Connect with us

Jember

KONI Jember Gelar Audiensi Bersama Dandim 0824

Diterbitkan

||

Ketua Pelaksana Porprov Indhi Naidha dan Pengurus Koni Jember usai audiensi bersama Dandim 0824 Jember. (ist)

Jember, Memontum – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember kembali mengambil langkah cepat dalam upaya menaikkan prestasi para atlitnya, salah satunya dengan melakukan Audiensi dengan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf. La Ode M. Nurdin hari ini, Rabu (25/9/2019) siang di Makodim 0824 Jember.

Ketua Pelaksana Porprov 2021 Indhi Naidha mengatakan, kalau kehadirannya pagi ini adalah untuk menjalin sinergi dalam memajukan olah raga di Kabupaten Jember utamanya yang selama ini menjadi binaan Dandim.

“Ada 4 cabang olah raga yang selama ini sempat dibina Dandim disaat masih menjabat Komandan Bataliyon 509 Jember yakni, Karate, Tinju, Atletik dan menembak,” ujar Ketua pelaksana Porprov yang akrab disapa Indi ini.

Pengusaha Batik Notonegoro itu berharap agar Dandim siap menjadi bapak asuh bagi ke empat Cabor tersebut.

“Hari ini saya dan beberapa pengurus melakukan audiensi dengan Dandim, karena saat jadi Danyon beberapa tahun lalu sudah membuktikan mampu melahirkan atlit atlit yang prestasi, itu sebuah asets yang sangat berharga,” ungkapnya.

Sementara Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Ma Ode M. Nurdin menyambut baik langkah cepat Koni, dirinya berharap agar KONI segera melakukan sinergi dengan pihak lain selain dirinya seperti pihak sekolah.

“Dimana disana banyak calon atlit yang bisa di garap dengan baik, namun syaratnya, KONI harus membuat perencanaan yang bagus, mulai penyuapan atlit, pelatih, sampai bagaimana mengevaluasinya,” ujar Dandim. (gik/yud/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jember

Dinas Cipta Karya Jember Protoli PJU Ilegal Grenden

Diterbitkan

||

Dinas Cipta Karya Jember Protoli PJU Ilegal Grenden

Jember, Memontum – Penerangan jalan Umum (PJU) tak berijin (Ilegal) yang marak terpasang di sepanjang jalan aeputaran Desa Grenden kecamatan Puger Kabupaten Jember, Rabu ( 25/9/2019) siang, ditertibkan oleh Dinas ciptakarya dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember.

Nampak dalam penertiban tersebut Dinas Ciptakarya menurunkan Mobil PJU dan belasan petugas.

Kasi PJU Dinas Cipta karya dan Sumber Daya air Kabupaten Jember Cen cen Siswoyo saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, pihaknya melakukan penertiban dan memutus saluran PJU yang berda di Desa Grenden karena tidak berijin atau illegal.

“Sebenarnya kami mengetahui keberadaan PJU Ilegal sudah lama, karena ada Agenda Pilkades maka kami menunda melakukan penertipan menjaga Kekondusifan, mengingat sekarang sudah Pilkades maka kami adakan Penindakan. “ ungkap Cen Cen dihubungi melalui selulernya, Rabu (25/9/2019) siang.

“Dan kami masih menunggu perkembangan, apabila nanti masih ada upaya untuk dihidupkan kembali maka kami akan kembali memutus saluran PJU serta membertiadakan tegas,” katanya.

Cen Cen petugas menjelaskan, dalam pemeriksaan petugas memeriksa saluran yang dipakai untuk menyambungkan Arus Listrik yang disalurkan ke PJU, alhasil petugas menemukan kabel terpasang di kabel yang keluar dari Kwh meter PJU yang ada.

“Memang benar setelah kita periksa ternyata warga mengambil listrik secara Ilegal. Jelas kita putus salurannya, karena sangat berbahaya,” jelas Cen Cen.

Dari hasil pemeriksaan dilapangan lanjut Cen cen, pemasangan PJU tidak berijin terdapat di tiga dusun yakni Dusun Krajan 1, Dusun Krajan 2 dan Dusun Karangsono.

“PJU itu semua terpasang disepanjang jalan Desa bertiangkan bambu, memang aliran listrik tersebut digunakan untuk penerangan jalan,tapi apapun alasannya, ini sudah jelas pelanggaran tentang pencurian,” ungkapnya.

Untuk masalah pengamanan di Box sambung Cen cen nanti akan kita ganti sambil menunggu barangnya datang, sementara untuk kabel dan lampunya kita rapikan, kita taruh di tiang, tidak kami sita hanya kami gulung.

“Supaya warga tidak mengulangi kesalahannya lagi, ” sambungnya.

Cen cen mengatakan ke depan akan melakukan sosialisasi ke Desa atau RT/RW atau kepala dusun dan pihak Cipta Karya hanya Tegas dibidang pekerjaannya saja, sedangkan untuk penindakannya wewenangnya tidak ada.

“Kami hanya melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan apabila memang sudah terjadi, maksudnya kami hanya memutus saluran listrik yang dicuri, karena PJU milik Pemkab Jember, jadi tidak mungkin akan melaporkan warganya sendiri, untuk kasus pencurian saluran PJU, ” terangnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Selain Pejabat Negara atau Pemerintah, Anak Yatim Juga Tamu VIP

Diterbitkan

||

Selain Pejabat Negara atau Pemerintah, Anak Yatim Juga Tamu VIP

Memontum Jember – Selain pejabat negara yang menjadi tamu special atau VIP di Pendopo Wahyawibawagraha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember juga mencontoh tuntunan Rosulullah dengan menganggap anak yatim piatu sebagai tamu VIP.

Menurut Bupati Jember dr Faida dalam acara Yatim Piatu bersholawat mengatakan dalam soal tuntunan agama, seperti yang dicontohkan rosulullah yang selalu menghormati anak yatim, dan ini juga dicontoh oleh pemerintah kabupaten jember.

Bupati Jember dr Faida bersama anak yatim piatu bersholawat di pendopo wahyawibawagraha. (gik)

Bupati Jember dr Faida bersama anak yatim piatu bersholawat di pendopo wahyawibawagraha. (gik)

“Biasanya protokoler itu mengenal tamu-tamu VIP itu adalah sesuai dengan jabatan-jabatan kenegaraan atau pemerintahan. Maka kita harus mengenalkan, ada tamu VIP yang harus kita agungkan, anak-anak yatim dan utamakan mereka dalam setiap kegiatan dan kesempatan di kabupaten jember,” ungkapnya, Kamis (19/9/2019) malam.

Sebagai wujud komitmennya, Bupati sebagai kepala daerah mempunyai tanggung jawab yang berat dalam mengatur kesejahteraan masyarakat, khususnya para yatim piatu.

“Di jember ini tahun lalu kita data ada 5 ribu. Tujuan di festivalkan supaya mereka bisa ketemu, antara yang satu dengan yang lain. Bisa menjadi penguat satu dengan yang lain dan tidak merasa sendiri,” tuturnya.

Terkait adminduk, Bupati menegaskan termasuk KIA, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran yang banyak belum punya, ini bisa terlayani dengan lengkap.

“Sekaligus di program pendidikan, kita memberikan beasiswa seluruh anak yatim di jember sampai perguruan tinggi dan itu tertuang dalam Perbup,” tegasnya.

“Kita bagikan melalui rekening perbankan, supaya berkesinambungan lebih mudah dan mereka lebih iklusi keuangan,” sambungnya.

Tidak hanya itu, sekaligus program terbaru berupa program antar jemput anak-anak sekolah yatim piatu, seluruh kabupaten jember gratis dengan kupon transport. Mereka bisa menggunakan angkutan ojek pangkalan, angkutan pedesaaan, angkutan kota sesuai rutenya anak yatim ini, serta juga mereka mendapat bantuan biaya transport.

“Hari ini kita kumpulkan seribu anak yatim dan pada tahun ini bertambah 5 ribu anak yatim. Jadi total keseluruhan ada 10 ribu anak yatim,” terang Faida.

Kali ini, Bupati Faida yang bertepatan dengan Ulang tahun yang ke-51 mengajak anak yatim untuk bersholawat dan berdoa untuk masyarakat jember. Tidak lupa, Bupati juga mengajak anak-anak berdoa kepada orang tuanya, yang telah meninggal maupun masih hidup.

“Kepada orang tua atau wali yang mendampingi, jangan berkecil hati. Karena pemkab jember memfasilitasi semuanya. Termasuk jaminan kesehatan bagi anak yatim dan keluarganya,” ujar Faida. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Bupati Faida : Saya Tidak Ingin Ada Suara Sia-Sia

Diterbitkan

||

Bupati Jember dr Faida bersama Forkopimda memonitoring Pilkades serentak tahap ketiga. (gik)

Memontum Jember – Bupati jember dr Hj Faida MMr bersama Forkopimda mengadakan Monitoring pada Pemilihan Kepala desa (Pilkades) tahap ke 3 yang laksanakan Kamis (19/9/2019) malam di 7 kecamatan wilayah Jember Barat antara lain Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Sumberbaru, Semboro, Umbulsari, Kencong dan kecamatan Jombang.

Bupati Perempuan Pertama di Kabupaten Jember ini berharap tidak ada suara sia-sia atau tidak sah dalam memilih pemimpin.

“Saya tidak ingin ada suara sah, tapi di sia-sia dalam demokrasi ini, maksud ialah, apabila pemilih telah mencoblos namun coblosan tersebut tembus dan tidak mengenai kolom calon yang lain, maka suara tersebut sah,” ungkapan Bupati Faida ketika melaksanakan monitoring di beberapa tempat pemilihan kepala desa, Kamis (19/9/2019) siang.

Untuk Panitia, Bupati mengingatkan kepada panitia agar Panitia memberikan Jalur Khusus kepada orang lanjut usia dan Ibu Hamil agar tidak mengantri panjang, supaya tidak ada yang pingsan.

“Ini sangat luar biasa, dan saya menaruh hormat kepada para lansia. Tadi saya lihat ada yang memakai tongkat, tuna netra bisa leluasa jalan sendiri, tetap datang ke TPS,” ungkapnya saat memonitoring di Desa Tanggul wetan.

Untuk beberapa tempat yang Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih dari 10 ribu, Bupati memantau sejauh ini panitia mengelola dengan baik, begitu juga dengan pintu masuknya juga teratur dan terkelola dengan baik.

“Luar biasa banget, ini menunjukkan bahwa masyarakat, demokrasi memilih pemimpin terbaik. Dan ini sangat baik di jember,” tegasnya.

Diketahui, tim monitoring di tahap 3 ini, Pemerintah kabupaten (pemkab) Jember terbagi dua Tim satu sebanyak 7 tempat dari 40 Pilkades dipimpin oleh Bupati Jember dan Tim kedua dengan jumlah yang sama dipimpin oleh Wakil Bupati.

“Hari ini kita mengunjungi 7 tempat dari 40 desa dan begitu juga tim 2 yang dipimpin oleh wakil bupati, kita memilih atau mengunjungi tempat yang DPT terbesar, untuk memastikan Pilkades berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Trending