Connect with us

Pemerintahan

Gubernur Jatim Tetapkan 4 Pimpinan DPRD Sidoarjo, Segera Bahas AKD

Diterbitkan

||

Gubernur Jatim Tetapkan 4 Pimpinan DPRD Sidoarjo, Segera Bahas AKD

Memontum Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menetepkan empat pimpinan definitif DPRD Sidoarjo periode 2019-2024. Keempat nama pimpinan itu sesuai surat yang dilayangkan DPRD Sidoarjo sebelumnya.

Keempat nama pimpinan itu masing-masing adalah Umas (Fraksi PKB) menjabat Ketua, Bambang Riyoko (Fraksi PDIP) menjabat Wakil Ketua, Kayan (Fraksi Gerindra) menjabat Wakil Ketua dan Emil Firdaus (Fraksi PAN dan PPP) menjabat Wakil Ketua. Surat Keputusan GubernJatim Nomor 171.438/1244/011.2/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo Masa Jabatan Tahun 2019-2024 ini ditandangani Gubernur Jatim 16 September 2019 kemarin.

PENETAPAN - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menetapkan 4 pimpinan DPRD Sidoarjo periode 2019-2024 dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangi per 16 September 2019

PENETAPAN – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menetapkan 4 pimpinan DPRD Sidoarjo periode 2019-2024 dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangi per 16 September 2019

“Memang sudah turun surat dari Gubernur itu. Rencananya Jumat bakal dilaksanakan pengambilan sumpahnya,” terang Ketua DPRD Sidoarjo, Usman, Rabu (18/09/2019) melalui ponselnya.

Lebih jauh, Usman mengungkapkan setelah pengambilan sumpah, maka kinerja pimpinan dewan yakni mengumumkan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Sidoarjo. Selanjutnya evaluasi tata tertib (tatib) dan disusul dengan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Insyaallah baik Tatib maupun pembentukan fraksinya juga tidak adalah masalah dan kendala. Karena untuk fraksi itu merupakan kewenangan masing-masing partai,” imbuhnya.

Menurut Usman yang juga mantan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo ini, soal adanya dua partai beroposisi yakni Fraksi PAN dan Fraksi PKS, tidak bakal menjadi masalah atau ganjalan. Apalagi, pihaknya juga sudah menyiapkan satu jabatan di AKD. Hal itu untuk membagi rata unsur pimpinan di AKD itu.

“Kalau Fraksi PAN dan PKS oposisi itu tidak masalah. Itu hak mereka. Yang jelas semua sudah menjabatkan jatah secara proporsional perolehan kursi,” tegasnya.

Sementara itu, Usman menargetkan pembentukan AKD bakal diselesaikan dalam waktu sepekan. Hal ini agar pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2019 bisa segera dilaksanakan.

“Prinsipnya evaluasi APBD Perubahan Tahun 2019 tetap akan dibahas setelah pimpinan difinitif dan terbentuknya AKD (Banggar). Karena hasil konsultasi ke Pemprop Jatim kemarin masih ada toleransi waktu bila melebihi waktu 7 hari dari ketentuan yang ada. Ini bukan kasus yang terjadi di Sidoarjo saja, tapi menjadi masalah nasional, khususnya di Jatim,” tandasnya. Wan/yan

 

Pemerintahan

Bupati Faida Apresiasi IKIP PGRI Jember Gelar Seminar Reproduksi Disabilitas

Diterbitkan

||

Bupati Faida Apresiasi IKIP PGRI Jember Gelar Seminar Reproduksi Disabilitas

Jember, Memontum – Bupati Jember dr Hj Faida MMr mengapresiasi apa yang dilakukan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Jember yang konsen dengan urusan disabilitas, termasuk tentang reproduksi disabilitas.

Pernyataan tersebut di sampaikan Bupati saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional di Aula IKIP PGRI Jember, yang bertemakan “Kebijakan dan Layanan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Inklusif”, Selasa (15/10/2019) siang.

“Saya mengapresiasi IKIP Jember bersama Sabda, NGO Yogjakarta, yang sangat konsen urusan disabilitas dan merasa senang selain karena juga melibatkan anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) dan adanya lomba membuat esai dan poster, ” ungkapnya.

Institut IKIP PGRI ini Lanjut Faida punya jurusan yang kompetensi di bidang itu dan menjadi mitra pemerintah, untuk melahirkan guru-guru inklusi.

“Sehingga disabilitas di Jember bisa mendapatkan hak-haknya di bidang pendidikan maupun bidang kesehatan,” ujarnya.

Bupati mengaku, Pemkab Jember merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang membuat Perda dan Perbup tentang disabilitas, dari itu, semua bisa menyampaikan hak-haknya untuk para disabilitas jember.

“Ada hampir 1500 disabilitas dan keluarganya, mendapatkan asuransi kesehatan gratis di Jember, untuk mendapatkan beasiswa, baik pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang S2, di sini banyak calon guru Inklusi, karena di Jember sangat diperlukan tambahan guru-guru inklusi tersebut,”pungkasnya. (bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pemberian Beasiswa PT Direspon Baik Masyarakat Jember

Diterbitkan

||

Pemberian Beasiswa PT Direspon Baik Masyarakat Jember

Jember, Memontum – Pemberian Beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menuju Perguruan Tinggi (PT) sangat diperlukan dan diinginkan masyarakat, sehingga Bupati Jember dr Hj Faida MMr ke depan akan melipatgandakannya.

“Ternyata program beasiswa sangat diminati dan respon sangat baik dari masyarakat, ” kata Faida usai memberi arahan di kongres 10 ribu mahasiswa penerima beasiswa, Selasa (15/10/2019) siang.

Faida menerangkan hasil evaluasi, ternyata target itu perlu dilipatkan. Pasalnya, gelombang 5 jumlah 2900 yang terakhir lebih didominasi oleh guru TK dan PAUD yang belum sarjana.

“Ini suatu upaya untuk menaikkan kualitas dan SDM yang didukung oleh SDM guru TK dan PAUD, untuk tahun sebelumnya, rata-rata pertahun 1500 sampai dengan 2000,” ungkapnya.

Untuk itu Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini menyarankan agar mereka melakukan pengajuan lebih lengkap dengan surat keterangan miskin dan keterangan UKT. Pengajuan tersebut nanti mempermudah pihaknya dalam pemberian UKT dan dapat langsung dibayarkan ke kampus.

“Mereka mendapat bantuan biaya hidup Rp 750 ribu tiap bulan dan data-datanya sudah lengkap, sehingga memudahkan kita untuk menyiapkan buku rekening Bank Jatim. Karena semua diterima melalui rekening Bank Jatim,” paparnya.

Bupati menginginkan, yang didukung dari keluarga miskin, dengan harapan mahasiswa ini menjadi generasi yang peduli, bukan hanya generassi yang memiliki IPK tinggi.

“Lalu buat apa memberi kesempatan kuliah, tetapi tidak perduli kepada sesama, maka sebelum lulus, mereka harus bisa berbuat kepada masyarakat, ” ujarnya (Bud/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Fadeli Sematkan Satyalencana Karya Satya untuk PNS, Dorong Semangat Nawa Bhakti

Diterbitkan

||

Bupati Fadeli Sematkan Satyalencana Karya Satya untuk PNS, Dorong Semangat Nawa Bhakti

Memontum Lamongan – Semangat Nawa Bhakti Satya Untuk Jawa Timur Sejahtera, sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang kental dengan gotong royong dan perjuangan. Ini diungkapkan Bupati Lamongan Fadeli saat menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 74 Jawa Timur di Alun-alun Lamongan, Senin (14/10/2019)

Usai membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Fadeli menambahkan bahwa berbagai prestasi yang dicapai oleh Jawa Timur tentunya tidak lepas dari peran dan prestasi yang di capai kabupaten dan kota .

“Apa yang disampaikan Gubernur Jawa Timur terkait prestasi-prestasi yang selama ini didapatkan tentunya tidak lepas dari peran dan prestasi yang di capai oleh kabupaten dan kota. Khususnya Kabupaten Lamongan yang banyak menyumbang prestasi,” ungkapnya.

Deretan penghargaan tiga tahun terakhir tersebut yakni Lamongan meraih penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha atas prestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam bidang kesehatan Lamongan ditetapkan sebagai yang terbaik kelompok Asuhan Mandiri (Asman) melalui pemanfaatan Tanaman Toga dan Akupresur tingkat Kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selain itu untuk kedua kalinya Lamongan mendapat penghargaan Natamukti sebagai bentuk kepedulian mendorong dan meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kemarin saat menghadiri undangan Hari Jadi ke 74 Jawa Timur di Grahadi, Kabupaten Lamongan mendapat penghargaan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana oleh Desa Tracal Kecamatan Karanggeneng Lamongan,” lanjut Fadeli.

Pada kesempatan tersebut Fadeli juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan dan disiplin tinggi

Penyerahan tanda kehormatan tersebut diberikan kepada Mu’ad dan Mochammad Muslich yang merupakan Pengawas Sekolah Madya Dinas Pendidikan Lamongan.

Kemudian Retno Agoestin dan Purwoto Guru SMPN 1 Lamongan yang masing-masing telah mengabdi selama 30 tahun.

Selanjutnya tanda kehormatan pengabdian selama 20 tahun diberikan kepada Sumadi Kepala SD Kemala Bhayangkari 5, Kasto Kepala SDN Turi dan Kasmuri Kepala SDN Karanglangit.

Sedangkan Herni Tri Yuwana Guru SDN Kebet, Supiyanto staf wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Paciran, dan Upi Ernawati Guru SDN Baduran 2 Turi masing-masing telah mengabdi selama 10 tahun. (tyo/zen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending