Connect with us

Pemerintahan

Pasca Terbakar 4 Bulan Lalu, Kini Pembangunan Klenteng Sumber Naga Dimulai

Diterbitkan

||

Pasca Terbakar 4 Bulan Lalu, Kini Pembangunan Klenteng Sumber Naga Dimulai

Memontum Probolinggo – Dimulai, Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kota Probolinggo akhirnya terlaksana, setelah empat bulan lalu kebakaran yang melalap sejumlah ruangan. Secara resmi renovasi ditandai dengan penghancuran bagian bangunan klenteng oleh Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri bersama beberapa tokoh tempat peribadatan Klenteng. Selasa (17/9/2019) siang.

Pelaksanaan pembangunan klenteng dilaksanakan oleh PT Karya Nusajaya Abadi yang dipimpin Matius Kosasih, yang ikut hadir dalam acara seremonial tersebut. Selain itu nampak Nur Fadilatus Safiyah, Kasub Unit Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Wawali memotong tumpeng saat Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga sebelum dimulai. (Istmw)

Wawali memotong tumpeng saat Renovasi Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga sebelum dimulai. (Istmw)

Sesuai rencana pembangunan klenteng akan memakan waktu sekitar satu tahun. Bahkan untuk memaksimalkan pengerjaan renovasi, sudah dibentuk panitia yang mengawal pembangunan diketuai Budi Harsono.

“Kami memastikan tidak merubah bentuk bangunan, sesuai dengan yang lama. Untuk bahan disesuaikan dengan saat iniKami memohon doa restu agar pembangunan sesuai rencana dan dijauhkan dari halangan,” kata Ketua TITD Sumber Naga, Adi Sutanto Saputra.

Sementara itu, Wawali Subri menyampaikan ucapan terima kasih kepada etnis Tionghoa yang masih berkenan menyempatkan diri membantu kemeriahan Semipro 2019 lalu. Ia pun mengucapkan duka mendalam atas terbakarnya musibah di klenteng.

“Dan, alhamdulillah sudah empat bulan dan tidak berlarut-larut, klenteng yang berdiri sejak tahun 1865 ini dengan bahu membahu akhirnya dibangun kembali. Usahakan (bangunan) bisa kembali seperti semula karena setiap sudut klenteng ini ada ukuran dan nilai historisnya,” kata Subri.

Wawali meminta ada maket desain renovasi klenteng yang dikirimkan ke pemkot untuk dibantu mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

“Agar punya legalitas sempurna, selain sertifikat juga IMB yang menjadi dokumen sah agar klenteng diakui secara historis dan secara legal juga,” ujarnya.

Menurut Kasub Unit Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nur Fadilatus Safiyah, pihaknya sudah duduk bersama dengan Disbudpar Kota Probolinggo dan panitia pembangunan klenteng untuk melakukan penyusunan pada bangunan cagar budaya.

“Intinya tidak merubah bentuk bangunan dan beliau sepakat tidak akan merubah apapun termasuk ornamen. Karena lingkungan lebih rendah dari jalan akan ada peninggian sekitar satu meter namun ornamen dan bangunan seperti awal,” ucap Nur.

“Peninggian diperbolehkan karena kondisi saat ini jalan lebih tinggi, selama tidak merubah dari bentuk fasad (bentuk bangunan) tidak masalah,” sambungnya.

BPBC Trowulan ternyata menyimpan dokumentasi beberapa bentuk ornamen di klenteng Probolinggo ini. Dokumentasi itu diperlukan untuk dikonsultasikan dengan ahlinya. Sebab dinding klenteng yang sebelumnya dipenuhi lukisan harus dikembalikan seperti semula.

“Kami sudah memberikan data yang kami miliki dan beliau semua concern. Segala bentuk perkembangannya pun kami selalu dilibatkan. Untuk pembangunannya, proses ke depan mungkin akan melakukan peninjauan,” ucap Nur Fadilatus lagi.

Dari yang menggarap bangunan klenteng sendiri, Matius Kosasih, PT Karya Nusajaya Abadi mengatakan, pengerjaan awal yang akan dilakukan adalah pengukuran eksisting. Setiap dimensi diukur dahulu karena prinsip restorasi yaitu mengembalikan bentuk sesuai asal mulai dari bawah sampai ke atas.

“Barang yang putus mempunyai tingkat resiko berbahaya akan diturunkan bertahap. Yang bahaya kita turunkan. Lalu membuat kuda-kuda dan lengkungnya disesuaikan seperti awal. Setiap dimensi yang sudah siap, kami cek bersama-sama baru dibongkar. Prinsipnya ada kenaikan satu meter,” jelasnya.

Matius memperkirakan, secara main structure harus selesai dalam waktu satu tahun. Untuk final touch ia tidak menjamin akan selesai di tahun yang sama.

“Kami harus mendapat referensi dari banyak sumber. Tulisan, lukisan yang rusak harus cari sumber yang cocok dan ini upredictable. Kalo struktur sangat cepat, tetapi ornamen lainnya harus terukur dan ada filosofinya,” terang pria berkacamata ini.

Tenaga kerja yang dilibatkan dalam renovasi klenteng ini tidak bisa secara frontal karena ada detail yang harus diperhatikan. Saat ditanya soal anggaran yang dibutuhkan, Matius mengaku masih menghitung antara material yang dibutuhkan dan budget. Ia juga akan melibatkan ahli feng shui dalam proses renovasi klenteng di Jalan WR Supratman Kota Probolinggo ini. (pix/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Bupati Faida Apresiasi IKIP PGRI Jember Gelar Seminar Reproduksi Disabilitas

Diterbitkan

||

Bupati Faida Apresiasi IKIP PGRI Jember Gelar Seminar Reproduksi Disabilitas

Jember, Memontum – Bupati Jember dr Hj Faida MMr mengapresiasi apa yang dilakukan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Jember yang konsen dengan urusan disabilitas, termasuk tentang reproduksi disabilitas.

Pernyataan tersebut di sampaikan Bupati saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional di Aula IKIP PGRI Jember, yang bertemakan “Kebijakan dan Layanan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Inklusif”, Selasa (15/10/2019) siang.

“Saya mengapresiasi IKIP Jember bersama Sabda, NGO Yogjakarta, yang sangat konsen urusan disabilitas dan merasa senang selain karena juga melibatkan anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) dan adanya lomba membuat esai dan poster, ” ungkapnya.

Institut IKIP PGRI ini Lanjut Faida punya jurusan yang kompetensi di bidang itu dan menjadi mitra pemerintah, untuk melahirkan guru-guru inklusi.

“Sehingga disabilitas di Jember bisa mendapatkan hak-haknya di bidang pendidikan maupun bidang kesehatan,” ujarnya.

Bupati mengaku, Pemkab Jember merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang membuat Perda dan Perbup tentang disabilitas, dari itu, semua bisa menyampaikan hak-haknya untuk para disabilitas jember.

“Ada hampir 1500 disabilitas dan keluarganya, mendapatkan asuransi kesehatan gratis di Jember, untuk mendapatkan beasiswa, baik pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang S2, di sini banyak calon guru Inklusi, karena di Jember sangat diperlukan tambahan guru-guru inklusi tersebut,”pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemberian Beasiswa PT Direspon Baik Masyarakat Jember

Diterbitkan

||

Pemberian Beasiswa PT Direspon Baik Masyarakat Jember

Jember, Memontum – Pemberian Beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menuju Perguruan Tinggi (PT) sangat diperlukan dan diinginkan masyarakat, sehingga Bupati Jember dr Hj Faida MMr ke depan akan melipatgandakannya.

“Ternyata program beasiswa sangat diminati dan respon sangat baik dari masyarakat, ” kata Faida usai memberi arahan di kongres 10 ribu mahasiswa penerima beasiswa, Selasa (15/10/2019) siang.

Faida menerangkan hasil evaluasi, ternyata target itu perlu dilipatkan. Pasalnya, gelombang 5 jumlah 2900 yang terakhir lebih didominasi oleh guru TK dan PAUD yang belum sarjana.

“Ini suatu upaya untuk menaikkan kualitas dan SDM yang didukung oleh SDM guru TK dan PAUD, untuk tahun sebelumnya, rata-rata pertahun 1500 sampai dengan 2000,” ungkapnya.

Untuk itu Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini menyarankan agar mereka melakukan pengajuan lebih lengkap dengan surat keterangan miskin dan keterangan UKT. Pengajuan tersebut nanti mempermudah pihaknya dalam pemberian UKT dan dapat langsung dibayarkan ke kampus.

“Mereka mendapat bantuan biaya hidup Rp 750 ribu tiap bulan dan data-datanya sudah lengkap, sehingga memudahkan kita untuk menyiapkan buku rekening Bank Jatim. Karena semua diterima melalui rekening Bank Jatim,” paparnya.

Bupati menginginkan, yang didukung dari keluarga miskin, dengan harapan mahasiswa ini menjadi generasi yang peduli, bukan hanya generassi yang memiliki IPK tinggi.

“Lalu buat apa memberi kesempatan kuliah, tetapi tidak perduli kepada sesama, maka sebelum lulus, mereka harus bisa berbuat kepada masyarakat, ” ujarnya (Bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Fadeli Sematkan Satyalencana Karya Satya untuk PNS, Dorong Semangat Nawa Bhakti

Diterbitkan

||

Bupati Fadeli Sematkan Satyalencana Karya Satya untuk PNS, Dorong Semangat Nawa Bhakti

Memontum Lamongan – Semangat Nawa Bhakti Satya Untuk Jawa Timur Sejahtera, sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang kental dengan gotong royong dan perjuangan. Ini diungkapkan Bupati Lamongan Fadeli saat menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 74 Jawa Timur di Alun-alun Lamongan, Senin (14/10/2019)

Usai membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Fadeli menambahkan bahwa berbagai prestasi yang dicapai oleh Jawa Timur tentunya tidak lepas dari peran dan prestasi yang di capai kabupaten dan kota .

“Apa yang disampaikan Gubernur Jawa Timur terkait prestasi-prestasi yang selama ini didapatkan tentunya tidak lepas dari peran dan prestasi yang di capai oleh kabupaten dan kota. Khususnya Kabupaten Lamongan yang banyak menyumbang prestasi,” ungkapnya.

Deretan penghargaan tiga tahun terakhir tersebut yakni Lamongan meraih penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha atas prestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam bidang kesehatan Lamongan ditetapkan sebagai yang terbaik kelompok Asuhan Mandiri (Asman) melalui pemanfaatan Tanaman Toga dan Akupresur tingkat Kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selain itu untuk kedua kalinya Lamongan mendapat penghargaan Natamukti sebagai bentuk kepedulian mendorong dan meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kemarin saat menghadiri undangan Hari Jadi ke 74 Jawa Timur di Grahadi, Kabupaten Lamongan mendapat penghargaan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana oleh Desa Tracal Kecamatan Karanggeneng Lamongan,” lanjut Fadeli.

Pada kesempatan tersebut Fadeli juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan dan disiplin tinggi

Penyerahan tanda kehormatan tersebut diberikan kepada Mu’ad dan Mochammad Muslich yang merupakan Pengawas Sekolah Madya Dinas Pendidikan Lamongan.

Kemudian Retno Agoestin dan Purwoto Guru SMPN 1 Lamongan yang masing-masing telah mengabdi selama 30 tahun.

Selanjutnya tanda kehormatan pengabdian selama 20 tahun diberikan kepada Sumadi Kepala SD Kemala Bhayangkari 5, Kasto Kepala SDN Turi dan Kasmuri Kepala SDN Karanglangit.

Sedangkan Herni Tri Yuwana Guru SDN Kebet, Supiyanto staf wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Paciran, dan Upi Ernawati Guru SDN Baduran 2 Turi masing-masing telah mengabdi selama 10 tahun. (tyo/zen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending