Pemerintahan

iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana
lenjag

Bupati Malang Hadiri Peringatan Hari Pangan se-Dunia & Hari Krida Pertanian

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 17:45
  • / 18 Rabiul Uula 1439
  • Dibaca : 82 kali
Bupati Malang Hadiri Peringatan Hari Pangan se-Dunia & Hari Krida Pertanian
Dr.H.RendraKresna Bupati Malang Serahkan Bantuan dan Penghargaan Terhadap Sejumlah Petani Prestasi

Motivasi Semangat Tahun 2018 Produksi Beras Capai Target

 

Memontum Malang — Peringatan Hari Pangan se-Dunia ke-37 dan Hari Krida Pertanian ke-45 berlangsung di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) di Jl Sumedang Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang Kamis (7/12/2017) kemarin. Acara tersebut selain dihadiri langsung oleh Dr H Rendra Kresna Bupati Malang dan Wabup HM Sanusi juga Forpimda, seluruh Camat, OPD, mantri tani, penyuluh dan seluruh kelompok tani se-Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya Bupati Rendra mengatakan, wilayah Kabupaten Malang sebagai daerah berpotensi padi yang harus selalu dikembangkan. “Seperti disampaikan Kepala DTPHP, tahun ini ternyata Kabupaten Malang tak penuhi target yaitu dari 71.400 hektar, tetapi yang tercapai hanya dalam kisaran luas 71.250 hektare. Kami berharap tahun 2018, target luasan area maupun produksinya bisa capai target”, papar Bupati berharap.

Dikatakan, untuk produksi padi sebenarnya tidak berkurang. Namun ada penyusutan luas lahan. Hal itu terjadi karena berbagai faktor. Selain karena kondisi cuaca juga harus dilakukan perbaikan saluran irigasi.

Beri Sambutan

Beri Sambutan

Kondisi tersebut otomatis mengganggu kelancaran lahan di wilayah Kabupaten Malang yang keseluruhannya mencapai keluasan 92.000 hektar. Faktor kedua, tambah Bupati, karena anomali dan cuaca ekstrim yang cukup mengganggu normalitas produksi pertanian.

“Kita sudah berusaha maksimal, tetapi karena beberapa faktor itu sehingga target kita untuk tahun 2017 saat ini tidak tercapai sesuai target. Faktor penghambat yang lain yakni dengan munculnya organisme penganggu tanaman atau OPT yang menjadikan penurunan produksi tanaman padi”,ujarnya.

Pada sisi lain, Bupati mengklaim bahwa pada sisi kualitas mengalami peningkatan jumlah produksi beras yaitu mencapai 520.000 ton. Guna mencapai angka tersebut, Pemkab Malang melalui dinas TPHP berupaya meningkatkan indeks pertanaman agar hasil produksi melimpah. Di kesempatan yang sama, Dr H Rendra Kresna Bupati Malang juga menyerahkan bantuan berupa peralatan pertanian dan penghargaan terhadap sejumlah kelompok tani berprestasi.

IMG-20171207-WA0232 copy

Tinjau Produk Unggulan (foto: H Mansyur Usman)

Sementara, Nasri Abdul Wahid Kepala Dinas Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang juga optimis, tahun 2018 diharapkan mampu menjaring 5000 hektar area milik petani untuk diikutkan sebagai asuransi pertanian. Dikatakan, asuransi pertanian merupakan salah satu program unggulan Dinas TPHP Kabupaten Malang.

Dikatakan, tidak hanya menjadi program unggulan dinas TPHP. Namun sebenarnya asuransi pertanian juga sangat dibutuhkan petani saat ini. Hal itu karena saat ini banyak faktor tak terduga atau eksternal yang kerapkali menjadikan petani mengalami gagal panen.

Adapun untuk pembayaran premi cukup murah yaitu hanya Rp 36 ribu saja, dengan subsidi Rp 144 ribu. Dan jika terjadi gagal panen, maka petani akan memperoleh cover ganti rugi sebesar 6 juta rupiah per hektar area. Guna menarik minat petani mengikuti asuransi pertanian maka dinas TPHP berjanji akan lebih maksimal dan intensif mengadakan sosialisasi kepada petani.

“Untuk tahun 2017 ini, dinas TPHP sudah bisa mengikutkan asuransi pertanian lahan seluas 1200 hektar area milik petani. Dengan sosialisasi yang gencar dinas TPHP optimis di tahun 2018 nanti bisa mengikutkan lahan 5000 hektar area milik petani dalam asuransi pertanian,” pungkas Nasri. (sur/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional