Connect with us

Kabupaten Malang

BUMDes Raharja Sukodono Wakili Jatim di Sail Nias Expo 2019 Sumut

Diterbitkan

||

Suharto Kades Sukodono. (sur)

Memontum Malang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raharja Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, mewakili Jawa Timur di ajang Sail Nias Expo di Kabupaten Nias Selatan- Sumatera Utara pada 14-19-September 2019 kemarin.

Suharto, Kepala Desa Sukodono menjelaskan, alasan Jawa Timur menunjuk BUMDes Sukodono dalam anjang pameran
satu-satunya wakil untuk Provinsi Jawa Timur di ajang pameran produk unggulan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu.

BUMDes Raharja dalam acara Sail Nias Expo 2019 di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. (ist)

BUMDes Raharja dalam acara Sail Nias Expo 2019 di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. (ist)

Sebab, kata Suharto, secara kualitas, Dampit memang penghasil kopi predikat terbaik hingga ke tingkat internasional. Tetapi, terang Suharto, yang asli kopi Dampit itu terdapat di tiga desa yakni Sukodono, Srimulyo dan Desa Baturetno.

“Kelompok petani kopi di tiga desa ini tergabung dalam asosiasi kelompok tani Sridonoretno (yaitu Srimulyo, Sukodono, dan Baturetno) dengan areal seluas 800 hektar, ” urai Suharto Kamis (19/9/2019) kemarin.

Juga dijelaskan Suharto, untuk kopi Sukodono sendiri dikelola oleh BUMDes Raharja dan bermitra dengan CDR yaitu dengan cara dibeli dari petani setempat.

Disinggung mengenai aset BUMDes Raharja saat ini,ungkap Kades yang jabatannya masuki dua periode ini ternyata masih kecil.

“BUMDes Raharja ini baru berdiri tahun 2018 dengan unit pengelolaan Hipam, kopi.Tetapi kami sudah menyertakan modal sebesar Rp 200 juta dan ke depan terus kami kembangkan, ” ulas Suharto.

Tidak kalah pentingnya, Suharto juga meningkatkan kualitas salak pondo yang luasnya hingga mencapai 80 hektar. “Salak pondo Sukodono satu-satunya di Kabupaten Malang yang bersertifikat organik, “,
tandas Suharto.

Ke depan, Suharto berharap, Sukodono menjadi desa mandiri masyarakat bisa sejahtera dari pertanian. Terlepas dari hasil pertanian, juga desa wisata.

“Disini ada wisata Pandawa salah satu akses untuk menggeliatkan pariwisata pertanian khususnya antara petik kopi dan petik salak, ” pungkas Suharto. (sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending