi yang masuk juga makin meningkat.

“Pengembangan ekonomi mikro juga harus menjadi perhatian kita bersama, saya menaruh harapan besar akan kredit usaha kecil menengah dapat terus digelontorkan demi mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang” kata pria berkacamata tersebut.

Kota Malang, lanjut Sutiaji telah ditetapkan sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia; sehingga saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat khususnya sektor perbankan untuk dapat turut serta mensukseskan hal tersebut.

Sementara itu, Azka Subhan Ketua BMPD MPP yang juga Kepala Bank Indonesia Malang menjelaskan bahwa kegiatan malam keakraban ini dilaksanakan juga dalam rangka memperkuat jalinan silaturahmi antara anggota BMPD MPP agar kinerja dan kreativitas dapat terus ditingkatkan. (hms/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Usai Lengkapi AKD, DPRD Kota Malang Tancap Gas

Diterbitkan

||

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika didampingi Wakil Ketua III DPRD Kota Malang Rimza

Memontum Malang – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang langsung tancap gas untuk menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Hal itu ditunjukan dengan telah resmi dibentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sehari setelah pelantikan jajaran pimpinan DPRD Kota Malang pada Senin (23/9/2019) lalu.

Pengesahan AKD DPRD Kota Malang sendiri dilaksanakan dalam rapat internal pada Selasa (24/9/2019) pagi di Kantor DPRD Kota Malang. Dari pengesahan tersebut terdapat masing-masing empat komisi dan empat badan yang ada di DPRD Kota Malang.

Dari penegesahan tersebut terdapat hasil yakni Komisi A dipimpin oleh Eddy Widjanarko dari Fraksi Golkar, Komisi B dipimpin oleh Trio Agus dari Fraksi PKS, Komisi C dipimpin oleh H Fathol Arifin dari Fraksi PKB, Sedangkan dari Komisi D dipimpin oleh Wanedi Fraksi PDI Perjuangan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan, untuk Badan Kehormatan dipimpin oleh Kol (Purn) Djoko Hirtono dari Partai Gerindra. Sedangkan untuk Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) dipimpin oleh Pujianto dari Fraksi Demokrat-PAN-Perindo. Sedangkan Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Penganggaran (Banggar) dipimpin oleh ketua dewan.

“Kami empat pimpinan merupakan koordinator masing-masing komisi. Sedangkan untuk Banmus dan Banggar itu secara otomatis kami yang memimpin,” ujar Made.

Made mengatakan, sebelum empat pimpinan DPRD Kota Malang dilantik, ia sudah berkoordinasi dengan partai agar pembentukan AKD bisa disiapkan lebih dulu. Menurutnya hal itu dimaksudkan agar setelah jajaran pimpinan DPRD Kota Malang dilantik, AKD juga siap untuk disahkan.

“Ya biar bisa langsung tancap gas, utamanya APBD TA 2020. Yang perlu dilakukan ialah melakukan orientasi internal pembahasan APBD 2020. Karena bulan November ini harus di dok,” imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta kepada segenap anggota dewan agar tidak melakukan kunjungan kerja dulu ke luar kota. Tak hanya itu, masih ada PR-PR lain yang sudah masuk dalam list kerja DPRD Kota Malang.

Di antaranya ialah pengesahan empat perda, pembangunan jembatan Kedungkandang, Malang Creative Center, Islamic Center dan tiga pasar tradisional.

“Untuk Perda saat sudah masuk tahap evaluasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Tinggal kita menyesuaikan hasil evaluasi gubernur baru bisa langsung disahkan menjadi perda. Setelah itu kami akan turun di pengawasan,” pungkasnya. (man/gie)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Walikota Sutiaji Lontarkan “Rompi Warning Kinerja” di paparan Innovative Goverment Award 2019

Diterbitkan

||

Walikota Sutiaji Lontarkan Rompi Warning Kinerja di paparan Innovative Goverment Award 2019

Memontum Kota Malang – Sejumlah 5 provinsi, 15 kabupaten dan 11 kota lolos seleksi penilaian Innovative Goverment Award 2019 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri. Pemerintah pusat akan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah terinovatif melalui Penghargaan Innovative Government Award (IGA).

Demikian diutarakan Matheos Tan, Kepala Pusat BPP Kemendagri, mengawali sesi pemaparan Kepala Daerah yang digelar 3 (tiga) hari, 25 s/d 27 September 2019 di Gedung B kompleks Kementerian Dalam Negeri RI, jl. Merdeka Utara.

Kota Malang, 1 dari 11 kota yang lolos seleksi verifikasi dan masuk pada sesi I pemaparan Kepala Daerah. Didampingi Plt. Kabarenlitbang Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Walikota Malang Sutiaji hadir secara langsung untuk memaparkan komitmen kota Malang dalam mengembangkan serta menumbuhkan budaya inovasi.

“Dengan strategi pentahelix, semangat berinovasi di kota Malang tidak melulu berlaku di kelembagaan pemerintahan. Tapi juga tumbuh kembang di masyarakat,” ujar Sutiaji dihadapan para tim juri.

Berbagai langkah inovasi di bidang penyelenggaraan pemerintahan khususnya program Lelang Kinerja, menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian tim juri.

“Lelang kinerja ini bahkan sudah mulai dipelajari Pemerintah Pusat untuk coba diadop,” urai Pak Aji, walikota Malang akrab disapa.

Ini juga agar saya (pimpinan) tidak dzholim (semena mena) kepada Perangkat Daerah, karena mereka yang menentukan ukuran kinerja yang jadi kontrak kerjanya, imbuh pria ramah ini.

Satu lontaran Walikota Sutiaji, yang bikin tim juri tertawa sekaligus tertarik, saat alumni IAIN Malang ini menyatakan, bahwa akan segera diterapkan pola punishmen kepada ASN yg indisipliner dan juga Perangkat Daerah yang tidak memenuhi time line kinerja, dengan penggunaan rompi khusus.

“Rompi itu harus dikenakan dalam kurun waktu tertentu, dari mulai apel hingga aktifitas kerja harian, dimana di belakang rompi bisa tertulis “kinerja rendah, kinerja lambat, suka terlambat, dan lainnya,” urai Sutiaji, yang langsung disambut penuh tawa tim juri sekaligus antusias merespon.

Dalam IGA 2018, kota Malang baru mampu meraih ke 4 terinovatif. “Semoga di 2019 ini, kota Malang menggapai prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Sutiaji, usai pemaparan.

Hadir selaku Tim Juri, M. Helmi Abidin dari UCLG ASPAC, Dr. Hadi Supratikta, MM dari Kemendagri ,, Dra. Elly dari LAN, Dr. Sitti Aminah, MSi dari Litbang Kemendagri, Dr. M. Amin dari Menristekdikti, dan Setiowiji dari LIPI. (hms/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending