Pemerintahan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
lenjag

Babinkamtibmas Ajak Ulama Kondusifkan Masyarakat Jelang Pemilu

  • Senin, 12 Februari 2018 | 23:16
  • / 26 Jumadil Uula 1439
  • Dibaca : 88 kali
Babinkamtibmas Ajak Ulama Kondusifkan Masyarakat Jelang Pemilu
KH Ahmad Kafrawi saat dikunjungi Babinkamtibmas Desa Bajulmati Bripka Dedy

Memontum Banyuwangi — Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur, salah satu kiai sepuh Banyuwangi ajak masyarakat menciptakan situasi dan kondisi di Banyuwangi aman dan kondusif. Hal itu diungkapkan KH. Ahmad Kafrawi, ketika disambangi Babinkamtibmas, Bripka Dedy di kediamannya desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Senin (12/2/2018) sore.

“Kita sebagai warga negara harus saling menjaga keharmonisan antar sesama dalam menciptakan rasa aman dalam pesta demokrasi utamanya pilgub,sebab para calon semuanya kader NU Yg sangat terbaik,oleh karenanya kami pada semua warga harus bisa menjaga dan bisamenyikapi bagai mana agar tidak tertadi,hal yang tidak kita inginkan,” ucap Kiai karismatik Wongsorejo.

Kepada salah satu Kiai Sepuh Banyuwangi itu, Bripka Dedy mengajak anatara tokoh ulama dan aparat Kepolisian berikut Tokoh Masyarakat, menciptakan situasi Banyuwangi jelang Pilgub ini, menciptakan politik yang santun. “Pendekatan ulama terhadap masyarakat sangat penting, karena peran ulama untuk menciptakan situasi yang kondusif sangat penting,” papar Beipka Desy.

Menurut Babinkamtibmas desa Bajulmati ini, Kiai oleh polisi dinilai punya peranan dalam menetralisir gejolak yang timbul di kalangan warga. Petuah kiai mampu menentramkan masyarakat yang berselisih kala menjadi juru damai. “Saya harap antara tokoh ulama dan tokoh masyarakat bersama Polisi bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai, sehingga masyarakat bisa menjalankan rutinitas sehari-hari tanpa ada gangguan,”ujarnya

Bripka Dedy bahkan menjelaskan tingkat kerawanan kawasan Kecamatan Wongsorejo saat helatan Pilgub nanti. Pasalnya, dua tokoh dari NU, Gus Ipul dan Khofifah, sama-sama bersaing untuk memperebutkan kursi Gubernur Jatim. “Ini hanya antisipasi saja, karena Kecamatan Wongsorejo itu basisnya NU, dan Cagubnya sama-sama orang NU. Makanya saya mengajak tokoh ulama turut serta menciptakan kondisi yang aman seperti ini, tidak ada gejolak,”ungkap Babinkamtibmas ini. Wongsorejo termasuk basis NU tulen, dikhawatirkan muncul gesekan diantara pemilih yang meluas sehingga merugikan NU sendiri sebagai ormas keagamaan, imbuhnya. (tut/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional