Pemerintahan

POLITEKNIK NEGERI MALANG
iklan Ucapan Partai Demokrat HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Gerindra HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Golkar HUT Kota Batu
iklan Ucapan Partai Keadilan Nurani Nasional HUT Kota Batu
iklan Ucapan PDI HUT Kota Batu
iklan Ucapan KNPI HUT Kota Batu
iklan Ucapan Camat Batu HUT Kota Batu
lenjag

Pelajari Penerapan ISO 27001:2013, PJB Kunjungi Dinkominfo Surabaya

  • Kamis, 22 Februari 2018 | 02:01
  • / 6 Jumadil Akhir 1439
Pelajari Penerapan ISO 27001:2013, PJB Kunjungi Dinkominfo Surabaya

Memontum Surabaya — Kemampuan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengelola infrastruktur teknologi dan informasi menarik perhatian banyak pihak untuk datang dan belajar. Kali ini, Rabu (21/2/2018), rombongan dari PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) datang ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya untuk belajar tentang implementasi ISO 27001:2013 tentang Sistem Keamanan Manajemen Informasi.

Bertempat di Ruang Rapat Dinkominfo, sebanyak 9 Peserta Rombongan diterima oleh Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya. Dalam sambutan pembukanya Antiek menjelaskan struktur organisasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya yang memiliki 3 Bidang yaitu Bidang e-Government, Bidang Teknologi Informatika, dan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik.

Sementara itu, Dini Andayani Manajer Perencanaan dan Kebijakan TI PT. Pembangkit Jawa-Bali selaku kepala rombongan dalam sambutannya mengatakan bahwa kedatangannya kali ini adalah untuk mempelajari tentang penerapan ISO 27001:2013 karena nantinya hal tersebut juga akan diterapkan di PT PJB.

Antiek menambahkan, bahwa ISO 27001:2013 didapatkan pada tahun 2016, setelah sebelumnya mendapat ISO 27001:2005. Untuk mendapat versi yang baru, kelengkapan infrastruktur dan administrasi harus diperhatikan dengan sungguh.

Dalam kesempatan tersebut, Yusti Mustiko, Kepala Bidang Teknologi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya menjelaskan bahwa untuk mendapatkan sertifikat ISO ini, pihaknya harus menertibkan diri sendiri terlebih dahulu. Apa yang dituliskan dalam dokumen harus benar-benar dikerjakan, dan apa yang dilakukan harus disimpan (record). Ia juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan sertifikat ISO ini, harus ada tim pendamping, auditor, konsultan, dan lembaga yang terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Yusti juga mengatakan bahwa sesuai dengan sertifikat ISO yang didapat ini, pihaknya harus menjamin bahwa infrastruktur teknologi dan informasi aman dari semua serangan, baik secara fisik maupun non-fisik. Untuk mengamankan dari serangan fisik disiapkan petugas keamanan, CCTV, alat pemadam kebakaran, pengaman sidik jari, dan lain sebagainya. (mia/pri/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional